Pro dan Kontra Fingerprint ?

Analisa Sidik Jari STIFIn Gue Banget Untuk Family, Corparate, Individu - tesstifin.id 081805180808
Fingerprint Test: Sebuah Kesalahan Konsep Istilah?

tesstifin.id – Saat ini, kita sering mendengar istilah fingerprint test sebagai upaya untuk melihat bakat dan minat seseorang. Sebenarnya, istilah fingerprint test itu lebih tepat jika digunakan istilah fingerprint analysis atau analisis sidik jari. Mengapa? Biasanya, istilah test mengesankan kemampuan yang sudah ada pada diri seseorang diuji, apakah seseorang itu mampu atau tidak?. Disamping itu, sebagai alat pengukuran, biasanya tes membutuhkan norma atau skala utnuk mendapatkan kriteria ideal. Sebagai contoh, dalam pengukuran tes IQ individu yang memiliki IQ sekitar 120 ke atas masuk ke dalam kriteria individu genius. Sebaliknya, individu yang memiliki IQ di bawah 70 masuk dalam kriteria memiliki keterbelakangan mental.

        Sementara itu, dalam fingerprint, perbedaan setiap sidik jari mencerminkan keunikan setiap individu. Tidak ada kriteria bahwa jenis sidik jari tertentu merupakan sidik jari yang lebih ideal dibandingkan dengan sidik jari yang lain. Pada kenyataannya, secara genetik, antara satu individu dan individu lain tidak ada yang memiliki sidik jari yang sama. Perbedaan individu tersebut dinamakan individual differences berdasarkan bawaan genetik untuk memprediksi perilaku seseorang dalam lingkungan.

            Jadi fingerprint bertujuan menganalisis individual differences yang bersifat prediksi. Tujuannya adalah memberi gambaran mengapa setiap orang berbeda di dalam mengekspresikan bakat dan minatnya, gaya belajar, daya tangkap, ketelitian, sampai trait sebagai dasar kepribadian seseorang.

Analisa Sidik Jari Minat Bakat Anak STIFIn tesstifin.id 81805180808 - Pro dan Kontra Fingerprint ?
Bisakah fingerprint menggantikan tes IQ?

Perbedaan area struktur otak yang berbeda memiliki konsekuensi peran dan fungsi yang berbeda pula. Hal itu juga menyebabkan perbedaan dominasi fungsi otak. Perbedaan kekuatan fungsi otak tersebut mengantarkan seseorang pada perbedaan kekuatan fungsi oltak tersebut mengantarkan seseorang pada perbedaan kekuatan inteligensia pada setiap orang.

            Inteligensia tidak sama dengan IQ (intelegent Quotient). Meskipun keduanya sering dikaitkan dengan konsep kecerdasan, kedua hal itu tetap memiliki perbedaan. IQ merupakan hasil pengukuran kecerdasan yang sudah dipengaruhi oleh lingkungan, seperti latar belakang pendidikan, pola asuh, proses belajar, emosi dan motivasi.

            Sementara itu, inteligensia merupakan kecerdasan dalam bentuk potensi yang belum mendapatkan intervensi lingkungan, yang dinamakan bakat. Hal itu bisa dideteksi melalui metode analisis sidik jari untuk menentukan jenis potensi bakat yang dimiliki seseorang. Sering kali, bakat merupakan wilayah potensi kecerdasan yang tersembunyi dan banyak diantaranya yang tidak bisa diukur dalam standar IQ. Oleh karena itu, kekuatan inteligensia tidak bersifat tunggal, tetapi sesuai dominansi kekuatan inteligensia yang terspesialisasi. Penelitian Horward Gardner menguak bahwa ada, sekurang-kurangnya, delapan inteligensia yang berbeda, yaitu intrapersonal, interpersonal, logika-matematika, visual-spasial, bodi kinestetik, linguistik, musikal, naturalis.

Manfaat Tes STIFIn Video tesstifin.id  - Pro dan Kontra Fingerprint ?

Pola pembentukan garis-garis sidik jari terbentuk sejak embrio berusia 13 minggu dalam kandungan. Saat itu, tonjolan di ujung jari, interdigital, area thenar (berhubungan dengan telapak tangan dan kaki), dan hypothenar di tangan mulai terbentuk. Formasi tersebut terlengkapi ketika janin berusia 24 minggu dan terus berkembang seiring dengan perkembangan sel saraf otak. Jumlah garis-garis sidik jari tidak akan pernah berubah setelah bayi dilahirkan karena pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA seseorang. Jadi, pola sidik jari bersifat diturunkan dari orang tua si anak.

Otak memiliki faktor-faktor genetis yang tidak dapat diubah sehingga memiliki batas tertentu dalam menerima intervensi dari luar. Namun, otak merupakan sistem terbuka terhadap lingkungan dan itulah yang menyebabkan setiap orang unik. Artinya, secara bawaan genetis, jumlah sel saraf otak tidaklah bertambah, seperti halnya jumlah garis-garis sidik jari. Bagian yang jumlahnya berubah adalah sambungan sel saraf otak yang disebut synaps. Jumlah sel ini akan bertambah ketika otak mendapatkan stimulasi dari lingkungan ketika menyerap pengalaman, pendidikan, dan pelajaran secara terus-menerus sepanjang hayat. Sel saraf memang mengalami pertumbuhan, tetapi ia juga mengalami proses berhenti tumbuh. Sel saraf mengalami proses perampingan (pruning), bahkan jika neuron-neuron tersebut tidak terkoneksi, ia akan mengalami kematian (apoptosis).

Hal itu kita analogikan sebagai berikut. Bayangkanlah bahwa kotak gelap di sebelah kiri bawah ini menggambarkan keadaan otak bayi yang telah memiliki bentuk sempurna.

Namun, otak tersebut belum berfungsi karena belum mendapatkan rangsangan stimulasi dari lingkungan untuk berkembang. Situasi itu ibarat kota gelap yang sudah serba lengkap, tetapi belum memiliki gardu listrik untuk memberi penerangan. Perlahan-lahan, ketika otak mulai mendapatkan rangsangan  cahaya, suara, atau perabaan, perlahan-lahan terjadi sambungan antar neuron. Hal itu sama halnya dengan sambungan antargardu listrik di dalam kota gelap gulita mulai menyala. Semakin banyak sambungan neuron yang terbentuk karena rangsangan, semakin terang juga sambungan gardu listrik yang menerangi kota gelap menjadi terang-benderang.

Berdasarkan hal itu, kita ketahui bahwa otak merupakan sistem yang dinamis. Cara kerja otak terwujud dari hasil interaksi antara cetak biru (blueprint) genetis dan pengaruh lingkungan sebenarnya, ketika lahir; karakteristik sistem organisasi otak (pembagian sel) sudah dalam kondisi sempurna. Namun, proses perkembangan selanjutnya sangat tergantung stimulasi lingkungan tingkat lanjut.

Tes Sidik Jari STIFIn Gue Banget Untuk Family Corparate Individu tesstifin.id 081805180808 - Pro dan Kontra Fingerprint ?
Apakah Fingerprint Benar-Benar Valid?

Membandingkan Psikometri dan Biometri Ibarat Membandingkan Apel dan Jeruk

Dalam analisis psikologi, banyak yang mempertanyakan perbandingan antara metode psikometri dan metode itu sama, yaitu menginterpresentasikan karakteristik kepribadian psikologis seseorang. Namun, kedua metode tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal pengukurannya. Oleh karena itu, membandingkan antara kedua metode tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal pengukurannya. Oeh karena itu, membandingkan antara kedua metode tersebut merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Variable pengukuran kedua metode tersebut berbeda; yang satu menggunkan aspek psikologis, sementara yang satu lagi menggunkan aspek biologis.

Pengukuran biometri merupakan pengukuran secara tidak langsung terhadap kondisi aspek psikologis seseorang. Dalam kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang, pengukuran biometri memandang bahwa struktur biologis memengaruhi perilaku psikologis. Namun, kondisi psikologis aktual juga dipengaruhi adanya faktor lingkungan (nurture), bukan hanya pengaruh biologisnya (nature). Oleh karena itu, pengukuran dengan metode psikometri lebih pada pengukuran kondisi aktual. Sementara itu, pengukuran biometri, potensi baru bisa menjadi aktual ketika sudah mewujud ke permukaan luar, ketika telah menjadi bentuk perilaku yang dapat dilihat.

Namun, seharusnya pengukuran metode psikometri dan metode biometri dapat saling dikomplementasikan dan digunakan secara sinergis untuk memperoleh data referensi secara lebih lengkap dan akurat. Apapun metodenya, apapun alatnya, semua itu adalah sarana untuk pengenalan bagaimana ciri pembeda fisik dan psikologis antara satu individu dan individu lain. Hal itu bermanfaat untuk mengenal siapa diri kita sesungguhnya.

Benarkah Fingerprint Bersifat Ramalan?

Analisi sidik jari menggunakan ilmu science and research of dermatoglyphics adaalah ilmu yang mempelajari anatomi genetis pada pola sidik jari-konfigurasi ujung luar kulit jari, telapak tangan dan kaki. Dalam sejarahnya, penelitian yang berasal dari dunia Timur, khususnya negeri cina, ini telah dilakukan selama lebih dari 200 tahun. Berikut ini kutipan tentang ilmu dermatoglyphics.

Dermatoglyphics is a part of the biology, containing genetics and anatomy. Prints include loops and whorls on a finger, a palm and a foot that form and grow from a germinal layer starting from the 13th to 19th weeks in an embryo period. The fingerprint patterns are controlled by chromosomes, and geneticists have studied and proven that permutation of the prints is inherited. The number of ridges on a finger is decided by genes, which do not have dominant effect, rather than environmental influence. (DR. Harold Cummins dalam Palm, Solves, and Dermatoglyphics)

Seperti yang dijelaskan kutipan tersebut, Dermatoglyphics merupakan bagian dari ilmu biologi, yang mencakup genetika dan anatomi. Rekaman sidik jari mencakup ikal dan alur lingkaran yang terbentuk pada jari, telapak, dan kaki yang tumbuh dari lapisan germinal sejak usia 13 sampai ke minggu ke-19 dalam peiode embrio. Pola sidik jari dikendalikan oleh kromosom dan telah dibuktikan juga bahwa hal itu merupakan warisan dari genetika. jumlah pegunungan di jari ditentukan oleh gen, yang tidak memiliki efek dominan, dan bukan merupakan pengaruh lingkungan.

Dari sejarah perjalanan filsafat ilmu, biasanya ciri khas dunia pengetahuan bangsa Timur bersifat holistis, melewati pemahaman batasan kesadaran atas fakta-fakta ynag konkret. Hal itu tentunya berbeda dengan penekanan pada metode ilmiah dari dunia pengetahuan Barat. Oleh karena itu, penemuan yang sifatnya holistis agak sulit mendapatkan tempat di mata para akademisi dunia Barat.

Pada dasarnya, metode analisis sidik jari mengacu pada teori ilmiah dermatoglyphics, menggunakan metode dan sumber data ilmiah dan proses perhitungan logis. Perkembangan IT membuat metode analisis sidik jari diperkuat dengan sistem komputerisasi biometrik yang ditunjang pengujian akurasi data statistik.

Memahami metode analisis sidik jari secara utuh tidak bisa dikaji secara parsial dari satu sudut keilmuan saja. Metode ini harus melibatkan ilmu anatomi dan genetika kedokteran serta ilmu psikologi neuroscience untuk mengungkapkan hubungan perilaku dengan struktur dan fungsi bagian otak.

Metode analisi sidik jari bertujuan mengungkap potensi genetik yang bisa digunakan sebagai referensi untuk menentukan kesuksesan pada masa mendatang, bukan untuk mengetahui keadaan pada masa depan.

Menyingkap Mitos: Bisakah Mesin Kecerdasan Ditebak dari Foto dan Postur Tubuh?

Ketahui Mesin Kecerdasan Anda Dengan STIFIn - tesstifin.id 081805180808
"Penampilan bisa menipu, tetapi sidik jari tidak pernah berbohong."
STIFIn Logo - Menyingkap Mitos: Bisakah Mesin Kecerdasan Ditebak dari Foto dan Postur Tubuh?
John Doe
Designer

tesstifin.id – Di tengah maraknya berbagai metode pengenalan kecerdasan dan kepribadian, tes STIFIn muncul sebagai salah satu yang menarik perhatian. Tes ini mengklaim mampu mengidentifikasi mesin kecerdasan seseorang melalui analisis sidik jari. Namun, klaim bahwa mesin kecerdasan dapat ditebak hanya dari foto dan postur tubuh tanpa analisis sidik jari menimbulkan banyak pertanyaan. 

Tak hanya itu, menebak mesin kecerdasan orang hanya dari foto dan postur tubuh tanpa analisis sidik jari, juga bisa menimbulkan masalah etik. Yaitu, apakah itu tidak melanggar aturan, prosedur dan kode etik, dimana seseorang menggunakan konsep dan test STIFIn namun tanpa menganalisis dengan alat khusus sidik jari.

Apakah benar pengalaman dan intuisi bisa menggantikan metode ilmiah yang sudah teruji? Mari kita bedah bersama.

 

P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK tesstifin.id 081805180808 - Menyingkap Mitos: Bisakah Mesin Kecerdasan Ditebak dari Foto dan Postur Tubuh?

Apa Itu Tes STIFIn dan Mesin Kecerdasan?

Tes STIFIn adalah metode yang bertujuan untuk mengidentifikasi mesin kecerdasan seseorang dengan menggunakan analisis sidik jari dari sepuluh jari tangan kanan dan kiri. Tes ini didasarkan pada teori Farid Poniman bahwa sidik jari mencerminkan pola-pola otak yang tetap dan tidak berubah sepanjang hidup seseorang. Berdasarkan hasil analisis ini, individu dikategorikan ke dalam salah satu dari sembilan mesin kecerdasan yang berbeda.

Mesin Kecerdasan mengacu pada konsep STIFIN itu ada sembilan, yaitu 

1. Sensing Introvert (Si): Praktis, detail-oriented, dan cenderung menikmati rutinitas.
2. Sensing Ekstrovert (Se): Aktif, suka berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan memiliki pendekatan hands-on.
3. Thinking Introvert (Ti): Logis, analitis, dan suka bekerja dengan konsep-konsep abstrak.
4. Thinking Ekstrovert (Te): Pemecah masalah yang efektif, fokus pada hasil nyata, dan sistematis.
5. Intuiting Introvert (Ni): Visioner, sering memiliki intuisi yang tajam tentang masa depan, dan suka berpikir mendalam.
6. Intuiting Ekstrovert (Ne): Kreatif, inovatif, dan senang mengeksplorasi ide-ide baru.
7. Feeling Introvert (Fi): Berorientasi pada nilai-nilai pribadi, reflektif, dan sangat empatik.
8. Feeling Ekstrovert (Fe): Hangat, perhatian pada orang lain, dan sering berperan sebagai penjaga harmoni.
9. Insting (I): Memiliki naluri yang kuat, adaptif, dan cenderung mengambil keputusan berdasarkan perasaan mendalam.

 

Manfaat Tes STIFIn Video tesstifin.id  - Menyingkap Mitos: Bisakah Mesin Kecerdasan Ditebak dari Foto dan Postur Tubuh?
  1. Metodologi STIFIn: Mengapa Sidik Jari?

Sidik Jari sebagai Metode Utama. STIFIn menggunakan sidik jari karena dianggap sebagai indikator biometrik yang konstan dan tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Pola sidik jari bersifat unik dan tetap sepanjang hidup seseorang, menjadikannya dasar yang kuat untuk analisis mesin kecerdasan.

Keilmiahan dan Validitas. Tes berbasis sidik jari memiliki dasar ilmiah lebih kuat dibandingkan dengan analisis yang hanya mengandalkan penampilan fisik atau postur tubuh, yang sangat subjektif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

2. Pengalaman dan Intuisi: Seberapa Akurat?

Beberapa orang mengklaim bahwa dengan pengalaman luas, jam terbang tinggi, mereka bisa menebak karakteristik seseorang hanya dari penampilan luar. Namun, intuisi dan pengalaman subjektif ini tidak selalu konsisten atau dapat diandalkan tanpa dasar yang objektif. Meskipun jam terbang tinggi bisa memberikan wawasan, tetap ada risiko bias pribadi yang tidak dapat diabaikan.

Ya, lucu memang rasanya. Hanya dengan mengandalkan foto dan postur saja sudah “merasa mampu” mengkategorikan orang iu memiliki mesin kecerdaan apa. Lalu, bagaimana bila client yang tertarik adala client yang memakai cadar dan bentuk postur tubuhnya tidak dapat dilihat ? Hampir dapat dipastikan bahwa yang bersangkuta akan menolaknya, karena itu tidak sesuai dengan keyakinnnya untuk memperlihatkan wajah pada yang buka muhrimnya. Apalagi postur tubuh harus terlihat.

Bias dan subjektivitas ini juga terkait dengan pengalaman dan intuisi. Artinya, mengandalkan penampilan fisik dan postur tubuh bisa rentan terhadap bias. Misalnya, dua orang bisa memiliki postur yang sama namun memiliki kepribadian dan mesin kecerdasan yang sangat berbeda. Faktor budaya, situasi, dan konteks juga dapat mempengaruhi penampilan seseorang, yang seringkali tidak mencerminkan karakter atau kecerdasan bawaan mereka.


3. Keandalan dan Konsistensi: Mengapa Sidik Jari Lebih Unggul

Faktor variabilitas penampilan ini jadi salah satu yang harus mendapat perhatian. Karena, penampilan fisik bisa berubah dari waktu ke waktu, juga dari situasi ke situasi. Misalnya, seseorang mungkin tampak berbeda saat di rumah dibandingkan saat di kantor atau di acara formal. Hal ini membuat penilaian berdasarkan penampilan fisik menjadi tidak konsisten, dan tidak dapat diandalkan.

Konsistensi hasil itu jauh lebih penting. Metode berbasis sidik jari memberikan hasil yang lebih konsisten dan dapat diandalkan. Pola sidik jari tidak berubah sepanjang hidup seseorang, sehingga memberikan dasar yang stabil untuk analisis kecerdasan.

4. Ilmu Psikometri: Mengukur dengan Tepat

Dalam ilmu psikometri, validitas dan reliabilitas adalah kriteria penting untuk menilai kualitas suatu tes. Tes yang berbasis biometrik seperti sidik jari cenderung memiliki validitas dan reliabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode yang tidak terstandarisasi seperti penilaian berdasarkan foto dan postur tubuh.

Pengukuran Objektif dari scan 10 sidik jari pada tangan kanan dan tangan kiri, hasilnya relatif presisisi. Karena,tes yang menggunakan sidik jari mengandalkan data objektif yang tidak berubah. Ini membuatnya lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan penilaian subjektif yang bisa dipengaruhi oleh persepsi individu.

5. Pendekatan Multi-Metode: Menggabungkan Wawasan

Tidak sedikit “para pecinta atau pemerhati test kepribadian, test karakter, atau test potensi otak, masih gamang dengan konsep komplementaritas. Yaitu mendudukan mana metode yang lebih obyektif dan ilmiah, dan mana yang sebatas mengklaim benar hanya mengandalkan pengetahuan dasar dan jam terbang saja.

Isu ini penting diperhatikan. Karena, meskipun pengalaman dan intuisi seseorang dengan jam terbang tinggi bisa menambah wawasan, pendekatan yang menggabungkan berbagai metode bisa memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Namun, intuisi dan pengalaman sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan pengganti metode yang lebih objektif dan ilmiah.

Tes Sidik Jari STIFIn Gue Banget Untuk Family Corparate Individu tesstifin.id 081805180808 - Menyingkap Mitos: Bisakah Mesin Kecerdasan Ditebak dari Foto dan Postur Tubuh?
Kesimpulan: Kembali ke Dasar Ilmiah

Klaim bahwa seseorang dapat menebak mesin kecerdasan berdasarkan foto dan postur tubuh saja, meskipun mungkin didasarkan pada pengalaman, tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dibandingkan dengan metode yang menggunakan analisis sidik jari. Penggunaan sidik jari sebagai dasar untuk analisis STIFIn memiliki validitas dan reliabilitas yang lebih tinggi, dan memberikan hasil yang lebih konsisten dan objektif.


Meskipun pengalaman dan intuisi dapat memberikan wawasan tambahan, penting untuk menggunakan metode yang terbukti secara ilmiah dan objektif dalam menentukan karakteristik kepribadian atau kecerdasan seseorang. Mengandalkan metode subjektif dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat dan bias. Oleh karena itu, untuk analisis yang lebih akurat dan dapat diandalkan, tetaplah menggunakan metode yang berbasis pada data biometrik seperti sidik jari.

Dengan pendekatan yang tepat dan berdasarkan ilmu pengetahuan, kita dapat mencapai pemahaman yang lebih baik tentang diri kita dan orang lain, mengurangi kesalahpahaman, dan membangun hubungan yang lebih baik di dunia yang semakin kompleks ini. {Agung MSG]

Sumber : kompasiana.com

Kenali Kepribadian dan Perilaku Genetik Seseorang Lewat STIFIn, Apa Itu?

Kepribadian Personaliti Genetik STIFIn - tesstifin.id 081805180808
P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK tesstifin.id 081805180808 - Kenali Kepribadian dan Perilaku Genetik Seseorang Lewat STIFIn, Apa Itu?

tesstifin.id Ilmu psikologi mengalami perkembangan pesat. Salah satu tujuan dari kehadiran ilmu psikologi untuk mengenali diri sendiri secara psiklogis. Kini ada namanya STIFIn. STIFIn menjadi sarana untuk mengenali diri sendiri cara mengoptimalkan potensi diri. Menariknya, STIFIn ini tesnya menggunakan alat atau psikologi biometrik dengan cara memindaikan 10 sidik jari.

Dikutip dari Instagram akun @stifingenetic dengan kontennya yang diunggah pada 9 December 2023, dijelaskan tentang tes STIFIn.

Tes STIFIN adalah sebuah tes berbasis psikologi biometrik untuk menemukan dua hal. Pertama, salah satu belahan otak dominan yang paling sering digunakan atau dioperasikan dari lima bagian otak yang manusia miliki. Hasilnya disebut dengan mesin kecerdasan (MK). Kedua, lapisan otak yang paling aktif dari dua lapisan otak yang manusia miliki. Hasilnya disebut dengan Drive Kecerdasan atau kemudi.

STIFIn Potensi Bakat Alami Setiap Mesin Kecerdasan - Kenali Kepribadian dan Perilaku Genetik Seseorang Lewat STIFIn, Apa Itu?

STIFIn merupakan singkatan dari inisial mesin kecerdasan, yaitu:

 
  • S: Sensing: limbik kiri (memori, rajin)
  • T: thinking: neokortek kiri (analitik, pandai)
  • I: Intuiting: Neokortek kanan (kreatif, inovatif)
  • F: Feeling: Limbik kanan (emosi, hubungan)
  • I: Insting: Otak tengah (naluri, serba bisa)

Setiap mesin kecerdasan dikemudikan dengan lapisan otak dominan yang terbagi menjadi introvert (i) dan extrovert (e), kecuali insting yang dikemudikan spontan.

Hasil tes STIFin tidak berubah-ubah. STIFIn menggunakan pemindaian 10 sidik jari sebagai sarana tesnya. Waktu tes sampai keluar hasil berkisar antara 5 – 10 menit.

STIFin bersifat genetik, sehingga hasil tesnya tidak akan berubah sampai kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Dengan tes STIFin, setiap pribadi akan mengetahui fitrah genetiknya. Kemudian lebih memudahkan mengoptimalkan menuju pribadi yang hebat dan sukses.

Konsep STIFIn Drive introvert extrovert - Kenali Kepribadian dan Perilaku Genetik Seseorang Lewat STIFIn, Apa Itu?
Manfaat Tes STIFIn Video tesstifin.id  - Kenali Kepribadian dan Perilaku Genetik Seseorang Lewat STIFIn, Apa Itu?
  • Tipe kecerdasan terunggul
  • Bakat alami dan potensi-potensi dasar
  • Kepribadian dan perilaku genetik
  • Keunggulan jasmani dan organ tubuh terkuat.
  • Cara memotivasi diri
  • Cara belajar dan bekerja efektif
  • Cara pengasuhan terbaik (parenting)
  • Cara berkomunikasi yang tepat
  • Cara mengahdapi dan menangani orang
  • Cara membangun genetika bisnis
  • Hal-hal yang perlu diwaspadai dalam diri
  • Rekomendasi pilihan jurusan kuliah dan karir
  • Rekomendasi ideal
  • dan lainnya

Sumber : jawapos.com

Test Kepribadian dan Kecerdasan Manusia Dengan STIFIn

Ketahui Mesin Kecerdasan Anda Dengan STIFIn - tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Tes STIFIn adalah sebuah tes yang digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang dengan membacanya sidik jari seseorang. STIFIn adalah sensing yang disingkat S, Thinking yang disingkat T, Intuiting yang singkat I, Feeling yang disingkat F, dan Instinct yang disingkat In.

Tes STIFIn ditemukan oleh Farid Poniman dengan menggunakan instrumen pemindai sidik jari. Tes ini bisa dilakukan oleh siapapun termasuk anak yang sangat dini.

Dikutip dari artikel Bimbingan Karir Farid Poniman dan Relevansinya dengan Konsep Islam: Telaah STIFIn Test, terdapat tipe kepribadian dari STIFIn, yaitu:

5BihJbYa t - Test Kepribadian dan Kecerdasan Manusia Dengan STIFIn
STIFIn Potensi Bakat Alami Setiap Mesin Kecerdasan - Test Kepribadian dan Kecerdasan Manusia Dengan STIFIn
Sensing

Sensing adalah seseorang yang lebih mengandalkan indra pada tubuhnya, terdapat sensing introvert dan sensing ekstrovert. Sensing introvert adalah sistem operasi otak yang berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kiri, adapun kekhasan yang dimiliki oleh sensing introvert adalah Gigih, Detail, Perekam, Disiplin, Hati-hati, Bersemangat, Ensiklopedia, Workaholic, Tepat Waktu.Bidang karir yang cocok oleh sensing ekstrovert adalah bidang keuangan, transportasi, pertahanan, hiburan, jurnalis sejarawan, dan lain-lain.

Sedangkan pada sensing ekstrovert (Se) merupakan sistem operasi otak di belahan otak bagian bawah di sebelah kiri, kekhasan yang dimiliki yaitu petualang, suka bermain, demonstratif, murah hati, berulang-ulang, selaras, pamer, tidak menyerang, daya tahan, pengalaman. Sedangkan karir bidang yang cocok oleh sensing ekstrovert adalah ekonomi, sport, kemiliteran, perhotelan, sejarah, ahli bahasa, ahli keuangan, pedagang, dan lainnya.

Thinking

Thinking adalah seseorang yang mengutamakan logika, terdapat thinking introvert (Ti) dan thinking ekstrovert (Te).Thinking introvert (Ti) dan Thinking ekstrovert (Te) memiliki kekhasan adalah ahli, tepat waktu, terjadwal, mandiri, fokus, menyeluruh, mekanistik, bijaksana, bertanggung jawab, skema. riset dan teknologi. Adapun bidang karirnya untuk thinking introvert adalah informasi, teknologi, pertambangan, konstruksi, kesehatan, garmen dan arah karir pilihan; Manajer, manufaktur, bisnis, properti, peternakan, penelitian, perminyakan, dan lainnya.

Sedangkan thinking ekstrovert bidang karir yang cocok adalah Ristek IT, bisnis, pertambangan, ahli konstruksi, bisnis kesehatan, garmen, peneliti, pabrikan, perminyakan, programer, dokter, dan lainnya.

Intuiting

Intuiting adalah seorang yang mementingkan intuisi, terdapat intuiting introvert dan intuiting ekstrovert. Intuiting memiliki kekhasan seperti pembelajar, tegas, perfeksionis, terpelajar, optimis, dan dalam.

Sedangkan bidang karir yang cocok untuk intuiting introvert adalah pengusaha/investor, bisnis, pendidikan atau pelatihan, penulis sastra, sinematografis, detektif, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, dan lainnya.Intuiting ekstrovert memiliki bidang karir yang cocok yaitu iklan agency, lifestyle mode, bisnis penerbangan, bisnis agroforestry, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, reengineering, proyeksi, filosof, dan lainnya.

Feeling

Feeling adalah seseorang yang mengutamakan perasaan yang mengutamakan perasaan, dibedakan menjadi feeling introvert dan feeling ekstrovert.Feeling introvert memiliki ciri khas yaitu adalah idealis, pemimpin, baik hati, reflektif, meyakinkan, promotor, diplomatis, bersahabat. Feeling introvert memiliki bidang karir yang cocok yaitu psikolog, komunikasi, diplomat, humas, promo, investor, negarawan, trainer atau public speaker, administrasi negara, seniman, budayawan, dan lainnya.

Sedangkan feeling ekstrovert memiliki ciri khas empathy, tolerance, communicative, listener, sympathetic, persuasive, affectionate, enable, considerate, guiding. Adapun bidang karir yang cocok untuk feeling ekstrovert adalah politisi, eksekutif, lawyer, kesenian, investor, negarawan, trainer/ public speaker, administrasi negara, seniman, budayawan, dan lainnya.

Insting

Insting adalah seseorang yang mementingkan sisi insting-nya atau naluri, Kekhasan dari In adalah seimbang, kompromistis, damai, banyak akal, sederhana, pemaaf, sibuk, mediator. Sedangkan bidang karir yang cocok pembalap, entertainer, agamawan, aktivis, musik, chef, jurnalis, aktivis, pengetahuan umum, performance, spiritualitas, birokrat, pelayanan masyarakat, dan lainnya.

Sumber : rri.co.id

Kontak Tes STIFIn 081805180808 - Test Kepribadian dan Kecerdasan Manusia Dengan STIFIn