Tes STIFIn

Kami mendedikasikan diri sebagai kanal informasi dan layanan untuk mengaplikasikan Konsep STIFIn yang Akurat, Simple dan Aplikatif.

Dengan senang hati memberikan layanan :

  1. Konsultasi, 150K perjam 
  2. Tes STIFIn
  3. Penjelasan Privat Hasil Tes STIFIn, 250K perjam
  4. Kursus Online
  5. Seminar, Pelatihan dan Workshop

Harga Tes STIFIn IDR 500K

Melayani Tes di Kota/Kabupaten di Indonesia dengan Promotor STIFIn Terdekat

Berlaku per Januari 2020

Tokoh & Profesional Berbicara

Subiakto Priosoedarsono, Pakar Branding

“Lalu apa hubungannya STIFIn dengan Brand? Ada. Khusus untuk membangun Personal Brand, STIFIn membantu mengidentifikasi Brand DNA Anda. Untuk produk Brand juga akan sangat membantu untuk mengidentifikasi Brand Personality dari produk anda. Jelas akan membuat tampilan LOGO, packaging, restoran, iklan Anda akan berkarakter.”

Prof. Dr. Kuswandi, S.U., M.Phill., Apt., Guru Besar UGM, Pakar Genetika, Pemerhati Pendidikan, dan Pengamat Sosial Budaya

“Hasil tes STIFIn ini sangat cocok dengan saya.  Penjelasannya sangat ilmiah, detail, dan praktis untuk saya pahami.  Jadi menurut saya, tes ini sangat penting untuk dilakukan sedini mungkin agar kita sebagai orangtua tidak salah dalam mengarahkan anak untuk memilih jalur pendidikan dan profesi yang sesuai dengan bakat dan potensinya.  Sehingga anak-anak menemukan cara belajar yang menyenangkan.”

Kris Pujiatni, Psikolog, Dosen Psikologi Fakultas UMS

“Banyak cara untuk memahami diri sendiri & orang lain. Dengan STIFIn kita akan lebih mengerti & memahami diri sendiri dan orang lain. Kerjasama dalam keluarga dan dunia kerja menjadi lebih baik.”

Testimoni

Hery Suherman, Seorang Ayah dari Bekasi

“Dulu saya sibuk mencari kepastian dalam menentukan bakat anak-anak saya, agar dapat diarahkan sejak masih dini. Misalnya ketika anak saya yang no. 2 senang menggambar saya kursuskan menggambar, ternyata lama kelamaan ketahuan dia tidak suka menggambar, begitu seterusnya, sampai akhirnya saya mengenal STIFIn. Sekarang saya tidak ragu lagi ketika anak pertama saya Ie (Intuiting extrovert) mau menjadi pengusaha, anak kedua Fi (Feeling introvert) mau menjadi pembicara, dan anak ketiga Fe (Feeling extrovert) mau menjadi psikolog.” 

Racka Raksa, Mahasiswa STIEB Perdana Mandiri

”Setelah ikut tes STIFIn semester 1, berikutnya dapet IPK diatas 3,7 bahkan sampai 3,95. Dapat beasiswa berturut-turut sehingga wisuda tanggal 8 Oktober kemarin mendapatkan gelar wisudawan terbaik dan dapat penghargaan dari istri Bupati Purwakarta.” 

Putri Yulpani, Pelajar SMAN 1 Cibitung

“Awalnya sebelum mengenal STIFIn dalam belajar saya sangat sulit mencerna pelajaran, sehingga nilai saya kurang memuaskan, lalu semenjak saya mengenal STIFIn dan saya mengikuti cara belajar yang dianjurkan STIFIn, nilai saya sangat meningkat drastis. Terimakasih STIFIn.” 

 Inspirilo, Insting

” … Tujuannya tidak lain ingin mengetahui dengan pasti jalur yang seharusnya saya jalani sebagai arah tujuan hidup. Karena memang kadang saya masih merasa bingung, saya ini cocoknya menekuni bidang apa. Jujur, saya adalah tipe orang yang mudah loncat-loncat, dari satu bidang ke bidang lain tanpa benar-benar menyelesaikannya. Pernah saya merasa sedikitnya frustasi dengan keadaan tersebut, dan saat itu saya mendapati bahwa ikut Tes STIFIn adalah solusi yang bisa saya ambil.” 

Fika, Ti Thinking introvert

“… Aku cuma ingin bilang bahwa mengetahui jenis mesin kecerdasan STIFIn tuh berguna banget, baik untuk pekerjaan, hubungan dengan pasangan, maupun memahami karakter orang lain. … Hidup jadi lebih indah, karena bisa memahami …” – 

Dedeh R, Insting

“Saya merasa terlambat mengetahui hasil tes STIFIn sekarang. Banyak keputusan sebelumnya yang tidak seharusnya saya pilih, namun saya sangat menyadari penyesalan tak akan berarti jika tanpa perbaikan setelahnya. … Hidup ketika itu benar- benar tidak berarti dan tidak tahu mau kemana.” – 

Lily tsabitah – Te Thinking extrovert

“Jadi intinya, mengenal diri sendiri itu emang beneran wajib banget ya, kalo ngenalin sendiri susah ternyata bantuan test kayak begini ngebantu banget. Apalagi nanti kalo jadi Ibu (asikkk), bakalan lebih enak ngedidik anak yang kita tahu sebenarnya bagian mana diotaknya yang lebih dominan dan sebagai ibu Thinking sebaiknya saya seperti apa. Begitulah ilmu baru hari ini singkatnya, mantips betul.” – 

Tes-tes kepribadian yang ada di internet sih, saya sudah coba berbagai macam tes. Tapi yang saya temui pasti selalu yang modelnya isian. Yang kita disuruh jawab pernyataan dulu, baru muncul hasilnya kira-kira tipe kepribadiannya A, B, atau C. "Saya pribadi kurang puas dengan tes-tes yang seperti itu karena banyak faktor yang bisa membuat hasilnya kurang akurat. Pertama, saya sering nggak paham dengan pernyataan yang ada di soal tesnya. Ujung-ujungnya, ya dijawab asal. Yang penting diisi. Kedua, apa yang saya jawab menurut saya hanya mengikuti persepsi saya terhadap diri saya sendiri. Sedangkan yang saya ingin tahu adalah 'bakat kecerdasan' apa yang ada pada diri saya. Bukan kepribadian saya berdasarkan persepsi diri sendiri." - pigeonidn