STIFIn Test, Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah

STIFIn Test, Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah - tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Untuk di PKBM Sekolah Bilal, dikatakan Hansi sudah menawarkan ada paket Stifin tes saat pendaftaran. Ini adalah kebijakan sekolah yang tujuannya untuk metode pembelajaran sekolah. ‘’Tes Stifin ini kami lakukan di awal tahun ajaran baru, dan dilakukan kepada seluruh anak secara bertahap, dan kepada orang tuanya. Setelah tes itu dijadwalkan penjelasan hasil tesnya. Untuk Pendidikan di sekolah, dan parenting di rumah,’’ kata Hansi.

STIFIn Test Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah tesstifin.id 081805180808 - STIFIn Test, Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah

Artinya, ditambahkan Hansi, ketika sudah dijelasin dari hasil tes itu, maka akan bisa dilakukan, dengan memiliki seorang anak intuiting maka orang tua harus tahu bagaimana cara mendidiknya. Atau misalkan anak sensing, thinking, feeling dan insting sekali pun.

 

‘’Apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak sudah tahu dari tes Stifin, tujuannya agar ada sinkronisasi antara pihak sekolah dengan orang tuanya di rumah. Supaya tidak saling bertabrakan dengan apa yang diajarkan di sekolah, dan apa yang akan diharapkan dari anak bisa tercapai,’’ jelasnya.

Apa itu stifin tesstifin ID 1 - STIFIn Test, Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah

Jadi, Stifin ini merupakan salah satu alat yang bisa dipedomani dalam mendidik anak. Dan di PKBM Bilal sudah menerapkannya sejak 2016 hingga sekarang. Dan juga menjadi acuan sekolah dalam kegiatan belajar. Efeknya luar biasa. Dalam Stifin ini dibahas kecenderungan, antara intuiting dengan sensing itu jauh berbeda. Meski ada beberapa kesamaan. Maka dari itu cara mengajarkannya pun beda, dan pendekatannya juga beda. Membujuk ketika si anak marah, atau menangis juga berbeda. Dan ini juga diterapkan hal sama ketika si anak kembali ke rumah.

Dilanjutkannya, anak sensing ini adalah anak reward. Segala sesuatu itu berdasarkan apa yang akan dikasih. Namun akan berbeda ketika bersama anak intuiting. Ketika ditawarkan hal yang sama itu tidak kan berefek.

‘’Ini menjadi tolak ukur orang tua, in sya Allah semua bisa Ketika digali lewat Stifin tes.khususnya dalam mendidik anak,’’ paparnya.

Apa Itu STIFIn Test tesstifin.id 08805180808 - STIFIn Test, Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah

Bagaimana proses tesnya? Tahap awalnya input data, baik si anak maupun orang tuanya, kemudian akan disidik sepuluh jarinya, dimulai dari jempol sebelah kanan, runut sampai kelingkling. Dan lanjut jempol tangan kiri dirunut hingga kelingking.

Lalu hasil sidik,dan scaning melalui aplikasi khusus selesai itu dikirim sistem Stifin terpusat ke Jakarta. Waktu tesnya sebentar saja, 5-10 menit hasilnya keluar. Namun penjabaran ataupun penjelasan hasil tesnya bisa minimal 3 jam.

“Dengan metode test Stifin ini kita bisa mengetahui potensi dan bakat juga karakter anak dari dini. Jadi kita tahu mau dibawa ke mana anak ini yang sesuai dengan bakat dan potensinya,” jelasnya.

Mengenai akurasi Stifin, seperti yang disampaikan oleh Founder Stifin Farid Poniman, tingkat akurasinya mencapai 97 persen. Jadi sang founder pernah melakukan tes ke 300 orang. Dari 300 orang tersebut yang hasil berubah setelah tes kedua hanya 2-3 orang saja.

tes stifin indonesia mengenal potensi diri 1 - STIFIn Test, Bantu Mendidik Anak Lebih Terarah
Sejarah Singkat Konsep STIFIn

Sejarah Stifin dimulai dari keseriusan Farid Poniman merumuskan konsep Stifin dimulai dari panggilan tugas perusahaannya untuk menekuni bidang sumber daya manusia. Pencetus awalnya, dimulai sejak mengikuti tes MBTI pada tahun 1989 di kantornya ketika ia masih bekerja di PT Procter & Gamble Indonesia . Konsep Stifin sendiri ditemukan pada tahun 1999, dari kumpulan beberapa teori psikologi, seperti neuroscience, dan ilmu sumber daya manusia.***

Kabar Duka, Pendiri STIFIn Farid Poniman Tutup Usia

Penemu STIFIn Ayah Farid Poniman Meninggal Dunia 27 Januari 2024

tesstifin.id – Farid Poniman, penemu dan juga pendiri STIFIn atau konsep pengembangan sumber daya manusia manusia tutup usia di Bandung, Sabtu (27/1/2024). Sebelumnya Farid Poniman sempat dirawat di RSHS Bandung.

Farid Poniman meninggal dunia di usia 59 tahun. Jenazah Farid Poniman dimakamkan di Firdausi Memorial Park, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Bapak Farid Poniman meninggal dengan wajah tersenyum pada Sabtu pukul 02.30 WIB di RSHS Bandung,” ujar Jamil Azzaini, besan Farid Poniman saat mewakili keluarga memberikan sambutan perpisahan sewaktu menjelang salat jenazah di Masjid Darussalam Bandung.

AeCDrQr8 t - Kabar Duka, Pendiri STIFIn Farid Poniman Tutup Usia

Diketahui, Farid mengenalkan konsep pengembangan sumber daya manusia berbasis STIFIn mulai tahun 2009. Hingga kini ada 576.142 orang yang memakai metode tersebut. Ada 90 cabang yang tersebar di Indonesia, Singapura dan juga Malaysia.

Jamil Azzaini bercerita waktu meninggalnya Farid Poniman memang Allah telah mengaturnya. Seperti ketika anak dan menantunya melaksanakan umrah sewaktu Farid dalam perawatan. Tapi perjalanan umrah itu dipercepat sehari. Sehingga keluarga bisa mendampingi pada saat-saat terakhir Farid Poniman.

Semasa hidupnya, karir pendiri STIFIn Farid Poniman sudah malang melintang di sejumlah perusahaan multinasional. Termasuk juga pernah bekerja di perusahaan media seperti Harian Republika menjadi Kepala Bagian Marketing dan Communication, Majalah Ummat sebagai GM, P&G dan menjadi entrepreneur melahirkan STIFIn dan Kubik Leadership.

Belahan Otak Dominan dalam Konsep STIFIn tesstifin.id 081805180808 - Kabar Duka, Pendiri STIFIn Farid Poniman Tutup Usia

Mengenal Konsep STIFIn yang Didirikan Farid Poniman

Farid Poniman pernah mengatakan STIFIn merupakan konsep yang simpel, akurat dan aplikatif dalam pengembangan sumber daya manusia yang populer.

Simpel karena bisa mengetahui jenis mesin kecerdasan otak yang dominan seseorang. Hanya dengan sebuah sidik jari maka hasilnya akan keluar dalam hitungan menit. Reliabilitas dan validitasnya juga mencapai 95 persen.

“Hasil tes seseorang meski diulang cenderung sama dan cocok, merasa gue banget. Aplikatif, insya alloh seorang bisa mencapai kesuksesan dengan menemukan jalan dan jati dirinya,” jelasnya.

Sementara Dr Indrawan Nugroho menyebut Pendiri STIFIn Farid Poniman telah mencetak banyak kader dan menyebarkan ilmu. Termasuk dirinya yang menduduki jabatan Direktur Kubik Leadership.

“Awalnya mungkin banyak orang tak mengerti pikiran dari Mas Farid Poinan, namun ternyata dengan berjalannya waktu pikirannya terbukti benar,” tuturnya.

Sepeninggal Farid Poniman yang merupakan pendiri STIFIn, kini Yayasan STIFIn Indonesia dan STIFIn Genetic akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Tujuannya guna mengembangkan STIFIn ke berbagai negara ASEAN. Targetnya 200 cabang dengan 20 cabang luar negeri. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Mesin Kecerdasanku

STIFIn-9-PERSONALITI-GENETIK tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi diri, agar lebih sukses dalam meraih prestasi dan mencapai mimpi-mimpi. Salah satu cara untuk mengetahui potensi diri melalui mesin kecerdasan yang dikenal dengan STIFIn. STIFIn ditemukan oleh Earid Poniman pada tahun 1999. Menurut konsep STIFIn membagi 5 jenis kecerdasan yaitu: Sensing,Thinking,Intuiting,Feeling dan Insting.

 

Pada tahun 2018 silam melalui kegiatan pelatihan pengembangan sekolah dengan metode TOPS, salah seorang teman memperkenalkan tentang STIFIn ini. Beliau bercerita panjang lebar hingga mengundang rasa penasaran ku. Akhirnya baru ditahun 2019, sewaktu mengikuti kegiatan pengembangan kepala sekolah Expert Program melalui metode TOPS(Transformasi, Optimalisasi, Pendidikan berbasis Syariah) oleh master traynernya bapak Zayd Syaifulah.Setelah di uji ternyata mesin kecerdasan ku adalah Insting di singkat dengan In belahan otak tenggah.

Mesin Kecerdasan Insting tesstifin.id 081805180808 - Mesin Kecerdasanku

Yuks teman-teman kepoin seperti apa mesin kecerdasan ku menurut konsep STIFIn ini.

In adalah singkatan dari Insting yang berarti merujuk kepada naluri sebagai indera ketujuh anda, yang dilengkapi dengan kemampuan serba-bisa. Kecerdasan tersebut dikemudikan secara otomatis sehingga membuat anda responsif, mudah beradaptasi,dan banyak kawan. Ini intisari tentang orang yang kecerdasannya Insting menurut STIFin, teman-teman yang tertulis dalam sertifikat.

 Empat kata kunci orang Insting: merangkai, reflek,berkorban,otomatis.

Cara belajar : merangkai bacaan menjadi rangkuman dan menggurai kembali sampai tuntas, gunakan latar musik.

Cara meningkatkan minat belajar : hilanngkan tekanan dengan Sacffoldinng(dibimbing dari dekat)sesaatnya.

Klu diri: memcari peran untuk multitasking-kan pengabdiannya.

Karir di industri yang sesuai : 1. Musik/performance, jasa,kuliner,agama/budaya/charity

2. Pembalap, entertainer,agamawan,aktivis,musik,cheff,jurnalis,pelayan masyarakat, mediator, tangan kanan untuk semua posisi dan semua industri, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa,atlit serba-bisa dll.Wah keren ya teman-teman, namun menurut STIFIn tanggung dan tidak tuntas, maka dibutuhkan keseriusan agar bisa sukes.

 

Sisi positif orang Insting yang perlu dibina dan hal yang perlu diwaspadai adalah :

Spiritual yang hebat namun individu yang galak dan temperamental; nalurinya tajam dan pandai meramal namun peragu dan tidak punya prisip. Isi kepala lengkap sebagai generalis umum membuatnya tanggung tidak tuntas. Ingin tenang dan bahagia namun kurang assetive. Sangat responsif,cepat dan komprehensif namun dalam kontektual sebatas ad hock dan kurang jangka panjang. Jujur dan polos namun seringkali naif.Sekali lagi ini menurut apa yang tertulis di sertifikat.

Satu hal yang penting Kemistri ngeklik secara alami (selalu) Bahagia.

Sistem operasi otak tipe Insting

berada di:Belahan Otak Tengah, Lapisantidak ada.

 

Jeniskecerdasan: AltruistQuotient (kecerdasan dalam bekerja untuk orang lain).

Peranan: Partner (Mitra).

Kelebihan: 3rd eye (Mata ketiga).

Target: Growth (Pertumbuhan).

Harapan: Contributing (Kontribusi).

Arah Merek: Merek pada keperanannya.

Tabiat terhadap uang: Penolong.

Bentuk Jasmani: Stenis atau datar.

Kekuatan Jasmani:Adaptasi fisik.

Fungsi Tubuh: Serba-bisa.

Baik teman- teman inilah aku, menurut mesin kecerdasan ku. Bagaimana dengan teman-teman semua, apakah mesin kecerdasanya?. Jika ada yang sama dengan ku mohon berkabar ya. Mohon maaf bukan mau promosi tapi mau bagi informasi, karena saat ikut nyimak chanel kang Tendi Murti di Telegram, mengetahui mesin kecerdasan berhubungan dengan banyak hal, kesehatan, karir termasuk juga tentang menulis, menurut beliau ada hubungannya. Begitu juga saat penulis ikut pelatihan di School of Human Capital, disampaikan oleh master trainernya Ahmad Pranggona bahwa mesin kecerdasan berpengaruh terhadap profesi dan banyak hal. Seperti kesehatan, penyakit, karir dll.

 

Lembah Harau, 2 Juli 2020

Tantangan menulis hari ke- 73

Sumber : gurusiana.id

Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Memahami STIFIn menurut Agama dan Ilmu Kedokteran tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Asosiasi Promotor STIFIn menyelenggarakan Stadium Generale dengan tema “STIFIn Ditinjau dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran”, Ahad (31/1/2021) via aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung di akun Youtube STIFIn Institute. Ada 3 narasumber yang hadir pada acara tersebut, yaitu: STIFIn Health Trainer dr. Hendra Agusswarman S., Founder STIFIn Farid Poniman, serta Ketua MUI Dr. K.H. Jeje Zaenudin. Dokter Hendra memaparkan hasil riset uji klinis dengan validitas tinggi yang membuktikan adanya keselarasan antara sistem operasi otak yang dominan dengan sistem organ tubuh yang dominan pada diri seseorang. Ia mengawali penjelasannya dengan memaparkan hasil penelitiannya pada 26 Agustus hingga 4 Desember 2015.

STIFIn Health tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sebelum melakukan penelitian, dr. Hendra telah berdiskusi dengan Ayah Farid Poniman mengenai STIFIn dan berkesimpulan bahwa hipotesa yang ia temukan harus dituangkan secara ilmiah. “Setelah diskusi, saya pikir, konsep ideal ini harus dipelajari lebih lanjut dan dilihat hasil nyatanya lewat penelitian,” ujar dr. Hendra. Kemudian, ia melakukan uji sampel pada 96 siswa-siswi SMP di Balikpapan untuk mendapatkan sampel yang mewakili semua Personality Genetic (PG). Ada tiga tahapan yang dilakukan dr. Hendra dalam pengumpulan data, yaitu: melakukan tes STIFIn, melakukan medical check up, dan menganalisis hasil medical check up. “Kami melakukan tes STIFIn dulu, tidak mudah ya mendapatkan jumlah sampel yang mewakili setiap personality genetic, dan tidak mudah lagi melakukan tahap penelitian selanjutnya,” kata dr. Hendra yang juga seorang Health & Wellness Consultant. Tahap penelitian selanjutnya yang ia maksud adalah pemeriksaan abdomen untuk mengetahui organ tubuh mana yang dominan dari setiap PG. “Perlu diketahui, setiap Mesin Kecerdasan dalam STIFIn memiliki organ utama. Misalnya: Sensing organ utamanya lambung, Thinking organ utamanya ginjal, Feeling organ utamanya paru-paru, Insting organ utamanya jantung, Intuiting organ utamanya adalah liver atau hati,” jelasnya. Berdasarkan hasil penelitian, dr. Hendra menemukan bahwa Feeling (F) memiliki diameter paru-paru paling dominan, khususnya di rongga dada kiri yaitu berukuran 14,35 cm. Lalu, hasil rontgen thorax (dada) juga menunjukkan bahwa di rongga dada kanan, diameter terbesar yaitu 13,90 cm dimiliki oleh Intuiting (I) karena di area ini juga terdapat organ Liver atau hati yang dominan berada di area rongga dada/perut kanan. Kemudian, analisa hasil USG abdomen (perut) menunjukkan bahwa Thinking (T) memiliki diameter rata-rata ginjal paling dominan, yaitu 14,17 cm. Sementara itu, hasil pemeriksaan darah (Hematologi) menunjukkan bahwa Insting (In) memiliki aktivitas kerja jantung dan sirkulasi darah yang dominan, ditunjukkan dengan tingginya kadar sel darah merah/entrosit, hemoglobin dan sel darah putih/lekosit (dalam batas normal). Hasil pemeriksaan darah (Hematologi) terkait Trombosit (keping pembekuan darah) menunjukkan Sensing (S) memiliki jumlah yang lebih dominan (dalam batas normal), bisa jadi untuk menunjang aktivitas S yang aktif secara fisik, terutama di bidang olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera. Dominan di angka trombosit ini membuat S memiliki kecenderungan lebih cepat pulih dari cedera. “Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan kesesuaian secara tepat berdasarkan pengukuran anatomi pada Thinking (USG Abdomen), Intuiting, dan Feeling (Rontgen Thorax),” tegasnya. Selain itu, penelitian juga menunjukkan dominasi aktivitas jantung dan sirkulasi darah pada Insting berdasarkan analisa Hematologi. Penelitian juga menunjukkan dominasi Sensing berdasarkan analisa Hematologi Trombosit untuk recovery pasca aktivitas fisik. “Perlu dipertimbangkan jenis pemeriksaan yang lebih sesuai untuk menggambarkan dominasi organ lambung pada Sensing melalui pemeriksaan endoskopi/gatroskopi sehingga lebih tepat menggambarkan dominasi organ Lambung (sistem pencernaan) pada Sensing,” harapnya. 

STIFIn Spiritual tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sementara itu, Dr. K.H. Jeje Zaenudin memotret insight dalam konsep STIFIn yang tertuang dalam buku Pancarona. Wakil Ketua PP Persatuan Islam itu membuka dengan pengertian Fitrah, Shibghah, dan Syakilah. Menyitir ayat Alquran surat ar Ruum ayat 30, surat Albaqarah ayat 138, dan surat Al Isra ayat 82-84, Dr. K.H. Jeje menjelaskan bahwa fitrah itu adalah potensi positif dan ketuhanan tentang sifat dasar manusia yang membutuhkan keterikatan dan hubungannya dengan Allah, yaitu shibghah Allah (celupan Allah). “Sementara Syakilah adalah bagaimana cara manusia menyikapi kegagalan dan kesuksesan. Setiap orang akan bekerja, berbuat berdasarkan kecenderungannya,” ujar K. H. Jeje. Konsep fitrah, shibghah dan syakilah inilah, menurut Ustaz Jeje yang mendapatkan kesesuaian relevansi dengan mesin kecerdasan dan personality genetic dalam STIFIn. Ustaz Jeje juga mengingatkan bahwa manusia juga diberikan kemudahan, namun ada yang diberikan kemudahan dalam kemudahan, ada juga diberikan kemudahan dalam kesulitan. Sementara itu, mengenai sidik jari, Alquran menjelaskan dalam surat Al Qiyamah ayat 3-5 yang menyebutkan ‘banaanah’ yaitu ujung jari tangan dan kaki manusia. Lebih lanjut, dalam Hadits Nabi saw juga diceritakan mengenai seseorang pada zaman Nabi saw yang mengetahui mengenai ilmu sidik jari. “Dengan demikian, ada korelasi antara kecenderungan, bakat, minat manusia dengan apa yang diciptakan Allah dalam ‘diri’ seseorang yaitu pada otak dan hati,” jelasnya. Manusia, lanjut Ustaz Jeje, tidak lepas dari fitrah, shibghah, dan syakilah yang ada dalam dirinya, tetapi manusia diberi kemerdekaan untuk mengikutinya atau menyelisihinya. “Islam tidak mengingkari kemampuan manusia untuk menyingkap sebagian rahasia alam yang Allah ciptakan. Islam justru mendorong manusia untuk terus meneliti dan menyingkap rahasia-rahasia Allah yang tersimpan dalam dirinya,” tutup Ustaz Jeje. 

P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sebagai keynote speaker, Farid Poniman menjelaskan bahwa konsep STIFIn sangat bisa diaplikasikan dalam segala bidang kehidupan. “Sejauh ini, hipotesa yang kita buat Alhamdulillah berjalan dengan baik, bisa dengan mudah digunakan dalam segala bidang kehidupan. InsyaAllah konsep STIFIn ini akan survive terus berlangsung dan bisa digunakan, juga tidak bertentangan dengan alquran dan hadits,” ungkapnya. Founder STIFIn ini juga mengatakan bahwa alam semesta yang diciptakan oleh Allah swt juga memiliki karakternya masing-masing. Dalam sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa malaikat takjub saat Allah swt menciptakan bumi meskipun dalam keadaan miring dan bergoyang. Lalu Allah tancapkan gunung dan bumi tak lagi bergoyang, malaikat pun kembali takjub. “Bumi itu mempunyai karakter Sensing Introvert, sementara gunung itu Intuiting. Gunung dikalahkan oleh Logam, logam itu Thinking. Kemudian Api menaklukkan Logam, api itu adalah Feeling. Lalu Air menaklukkan Api, air itu Insting. Dan apa yang dapat mengalahkan air? Yaitu Angin, angina itu karakternya Sensing Ektrovert. Ini adalah siklus tertutup yang sesuai dengan teori STIFIn,” jelas Ayah Farid. Mengetahui penciptaan langit dan bumi sangat penting, namun ternyata, Allah swt telah menciptakan karakter manusia sejak 50 ribu tahun sebelum alam semesta diciptakan. Disebutkan dalam Alquran surat al Insan ayat 1: “Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” Farid mengatakan dalam bahwa Syeikh Qadir Jaelani menafsirkan ayat tersebut bahwa yang dimaksud adalah karakter manusia sudah diciptakan sebelum Allah menciptakan dimensi ruang dan waktu. “Ini menjadi sangat menarik karena ternyata di balik pentingnya waktu, ternyata ada yang lebih penting untuk kita pelajari, yaitu mengenali karakter manusia,” ujarnya. STIFIn membagi karakter seseorang menjadi 5 Mesin Kecerdasan, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting dengan 9 Personality Genetic, yaitu penambahan Introvert dan Ekstrovert. “Lima mesin kecerdasan itu sudah mencakup semuanya, membagi habis, sangat distinctive. Begitu dibedah lagi, maka 5 itu menjadi 9 PG, ada introvert dan ekstrovert. Tidak perlu lagi mencari tambahan atau mana yang dibuang, semuanya sudah sangat solid dan signifikan,” tutupnya. [Dhey Siregar]

Konsep STIFIn Hubungan Segilima - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran
Sumber : STIFIn Depok

Menguak Konsep STIFIn dan Kaitannya dengan Carl Jung

Belajar Konsep STIFIn tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Konsep STIFIn diciptakan oleh Farid Poniman bermula ketika ia mengikuti tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator) pada tahun 1989. Saat itu, Farid masih bekerja di PT. Procter & Gambler (P&G) Indonesia.

Dari hasil tes, diketahui bahwa ia bertipe INTJ. Kemudian tahun 1995, Farid mengikuti tes yang kedua kali dengan hasil tes yang berubah, ENTP.

 

Menurutnya, dengan menggunakan tes MBTI selain harus mengingat-ingat tentang tipe yang cukup banyak (16 tipe), juga peluang untuk hasilnya berubah-ubah sangatlah besar.

Demikian juga dengan tes-tes berbasis Fenotip lainnya.

Dari situ terpikirkanlah olehnya untuk membangun alat tes yang lebih sederhana namun jitu. Apalagi jika kemudian hasilnya stabil dan tidak berubah-ubah.

Tahun 1999, beliau bersama dua orang kawannya yang kini menjadi tokoh terkemuka di Indonesia, Indrawan Nugroho dan Jamil Azzaini, mendirikan perusahaan bernama Kubik Leadership yang kini menjadi Top 10 Training & Consultancy Provider terbaik di Indonesia.

Sebelumnya, Kubik adalah agensi periklanan. Mereka memulai dengan menulis buku dan menyusun modul pelatihan yang berbasiskan kepada karakter personaliti pesertanya.

Konsep inilah yang lalu diberi nama STIFIn.

Di Kubik inilah awal mula dari proses risetnya untuk membuktikan konsep dan pemikirannya tentang STIFIn.

Setiap sebelum sesi pertama training Kubik dimulai, peserta training diminta mengisi kuesioner untuk disimpulkan jenis personalitinya.

Sesi-sesi berikutnya sudah merupakan proses koreksi dan afirmasi terhadap Konsep STIFIn yang dibenturkan dengan apa yang dirasakan oleh peserta.

Pada buku best seller karya pertamanya yang berjudul Kubik Leadership konsep kepribadiannya masih bernama STIF, tanpa In (tipe Insting).

Kesadaran menemukan keberadaan kepribadian Insting itu datang dari hasil observasinya khususnya terhadap istrinya yang memiliki kepribadian ternyata bukan termasuk di antara S-T-I-F.

Sejak itulah kemudian konsep pemikirannya dianggap sudah utuh menjadi STIFIn tanpa memerlukan penyempurnaan lagi.

Memang kemudian masih banyak yang skeptis, jangan-jangan nanti masih ada tambahan lagi sehingga tidak layak lagi bernama STIFIn.

Maka hingga buku tersebut diterbitkan, Farid menegaskan bahwa konsep Lima Mesin Kecerdasan dan Sembilan Personaliti STIFIn dianggap telah final.

Di balik proses risetnya itu, Farid disebut telah melakukan riset juga di Malaysia.

Ia mengumpulkan teori-teori yang membangun teori STIFIn yang merupakan gabungan dari tiga teori, yaitu:

Teori Fungsi Dasar S-T-I-F dari C.G. Jung (1875-1959), teori belahan otak atau The Whole Brain Concept dari Ned Hermann, teori Triune Brain dari Paul MacLean (1976).

Farid Poniman (2009) telah menyimpulkan bahwa fungsi dasar S-T-I-F jika dikaitkan dengan teori Ned Hermann tentang kuadran otak, maka keempat fungsi dasar tersebut adalah merupakan ciri-ciri kepribadian yang tetap yang bersumber dari belahan otak (jenis kecerdasan) dan paling kerap digunakan.

Terdapat juga beberapa teori yang turut dijadikan rujukan dalam pembentukan personaliti STIFIn, yaitu The 4MAT Sistem Belajar yang dikembangkan oleh Bernice McCarthy merujuk kepada empat jenis siklus Kolb:

Divergens (mengapa?), Assimilators (apa?), Convergens (bagaimana?) dan Accommodators (Bagaimana?).

Model lain yang turut mempunyai kaitan secara tidak langsung ialah VARK (visual, auditory, reading, kinaesthetic) dan perluasan teori Myers-Briggs (MBTI).

Jika dilihat pada teori C.G. Jung dan Myers-Briggs tanpa memasukkan orientasi introvert dan ekstrovert, hasilnya akan sama dengan Model HBDI.

Lalu bagaimana dengan teori untuk kecerdasan kelima pada STIFIn yaitu tipe Insting (In)?

Farid merujuk pada teori Triune Brain Paul MacLean di mana ada reptilian brain.

Lebih lanjut menjelaskan, kecerdasan kelima ini terletak pada fungsi Hindbrain atau Otak Tengah (cerebellum, medulla, midbrain, pons, dan brain stem [kompilasi dari pemikiran Luria A.R. 1970. The Functional Organization of the Brain]).

Dari perjalanan panjang mengkompilasi teori-teori tersebut, sudahlah final teori STIFIn.

Ada lima belahan otak dengan paket fungsi otak masing-masing yang kelak akan mempengaruhi tindak-tanduk manusia sesuai fungsi-fungsi otak yang paling mempengaruhinya dan kesemuanya setara.

Menurut Farid, masing-masing tunduk pada konsep “Sunnatullah”, di mana ada kelebihan sekaligus kelemahan masing-masing.

Bagaimana dengan Personaliti Genetik (adanya introvert dan ekstrovert, red)?

Farid mengobservasi kedua anaknya yang bernama Nabila dan Himma.

Keduanya sama-sama Sensing, namun Nabila memiliki personaliti genetik Sensing ekstrovert (Se) dan Himma Sensing introvert (Si).

Dalam hal menjalankan peran mereka misalnya, Nabila yang Se masih mau tetap berdagang dan cenderung tidak fokus ke satu peran.

Ia selalu menangkap peluang.

Sedangkan Himma yang Si cenderung lebih fokus ke satu peran.

Dari kejadian tersebut Farid menemukan bahwa di setiap belahan otak, memiliki orientasi atau cara kemudi (drive) yang berbeda.

Yang satu berorientasi dari dalam ke luar, terstimuli dari dalam ke luar, yang ini lebih bisa fokus, introvert.

Yang satu berorientasi dari luar ke dalam, menerima stimuli dari luar yang kemudian mengemudikan dirinya untuk lebih mudah terpengaruh dan terbuka pada respon luar, yang ini lebih mudah tergoda fokusnya, ekstrovert.

Farid berteori, jika dilihat secara genetik, orientasi introvert-ekstrovert ini ternyata berasal dari cara kerja lapisan putih dan lapisan kelabu pada otak.

Jika lapisan putihnya lebih aktif, maka introvert.

Jika lapisan kelabunya lebih aktif, maka ekstrovert.

Kedua lapisan ini ditemukan pada otak limbik dan neokortek, sedangkan pada otak tengah tidak.

Maka, masing-masing S-T-I-F menjadi dua kepribadian genetik (Si, Se, Ti, Te, Ii, Ie, Fi, Fe) sedangkan tipe In berlaku sebagai Mesin Kecerdasan sekaligus Personaliti Genetik.

Itulah mengapa jumlah Personaliti Genetik adalah sembilan.

Belakangan dalam sebuah video, Farid juga menyebut bahwa alasan Nabi Muhammad SAW menikahi 9 istri juga karena berdasarkan personality genetic ini.

P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK tesstifin.id 081805180808 - Menguak Konsep STIFIn dan Kaitannya dengan Carl Jung

Basis Teori STIFIN

Terdapat tiga terori yang menjadi dasar pijakan konsep STIFIn, masing-masing:

  1. Teori Fungsi Dasar dari perintis psikologi analitik berkebangsaan Swiss bernama Carl Gustav Jung yang mengatakan bahwa terdapat empat fungsi dasar manusia yakni fungsi pengindraan (sensing), fungsi berpikir (thinking), fungsi merasa (feeling), dan fungsi intuisi (intuition). Dari empat fungsi dasar itu, hanya salah satu di antaranya ada yang dominan.
  2. Teori Belahan Otak dari seorang neurosaintis Ned Hermann yang membagi otak menjadi empat kuadran yakni limbik kiri dan kanan, serta cerebral kiri dan kanan.
  3. Teori Strata Otak Triune (tiga kepala menyatu) dari neurosaintis lain yang berkebangsaan Amerika, Paul MacLean yang membagi otak manusia berdasarkan hasil evolusinya: otak insani, mamalia, dan reptilia.

Dari tiga teori di atas, Farid Poniman kemudian membagi tipe kepribadian berdasarkan konsep StifiN menjadi 9 macam yaitu:

  1. Sensing introvert
  2. Sensing extrovert
  3. Thinking introvert
  4. Thinking extrovert
  5. Intuiting introvert
  6. Intuiting extrovert
  7. Feeling introvert
  8. Feeling extrovert
  9. Instinct
Beda STIFIn dan MBTI tesstifin.id 081805180808 - Menguak Konsep STIFIn dan Kaitannya dengan Carl Jung

Meski terlihat gabungan dari tiga teori, namun jika diamati secara seksama, pembagian kepribadian model STIFIN sangat terpengaruh oleh tipe psikologis Carl Jung yang mengkategorikan orang ke dalam fungsi psikologis mereka.

Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa ada berbagai sikap dan fungsi kesadaran.

Sikap dan fungsi beroperasi sebagai pasangan yang berlawanan (pairs of opposite).

Jung mengatur empat fungsi ini menjadi dua pasang yang bertolak belakang.

  1. Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) Intuition (N)
  2. Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) Feeling (F)

Jung meyakini bahwa fungsi mana yang mendominasi kesadaran (misalnya, Thinking), kebalikannya (misalnya, Feeling) akan ditekan, dan oleh karena itu akan cenderung menjadi ciri fungsi bawah sadar.

Menurut Jung, kepribadian manusia tidak hanya dipengaruhi masa 5 tahun pertamanya, namun juga pengalaman para leluhurnya yang diwariskan.

Pengalaman leluhur yang diwariskan ini kemudian dikenal dengan istilah ketidaksadaran kolektif.

Teori Empat Elemen dan Carl Jung

Teori empat elemen, yang pada awalnya dicetuskan oleh Empedocles dan dikembangkan oleh Aristoteles, mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam banyak tradisi pada abad ke-20.

Sekolah spiritual berbasis alchemy, astrologi, psikologi Jung, teori personalitas Meyers-Briggs, hingga profil personalitas berbasis empat warna Luscher mengembangkan teorinya dari basis teori empat elemen tersebut, yaitu api, air, udara, tanah.

Menurut Empedocles, seorang filsuf Yunani yang tinggal di Sisilia pada abad ke-5 SM, semua materi terdiri dari empat elemen: bumi, udara, api, dan air.

Api dan udara secara lahiriah menjangkau ke atas dan ke luar, sedangkan bumi dan air menjangkau ke dalam dan ke bawah.

Dalam tulisannya, “Tetrasomia” atau “Doctrine of the Four Elements” Empedocles menggambarkan elemen-elemen ini tidak hanya sebagai manifestasi fisik atau substansi material, tetapi juga sebagai esensi spiritual.

Dia menghubungkan unsur-unsur ini dengan empat dewa dan dewi Yunani: Udara dengan ZeusBumi dengan HeraApi dengan Hades, dan Air dengan Nestis.[i]

“Now hear the fourfold roots of everything: enlivening Hera, Hades, shining Zeus. And Nestis, moistening mortal springs with tears”[ii]

Filsuf Yunani berikutnya, Hippocrates, mengembangkannya dalam istilah: bloodphlegm, yellow bile, dan black bile.

Keempat cairan tubuh tersebut berhubungan dengan organ dan penyakit tertentu, juga merepresentasikan personalitas “Empat Temperamen” atau “Empat Humours”.

Filusuf dan tokoh pagan Yunani lainnya, Galen kemudian memperkenalkan empat dasar temperamen berbasis humors (cairan tubuh): Choleric (Api), Melancholic (Bumi), Sanguine (Udara), and Phlegmatic (Air).

Galen juga menulis: “Harus secara meyakinkan didemonstrasikan bahwa api, tanah, udara, dan air adalah elemen utama yang umum untuk semua hal … dan dalam bukunya On the Nature of Man, Hippocrates yang pertama menjelaskan bahwa elemen tersebut bukan hanya elemen dari semua kosmos, tetapi dia juga yang pertama menentukan kualitas dari elemen—kualitas yang dengannya satu hal bertindak terhadap yang lain dan terpengaruh.”[iii]

Galen kemudian menciptakan panduan sistematis dalam memilih obat-obatan, yang meskipun secara ilmiah tidak benar, menjadi batu fondasi untuk mengobati penyakit psikologis dan psikiatri.

Carl Jung, salah satu pendiri psikologi modern, banyak mempelajari literatur mistik dan alkemi. Konseptualisasinya tentang sensing, thinking, intuition, dan feeling sebagai empat komponen personalitas adalah turunan dari teori kuno Empedocles tentang empat elemen: Api, Air, Udara, Tanah.[iv]

Carl Jung adalah satu di antara banyak ahli teori kepribadian yang mendapat inspirasi dan bimbingan dari teori kuno seperti astrologi dan teori Empat Temperamen.

Selama ratusan tahun, ada semacam ‘tipologi’ untuk mencoba dan mengkategorikan sikap dan perilaku individu dengan perbintangan.

Astrolog Oriental menciptakan bentuk tipologi tertua; percaya bahwa ada sifat kepribadian yang relevan dengan setiap tanda dan bahwa karakter / kepribadian seseorang dapat diklasifikasikan berdasarkan elemen: udara, api, air, dan bumi.[v]

Jung pada awalnya berfokus pada polaritas antara intovert dan ekstrovert, dan mengombinasikannya dengan sensing, thinking, intuition, dan feeling untuk mengembangkan delapan tipe personalitas dasar (Sensing Introvert, Sensing Extrovert, Thinking Introvert, Thinking Extrovert, Intuition Introvert, Intuition Extrovert, Feeling Introvert, Feeling Extrovert).

Empat variabel personalitas yang ada pada alat tes Meyers-Briggs (MBTI) dan turunannya (Keirsey dan DDLI) juga adalah pengembangan dari filosofi psikologi tersebut.

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) mengembangkannya menjadi 16 tipe personalitas, yaitu:

  1. ESTJ : Extrovert, Sensing, Thinking, Judging
  2. ENTJ : Extrovert, Intuition, Thinking, Judging
  3. ESFJ : Extrovert, Sensing, Feeling, Judging
  4. ENFJ : Extrovert, Intuition, Feeling, Judging
  5. ESTP : Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving
  6. ENTP : Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving
  7. ESFP : Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving
  8. ENFP : Extrovert, Intuition, Feeling, Perceiving
  9. INFP : Introvert, Intuition, Feeling, Perceiving
  10. ISFP : Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving
  11. INTP : Introvert, Intuition, Thinking, Perceiving
  12. ISTP : Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving
  13. INFJ : Introvert, Intuition, Feeling, Judging
  14. ISFJ : Introvert, Sensing, Feeling, Judging
  15. INTJ : Introvert, Intuition, Thinking, Judging
  16. ISTJ : Introvert, Sensing, Thinking, Judging

Kebanyakan filusuf dan alkemis meyakini bahwa keempat elemen tersebut ada di dalam diri manusia dalam derajat yang bervariasi, yang mana satu elemen akan lebih dominan dibanding ketiga elemen yang lain.

Carl Jung sendiri mengaitkan 4 temperamen klasik (dan, khususnya, unsur-unsur astrologi) dengan konsep 4 tipe.

Perbandingan antara teori-teori Yunani klasik dengan Carl Jung

EmpedoclesJungGalenPlatoParacelsus[vii]
ApiIntuitiveCholericImaginationSalamander
BumiSensationMelancholicDemonstrationGnome
UdaraThinkingSanguineIntelligenceSylph
AirFeelingPhlegmaticOpinionNymph

Kesamaan antara Teori Jung dengan teori Empat Elemen dan Zodiac

JungEmpedoclesGalenZodiac
FeelingAirPhlegmaticCancer, Scorpio and Pisces

Keterangan: Sensitif dan emosional, keluarga dan hubungan adalah yang paling penting.

Seseorang yang fungsi utamanya adalah perasaan (air) membuat keputusan yang tidak rasional, subyektif  berdasarkan pada nilai-nilai, apa yang benar dan apa yang salah. Bagaimana keputusan tersebut akan mempengaruhi mereka? Bagaimana keputusan tersebut akan mempengaruhi orang lain?

Jung: “Mereka hanya bertanya pada diri sendiri apakah suatu hal terasa menyenangkan atau tidak menyenangkan, dan menyesuaikan diri dengan kesan perasaan mereka.”

JungEmpedoclesGalenZodiac
IntuitingApiCholericAries, Leo, Sagittarius

Keterangan: Berpikir ke depan dan visioner. Guru yang baik, promotor, aktivis dan advokat. Kreatif, energi fisik tinggi.

Seseorang yang fungsi utamanya adalah api mempercayai informasi non-rasional yang dikumpulkan melalui imajinasi, wawasan, dan firasat.

Orang ini merasakan situasi dengan cara global. Mereka secara intuitif melihat ke masa depan, pada kemungkinan, dan pada “gambaran besar.”

Jung: “intuitif … menyerahkan diri sepenuhnya kepada iming-iming kemungkinan, dan meninggalkan setiap situasi di mana tidak ada kemungkinan lebih lanjut yang bisa dicium.” Dalam Tavistock Lecture-nya Jung, ia mengakui bahwa ini adalah jenis yang paling sulit untuk dipahami dan dijelaskan. Ini adalah tipe orang yang bisa “melihat setiap sudut.”

JungEmpedoclesGalenZodiac
ThinkingUdaraSanguineGemini, Libra, Aquarius

Keterangan: Berpikir abstrak, komunikasi dan bahasa. Sangat sosial dan membutuhkan banyak stimulasi intelektual, budaya dan sosial.

Seseorang yang fungsi utamanya berpikir (udara) membuat keputusan yang rasional dan obyektif berdasarkan pada logika yang keras, dingin, logis dan berdasarkan hubungan yang logis.

Jung: mereka “berorientasi pada apa yang mereka pikirkan, dan tidak bisa beradaptasi dengan situasi yang tidak bisa mereka mengerti secara intelektual.”

JungEmpedoclesGalenZodiac
SensingBumiMelancholicTaurus, Virgo and Capricorn

Keterangan: Orang dengan karakter Bumi dikenal karena kepraktisan dan akal sehat mereka. Kemampuan organisasional dan kemampuan untuk bermanifestasi di dunia material atau bekerja dengan dunia materi. Pemikir konkret dan urut. Sangat sensual.

Seseorang yang fungsi utamanya adalah sensasi (bumi) mempercayai informasi yang rasional dan obyektif yang praktis, dan dapat diamati dan dikumpulkan secara langsung melalui panca indera.

Jung: “orang yang membatasi diri pada persepsi sederhana tentang realitas konkret.”

Uniknya, kesamaan konsep ini bukanlah suatu kebetulan.

Teori empat elemen dasar juga dipakai dalam pembagian kepribadian oleh STIFIn dan diakui sebagai unsur alam semesta dalam mesin kecerdasan STIFIn.

Pada sebuah artikel berjudul “Unsur Alam Semesta Mesin Kecerdasan” digambarkan bahwa kelima jari tangan manusia sangat terkait dengan unsur alam semesta.

 

Kepribadian Sensing memiliki unsur Tanah, kepribadian Thinking memiliki unsur Besi, kepribadian Intuiting memiliki unsur Kayu, kepribadian Feeling memiliki unsur Api dan kepribadian Insting memiliki unsur Air.

Konsep STIFIn Hubungan Segilima - Menguak Konsep STIFIn dan Kaitannya dengan Carl Jung

STIFIn juga dengan tanpa ragu menyebut bahwa modelnya memiliki keselarasan dengan teori lama sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

Teori Sirkulasi STIFIN

Dalam konsep STIFIn terdapat  pola hubungan antar kecerdasan yang tergambar dalam hubungan segilima sesuai dengan Teori Sirkulasi STIFIn. Konsep sirkulasi dalam STIFIN diterapkan dalam perjodohan, partner bisnis, tim kerja, keluarga, dan sosial.

Menurut STIFIn, lima mesin kecerdasan membentuk sebuah mata rantai segilima mengikuti jari-jari tangan kanan yang dimulai dari ibu jari hingga kelingking.

Bukan mengikuti urutan akronim STIFIn melainkan menggunakan urutan akronim STInIF (sesuai posisi jari tangan), sebagai sebuah aliran sirkulasi yang saling mendukung.

  • Tipe S yang rajin mendukung tipe T yang sistematis.
  • Tipe T yang terarah mendukung tipe In yang mengalir.
  • Tipe In yang cepat tanggap mendukung tipe I yang banyak ide.
  • Tipe I yang konseptor mendukung tipe F yang visioner.
  • Tipe F yang pandai memberi semangat mendukung tipe S yang tahan banting.

Selain hubungan saling mendukung, lima MK juga dapat membentuk hubungan bintang lima sudut yang hubungannya saling menaklukkan.

Masih memakai pola jari tangan kanan dengan melompati satu mesin kecerdasan:

  • Tipe S yang berstamina mengalahkan tipe In yang nanggung.
  • Tipe In yang responsif mengalahkan tipe F yang banyak omong.
  • Tipe F yang empatik mengalahkan tipe T yang formal berjarak.
  • Tipe T yang memiliki kekuatan arah mengalahkan tipe I yang telalu banyak alternatif.
  • Tipe I yang kreatif mengalahkan tipe S yang peniru.

Dengan mengetahui hubungan saling mendukung dan hubungan saling mengalahkan, konsep STIFIn membuat peta hubungan sosial: ideal atau tidak.

Misalnya, suami tipe T memiliki istri S. Apakah ini hubungan rumah tangga yang ideal?

Berdasarkan hubungan segi lima tadi, S mendukung T, sehingga hubungan suami istri ini bisa dikatakan bagus.

Sebaliknya apa yang terjadi jika seorang pria T beristrikan wanita F?

Berdasarkan pola saling menaklukkan, sang istri yang F akan menaklukkan suaminya, jadi bisa dikatakan ini hubungan tidak ideal.

Bagaimanapun, suamilah yang seharusnya menaklukkan atau didukung, bukan sebaliknya.

Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai pelatihan-pelatihan yang mereka adakan, konsep STIFIn mengklaim bahwa metode pelatihannya adalah karpet merah untuk menuju kesuksesan.

Dengan mengikuti tes sidik jari, atau kadang hanya dengan mengisi kuesioner, kepribadian kita ditentukan oleh para trainer dan mentor.

Kemudian, jalan hidup kita ke depan, baik itu berupa karir, perjodohan, memilih jurusan saat kuliah, metode belajar, cara menghafal Al-Quran, cara investasi dan berbisnis, apapun itu semuanya sudah “disediakan jalannya” oleh STIFIn.

Tak heran, jika para penggelut STIFIn menyebut bahwa konsep mereka adalah ‘way of life’(Fajar Shadiq/arrahmah.com)

End Notes:

[i]Frag. B6 (Sextus Empiricus, Against the Mathematicians, x, 315)

[ii]Peter Kingsley, dalam Ancient Philosophy, Mystery, and Magic: Empedocles and Pythagorean Tradition (Oxford University Press, 1995).

[iii] https://thezodiac.com/soul/elements/cornerstones.htm

[iv] https://carljungdepthpsychologysite.blog/2018/03/15/carl-jung-on-the-synthesis-of-the-four-elements/#.W7cJMXszaUk

[v]‘Describe and Evaluate Carl Jung’s Theory Concerning Personality Types. (2016, Nov 01).

[vi]Carl Jung, Psychological Types, 1921, hal 510-511, 531-532

[vii] Astrolog dan ahli okultisme dari Swiss pada abad ke-16

[viii] https://konsepstifin.com/unsur-alam-semesta-mesin-kecerdasan/

[ix] File presentasi STIFIN untuk para promotor “WSLP day2.pdf”, h. 12

[x] Dalam file berjudul “2. PERSONALITI GENETIK HR” slide no. 13