Tes STIFIn Jakarta Selatan : Pengalaman Nadhira, Mahasiswi Kedokteran Unsri

Testimoni Tes STIFIn Nadhira Intuiting extrovert home visit Jakarta Selatan

Tes STIFIn Home Visit Jakarta Selatan: Pengalaman Nadhira, Mahasiswi Kedokteran, Universitas Sriwijaya Palembang dengan Hasil Intuiting Extrovert

“Hasilnya relate banget dengan keputusan-keputusan yang saya ambil.”

Itulah salah satu respons Nadhira setelah mengetahui hasil Tes STIFIn yang menunjukkan Intuiting extrovert (Ie).

Nadhira adalah perempuan berusia 24 tahun yang sedang menempuh pendidikan Kedokteran di Universitas Sriwijaya. Tes STIFIn dilakukan melalui layanan home visit di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ketertarikan Nadhira mengikuti tes berawal dari keluarganya. Ibu dan adiknya sudah lebih dahulu mengikuti Tes STIFIn. Kali ini, Nadhira ingin mengenali dirinya sendiri, terutama sebagai salah satu bahan untuk merencanakan pendidikan dan perjalanan kariernya di dunia kedokteran dan kesehatan.

Menariknya, setelah hasil Ie dijelaskan, beberapa pengalaman Nadhira selama ini terasa menemukan benang merah: mulai dari ketertarikannya pada fotografi pesawat, desain grafis, memilih objek penelitian yang berbeda dari teman-temannya, hingga kecenderungannya menghindari rutinitas yang monoton.

Mengapa Nadhira Mengikuti Tes STIFIn?

Sebagai mahasiswi kedokteran, Nadhira sedang berada pada fase penting untuk memikirkan langkah berikutnya dalam pendidikan dan karier.

Ia tidak sepenuhnya asing dengan STIFIn. Ibu dan adiknya sudah pernah mengikuti tes sebelumnya. Pengalaman tersebut kemudian membuat Nadhira tertarik mengetahui hasil dirinya sendiri.

Salah satu pertanyaan yang ingin ia eksplorasi adalah bagaimana memahami kecenderungan dirinya untuk membantu menyusun perencanaan sekolah dan karier di bidang kedokteran dan kesehatan.

Tes kemudian dilakukan melalui layanan Tes STIFIn home visit di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tes STIFIn Terdekat 0818-0518-0808

Apa Hasil Tes STIFIn Nadhira?

Hasil Tes STIFIn Nadhira adalah Intuiting extrovert (Ie).

Dalam konsep STIFIn, Intuiting extrovert merupakan salah satu dari sembilan Personaliti Genetik. Tipe Intuiting digambarkan memiliki perhatian pada gambaran besar, cenderung berorientasi ke masa depan, tertarik pada kesempatan untuk berkreasi, serta mengandalkan inspirasi. Pada Ie, kreativitas tersebut disebut dapat dirangkai dari berbagai sumber menjadi gagasan atau inovasi baru.

Saat mendapatkan penjelasan mengenai hasil tersebut, Nadhira memberikan respons spontan:

“Hasilnya relate banget dengan keputusan-keputusan yang saya ambil.”

Respons itu menjadi menarik ketika dikaitkan dengan beberapa cerita yang kemudian disampaikan Nadhira.

Suka Kedokteran, tetapi Juga Menekuni Fotografi Pesawat

Meski kesehariannya berkaitan dengan pendidikan kedokteran, Nadhira mempunyai ketertarikan lain yang cukup spesifik: fotografi pesawat.

Bukan hanya memotret ketika kebetulan melihat pesawat. Nadhira terkadang sengaja datang ke bandara untuk melakukan pemotretan pesawat.

Ketertarikan terhadap fotografi ini menarik jika dilihat dari penjelasan hasil Ie yang diterimanya.

Dalam materi STIFIn, Intuiting extrovert dikaitkan dengan spatial creativity atau kreativitas spasial. Ie juga digambarkan memiliki kecenderungan mengonsep, memvisualisasikan, memproyeksikan, mencipta, dan mendesain.
Artinya, cerita tentang fotografi pesawat tidak perlu dimaknai bahwa “semua Ie pasti menyukai fotografi”. Ini adalah pengalaman personal Nadhira yang menurutnya terasa berhubungan dengan penjelasan mengenai kecenderungan kreatif dan visual dari hasil tesnya.

Ketika Teman Memilih yang Umum, Nadhira Justru Mencari Objek yang Berbeda

Cerita lain muncul dari kegiatan akademiknya di dunia kedokteran.

Dalam sebuah tugas praktikum herbal medicine, mahasiswa perlu menentukan objek yang akan dipelajari. Ketika teman-temannya banyak memilih objek yang sudah lebih umum seperti daun kelor, Nadhira justru tertarik memilih sesuatu yang berbeda.

Ia memilih daun ganja sebagai objek kajian terkait multiple sclerosis.

Yang menarik dari cerita ini bukan semata-mata objek yang dipilih, melainkan pola pengambilan keputusannya: ketika tersedia pilihan yang sudah umum, Nadhira tertarik mengeksplorasi alternatif yang berbeda.

Dalam materi STIFIn, Ie memang digambarkan menyukai perubahan dan mempunyai kecenderungan merangkai gagasan, menginvestigasi, membuat hipotesis, mencari perspektif, serta menghasilkan sesuatu yang baru.
Bagi Nadhira, pengalaman-pengalaman seperti inilah yang membuat penjelasan hasil tes terasa berhubungan dengan keputusan yang selama ini ia ambil.

Kreativitas Nadhira Juga Muncul dalam Desain Grafis

Sisi kreatif Nadhira tidak berhenti pada fotografi.

Di tengah aktivitasnya sebagai mahasiswa kedokteran, ia juga menyukai desain grafis, termasuk membuat flyer yang berkaitan dengan ilmu kedokteran.

Ini memperlihatkan kombinasi yang menarik: ilmu kedokteran sebagai bidang yang sedang dipelajari, kemudian disandingkan dengan ketertarikannya terhadap komunikasi visual.

Dalam materi pengembangan karier STIFIn, kata kerja yang diasosiasikan dengan Ie antara lain mengonsep, mencipta, memproyeksi, mensintesis, memperbarui dan mendesain. Aktivitas desain visual bahkan digunakan sebagai salah satu contoh pekerjaan yang memberi ruang bagi kreativitas dan perspektif baru.

Bagi Nadhira, kreativitas ternyata tidak harus berada di luar dunia kedokteran. Ia sudah memperlihatkan bagaimana keduanya dapat bertemu melalui aktivitas yang ia sukai.

“Saya Menghindari Ritme Harian yang Monoton”

Ada satu pernyataan Nadhira yang sangat menggambarkan bagaimana ia menjalani kesehariannya:

“… saya menghindari ritme harian yang monoton, misal: kalau hari ini tidur siang maka besok saya tidak tidur siang.”

Pernyataan sederhana ini menjadi salah satu bagian yang menarik ketika hasil Intuiting extrovert dijelaskan.

Materi STIFIn menggambarkan Ie sebagai pribadi yang menyukai perubahan dan kesempatan untuk kreativitas. Dalam pembelajaran pun Ie disarankan mendapatkan variasi cara, suasana, dan tempat belajar agar berhadapan dengan situasi baru yang dapat memicu ketertarikannya.

Sekali lagi, contoh rutinitas Nadhira merupakan pengalaman pribadinya, bukan berarti setiap Intuiting extrovert harus mengubah rutinitas setiap hari.

Apa Hubungan Hasil Intuiting Extrovert dengan Pendidikan Kedokteran Nadhira?

Pertanyaan yang kemudian menjadi penting adalah: jika Nadhira mendapatkan hasil Intuiting extrovert, bagaimana dengan pilihannya kuliah kedokteran?

Hasil STIFIn tidak harus dibaca secara sederhana sebagai daftar “jurusan yang boleh” dan “jurusan yang tidak boleh”.

Justru salah satu hal yang dapat dieksplorasi adalah bagaimana kekuatan khas seseorang dapat digunakan di dalam bidang yang sedang dijalaninya.

Materi STIFIn tentang Ie menekankan ruang untuk berkreasi, melihat gambaran besar, mempolakan, menginvestigasi, membuat hipotesis, memperbarui, dan menghasilkan gagasan.

Pada Nadhira, sebagian kecenderungan tersebut sudah terlihat dalam pengalaman akademiknya. Ketika mendapat tugas herbal medicine, misalnya, ia tidak otomatis mengambil objek yang umum digunakan teman-temannya. Ia tertarik mengeksplorasi objek berbeda.

Karena itu, pembicaraan tentang perencanaan karier Nadhira di dunia kesehatan menjadi lebih menarik jika pertanyaannya bukan sekadar:

“Apakah Ie cocok menjadi dokter?”

Tetapi dikembangkan menjadi:

“Di bagian mana dari dunia kedokteran dan kesehatan Nadhira mendapatkan ruang terbesar untuk mengembangkan kreativitas, eksplorasi ide, inovasi, visualisasi, dan ketertarikannya pada sesuatu yang baru?”

Pertanyaan kedua membuka ruang eksplorasi karier yang jauh lebih luas tanpa menjadikan hasil Tes STIFIn sebagai satu-satunya penentu keputusan pendidikan atau profesi.

Apa Insight yang Didapat Nadhira Setelah Tes STIFIn?

Bagi Nadhira, hasil Intuiting extrovert terasa berkaitan dengan berbagai keputusan yang sebelumnya sudah ia ambil secara alami.

Ia menyukai dunia kedokteran, tetapi pada saat yang sama memiliki ketertarikan kuat terhadap fotografi pesawat dan desain grafis. Dalam aktivitas akademik, ia juga berani mengeksplorasi topik yang berbeda. Bahkan dalam keseharian, ia menyadari dirinya kurang menyukai ritme yang terlalu monoton.

Itulah mengapa respons spontan Nadhira setelah mendapatkan penjelasan hasil terasa sederhana tetapi kuat:

“Hasilnya relate banget dengan keputusan-keputusan yang saya ambil.”

Tes kali ini tidak serta-merta memberikan satu jawaban tentang profesi apa yang harus dipilih Nadhira. Namun, hasil dan proses penjelasannya menjadi salah satu bahan baginya untuk mengenali pola dirinya sebelum menyusun langkah pendidikan dan karier berikutnya di dunia kedokteran dan kesehatan.

FAQ tentang Pengalaman Tes STIFIn Nadhira

Apa hasil Tes STIFIn Nadhira?

Hasil Tes STIFIn Nadhira adalah Intuiting extrovert (Ie). Dalam konsep STIFIn, Ie merupakan salah satu dari sembilan Personaliti Genetik dan dikaitkan antara lain dengan kreativitas, gagasan, orientasi masa depan, kemampuan merangkai ide, dan kreativitas spasial.

Mengapa Nadhira mengikuti Tes STIFIn?

Nadhira mengikuti Tes STIFIn setelah ibu dan adiknya lebih dahulu melakukan tes. Sebagai mahasiswi kedokteran berusia 24 tahun, ia ingin mengenali dirinya sekaligus mendapatkan perspektif untuk merencanakan pendidikan dan karier di bidang kedokteran dan kesehatan.

Apakah hasil Tes STIFIn Nadhira sesuai dengan dirinya?

Menurut Nadhira, hasil tersebut “relate banget dengan keputusan-keputusan yang saya ambil.” Ia menghubungkannya dengan beberapa pengalaman pribadinya, seperti menyukai fotografi pesawat, desain grafis, memilih topik praktikum yang tidak umum, dan kecenderungan menghindari rutinitas monoton.

Di mana Tes STIFIn Nadhira dilakukan?

Tes dilakukan melalui layanan home visit di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sehingga peserta dapat mengikuti proses Tes STIFIn di lokasi yang telah disepakati.

Apakah Intuiting extrovert bisa berkarier di bidang kedokteran?

Hasil Tes STIFIn sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya penentu profesi. Dalam kasus Nadhira, hasil Ie dapat menjadi bahan eksplorasi untuk melihat bagaimana kecenderungan kreativitas, inovasi, investigasi, visualisasi, dan pencarian gagasan baru dapat dikembangkan dalam perjalanan pendidikan maupun kariernya di dunia kedokteran dan kesehatan.

Ingin Tes STIFIn Home Visit di Jakarta Selatan?

Pengalaman Nadhira menunjukkan bahwa Tes STIFIn tidak hanya dapat dilakukan ketika seseorang sedang memilih jurusan sekolah. Mahasiswa maupun orang dewasa dapat menggunakannya sebagai salah satu sarana untuk mengenali kecenderungan diri dan mengeksplorasi rencana pengembangan diri ke depan.

Bagi Anda yang berada di Pasar Minggu atau wilayah Jakarta Selatan dan ingin mengikuti Tes STIFIn, tersedia layanan Tes STIFIn home visit sesuai jadwal dan area layanan.

[CTA: Konsultasikan Jadwal Tes STIFIn Home Visit]

[CTA: Daftar Tes STIFIn]

Testimoni dalam artikel ini berasal dari pengalaman pribadi peserta. Pengalaman setiap orang dapat berbeda. Hasil Tes STIFIn sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan pendidikan, karier, atau keputusan penting lainnya.

Hasil Tes STIFIn Intuiting extrovert Ie - 081805180808 tesstifin.id