Tes STIFIn, Cara Mengenali Potensi Anak dari Otak Paling Dominan

Apa-itu-stifin-tesstifin ID

TESSTIFIN.id – Mengetahui minat bakat dan potensi dalam diri anak bisa dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya tes STIFin yang mencakup sensing, thinking, intuiting, feeling dan insting. Orangtua bisa melakukan sejumlah tes dengan metode berbeda untuk mengetahui minat bakat, potensi hingga karakteristik yang dimiliki anak. Meski tidak wajib, namun hal ini bisa membantu orangtua dalam mendampingi anaknya menggali potensi yang dimiliki dan menerapkan pola asuh yang terbaik bagi anaknya.

Melansir dari laman sekolah BPK Penabur, Rabu (26/10/2022), tes STIFIn merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui minat, bakat dan potensi diri seseorang berdasarkan sistem operasi belahan otak paling dominan.  Belahan otak dominan ini disebut sebagai mesin kecerdasan manusia. STIFIn merupakan singkatan dari 5 bagian belahan otak manusia. Umumnya, manusia memiliki 5 belahan otak dengan fungsi dan cara kerjanya masing-masing. Setiap belahan otak tersebut bekerja dengan caranya sendiri. Perbedaan fungsi dan cara ini yang membuat manusia memiliki perbedaan cara berpikir, tindakan hingga sikap. 5 belahan otak dominan manusia Dari sejumlah teori, tes STIFIn dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu sensing, thinking, intuiting, feeling dan insting. Berikut penjelasannya: 1. Sensing: sistem operasi otak satu ini terletak di belahan otak kiri bawah alias sistem limbik kiri. Orang dengan keunggulan sensing biasanya mempunyai memori yang kuat dan rajin. 2. Thinking: letak sistem operasi otak ini di belahan otak kiri atas atau sistem neokorteks kiri. Orang dengan keunggulan thinking biasanya pandai dan suka menganalisa.

Tes STIFIn Indonesia 3 Memilih Jurusan Sekolah Kuliah - Tes STIFIn, Cara Mengenali Potensi Anak dari Otak Paling Dominan

3. Intuiting: berada di sistem neokorteks atau di belahan otak kanan atas. Orang dengan keunggulan ini biasanya mempunyai keahlian inovatif dan kreatif. 4. Feeling: terletak di sistem limbik kanan alias di belahan otak kanan bawah. Orang yang memiliki keunggulan feeling biasanya mempunyai kecerdasan emosi dan naluri sosial. 5. Insting: sistem naluri ini berada di belahan otak kanan. Orang dengan keunggulan ini biasanya memiliki kemampuan serba bisa dan kecerdasan naluri.

Cara kerja dan manfaat tes STIFIn

Tes STIFIn ini bisa dilakukan dengan memindai sepuluh jari anak. Tes ini bertujuan untuk mengetahui belahan otak mana yang lebih dominan menjadi sistem operasi. Tes sidik jari STIFIn hanya bisa dilakukan secara langsung dengan metode Fingerprint Test sehingga hanya dapat dilakukan oleh promotor STIFIn yang berlisensi. Dengan melakukan tes STIFIN, orangtua bisa mengetahui dan mengenali minat, bakat dan ketertarikan diri. Dengan mengetahui apa yang lebih dominan dalam diri, nantinya bisa memudahkan untuk meraih kesuksesan melalui pilihan profesi maupun karier sesuai bakat dan minat.

Itulah penjelasan tentang tes STIFIn atau yang dikenal juga sebagai konsep belahan otak dominan manusia.

Sumber : kompas.com

Anda bisa melakukan tes STIFIn melalui Promotor STIFIn yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri.

Harga STIFIn berlaku secara nasional. Tidak ada perbedaan harga. Anda bisa melaporkan bila ada harga yang berbeda.

Silakan hubungi kami, untuk informasi mengenai Tes STIFIn dan lokasi tesnya:

Tes STIFIn – Indonesia
HP/WhatsApp 0818 0928 0203

atau klik:
https://wa.me/6281809280203

Mengenal Struktur DNA, Otak, Organ, dan Strata Genetik

Konsep STIFIn | Struktur Otak, DNA

Struktur Otak

– Komposisi otak tengah terdiri dari Corpus Collosum (berfungsi sebagai penyangga otak; serat terbesar), Midbrain (penghubung keseluruhan otak; terdiri dari dua batang yang menyatu sebagai penyambung Thalamus dan Ganglia Basal), Pons (menjadi “jalan tol”/penghubung antar belahan otak), Medulla (pusat/sumber gerakan, jalur komunikasi), Cerebellum (pusat keseimbangan tubuh), Spinal atau Batang Otak (mengatur denyut jantung dan pernafasan). Selain itu dilengkapi dengan Sumsum tulang belakang (sebagai pengatur reflek gerakan). Untuk mengingat komposisi otak tengah ini, maka disingkat CMPM CS (Corpus Collosum, Midbrain, Ponds, Medulla, Cerebellum, Spinal)

Komposisi otak limbik atau sistem limbik terdiri dari Girus Singuli (pengendali dan pemimpin sistem limbik), Ventrikel Lateral (rongga cairan otak), Ganglia Basal (integrator gerakan), Putamen (meregulasi gerakan), Amigdala (pusat emosi), Hipokampus (pembentukan memori jangka panjang), Thalamus (pusat pengaturan indrawi), Hipothalamus (pengendali homeostasi seperti suhu, lapar, haus, bau, takut, dan seks), Kelenjar Hipofisis (produsen hormon tubuh). Untuk mengingat komposisi otak limbik ini, maka disingkat GIVE GANGPUTAM HITAHIHI (Girus Singuli, Ventrikel Lateral, Ganglia Basal, Putamen, Amigdala, Thalamus, Hipothalamus, Hipofisis).

Komposisi otak neokortek terdiri dari Lobus Frontal (fungsi intelektual0, Lobus Oxipetal (interpretasi visi), Lobus Parietal (Kesadaran Sensorik dan Asosiasi), Lobus Temporal (fungsi memori dan auditori). Untuk mengingat komposisi otak limbik ini, maka disingkat FROX PARTEM (Frontal, Oxipetal, Parietal, Temporal).

Kapasitas Hardware

Kapasitas hardware atau kapasitas otak merupakan kapasitas yang diukur berdasarkan jumlah sel otak dan dendrit otak yang tersambung sehingga memungkinkan perjalanan impulse di otak semakin baik. Kapasitas hardware akan menentukan IQ seseorang, maka kapasitas hardware dapat diukur seberapa kapasitasnya melalui tes IQ.

Selain melalui tes IQ, kapasitas hardware juga dapat ditaksir dengan mengukur volume besar kepala. Setidaknya bisa dengan mengukur lingkar kepala. Jika lingkar kepala di bawah 65 cm, bisa dikatakan IQ-nya di bawah rata-rata. Sedangkan jika di atas 65 cm, bisa dikatakan IQ-nya di atas rata-rata. Jadi sebetulnya, anak normal dengan ukuran kepala yang besar, berpeluang memiliki nilai IQ yang tinggi, pengukuran seperti ini hanya taksiran dan akurasinya bisa saja kurang.

Cara lain lagi untuk mengukur kapasitas hardware adalah dengan menghitung ridge counting pada sidik jari kesepuluh jari subjek. Yang membedakan STIFIn dengan alat tes bakat berbasis fingerprint lainnya adalah, STIFIn melalui sidik jari mengukur Operating System (software) otak, sedangkan alat tes sidik jari lain malah mengukur Hardware otak dengan cara melakukan ridge counting pada guratan-guratan sidik jari.

Kapasitas Hardware adalah genetik hereditary (diturunkan). Jadi bisa dibilang IQ anak kita diturunkan dari IQ orangtuanya atau kakek neneknya. Selain itu, kapasitas hardware adalah genetik yang menempati urutan keempat, artinya kontribusi kapasitas hardware terhadap prestasi seseorang, itu berada pada posisi keempat di bawah drive, MK dan gender.

Sumber : stifin.com