Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Well,.. well… well…

Welcome to my new post after several weeks of my Hiatus period..

Kenapa Hiatus?

NO REASONMy head stucks with Scholarship Preparations. Yeah,, Mohon doanya yah,, semoga kali ini beruntung. I got my parents blessings, my college supervisor blessing, senior and my boss blessings, now I hope my God blessing.

Sekitar beberapa bulan yang lalu, saya sempat GALAU karena bingung akan 2 hal dalam masa depan :

A. Mau lanjut kuliah lagi                                               B. Mau fokus pengembangan karir 

Well, saya cukup dibuat bingung dengan cita-cita sendiri. Ada kalanya saya ingin menikmati pekerjaan saja, ada kalanya saya ingin kembali menjadi peneliti, sehingga pada suatu ketika, saya mengenal STIFIN, yaitu test kepribadian melalui sidik jari. Dari situ bisa dijabarkan sifat-sifat, cita-cita, cara bergaul, bahkan elemen dan pekerjaan cocok dapat diketahui melalui ini. Sebetulnya saya cukup telat. Akan lebih baik diketahui sedari kecil. Sehingga kita tahu arah pengembangan diri kita nantinya kemana. Apalagi saat tamat SMA dan ingin memilih jurusan. Ini akan saaaangat berguna sekali. Ingin tahu? you can see here  http://tesstifin.id/

So, pada April 2018, saya yakin ingin ikut test hanya untuk memastikan apakah melanjutkan kuliah adalah memang keinginan terbesar dan jalan yang benar atau tidak. Then tadaaaa… here is the result :

kEzQh4hg t - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Olraaaiit.. I am a Thinking Introvert person, which means otak yang paling dominan dan pemimpin dari segalanya adalah otak kiri atas.

So how was my feeling?

Kaget, ga yakin, karena otak kiri adalah pada pelajar santun dan sangat rajin. Sedangkan saya? Nothing but a sleepyhead, I guess. Dan saya lebih suka pelajaran seni daripada matematika. Sempat ingin masuk jurusan Seni drama tari musik tapi malah masuk ke Farmasi. But according to Stifin, I am in the right path. Saya tidak salah jurusan.

Sebetulnya untuk lebih lengkap kamu bisa main-main ke halaman web resminya Stifin tentang Deskripsi Thinking Introvert. Tapi saya lebih suka versi beberapa orang dengan bahasa yang gampang dimengerti.

So? Let me talk about that deeply.

Tipologi Fisik Ti jpg 2 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Those are exactly true 

Dari dahulu hingga sekarang, saya kuat mau ngapain aja atau kemana aja, jarang mengeluh dan jarang sakit.

Touring or Trekking : Hayuk

Daki Gunung : Hayuk 

Kerja dari pagi sampai malam dan lembur terus-terusan : Bisa

Banyak planning tapi jarang terealisasi : Betul

Karena malas memang, mau ngapain aja harus mikir dulu, kemudian bimbang, (Jadi, engga, jadi, engga, iya, engga, iya, engga), Terus ga jadi deh. Kebanyakan mikir emang, galau. Jadi bagaimana supaya tidak malas? Nah menurut mentor Stifin saya, manusia itu berbeda-beda cara mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Itu biasanya didasarkan oleh lapisan otaknya (Introvert-Ekstrovert) like this :

Konsep STIFIn Drive introvert extrovert - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

So, berhubung karena saya adalah Introvert, falsafah hidupnya adalah neraka dan cara memotivasinya adalah ditantangMeaning?? Jika kamu mau ngasih saya suatu tugas, saya akan dengan semangat mengerjakannya jika kamu bilang “Na, tugas ini harus selesai hari ini, kalau tidak selesai kamu dipecat”. Atau ditantang seperti “Lah, masak ini saja kamu ga bisa? dia aja bisa”. Berbeda dengan Ekstrovert, yang mesti diiming-imingi surga dan difasilitasi dahulu. Jika dikasih tugas, cara ngomong yang mendorong dia bergerak adalah “Dek, kamu kerjain tugas ini ya, kalau selesai nanti kita main ke Dufan” atau “Dek, kamu harus mencapai target kerjaan 50% lagi ya, kalau nanti targetnya tercapai dikasih bonus tambahan deh”.  Well, bagusnya adalah, ketika Ekstrovert akan cenderung mengeluh dan hasil kerjanya bisa tidak maksimal saat diberi tugas dengan fasilitas yang tidak memadai, Introvert akan merasa tertantang menyelesaikan pekerjaan itu dengan cara apapun walaupun fasilitas minus, dan terkadang malah seperti menghalalkan segala caraWow,  That is exactly true. How? Okay, saya akan pengakuan dosa di sini. Dalam bidang pekerjaan saya sebelumnya, ada saat dimana “Instansi Tertentu” harus berkunjung dan memberikan penilaian terhadap tempat saya bekerja. Rahasia umumnya adalah “Tidak ada instansi yang mutlak patuh dan dapat memenuhi semua aturan yang ditetapkan oleh sang Instansi Tertentu tersebut”. Terkadang diperlukan “Dokumen Darurat”, yang harusnya sudah dibuat dari jauh-jauh hari sebagai suatu bagian dari SOP perusahaan, tapi kenyataannya dibuat hanya pada saat “Instansi Tertentu” tersebut datang. Dan adakalanya beberapa personil yang harusnya ada, tanda tangannya diperlukan, tapi tidak hadir. So? Bisa tebak siapa yang dengan lancar mengerjakan Dokumen Darurat? dan siapa yang sangat mahir jadi Tukang Tiru Tanda Tangan? Yup. Me, Exactly. I don’t know, hati sebenarnya menolak, tapi saat mengerjakan itu, adrenalin meningkat dan ada perasaan bahagia tersendiri di akhir ketika Instansi Tertentu tersebut tidak komentar dan tidak mempertanyakan Dokumen Darurat atau Tanda Tangan Darurat hasil karya saya. Dan kata kuncinya adalah Neraka, kalau itu barang tidak selesai, perusahaan kita kena masalah. Dan Ya, itulah salah satu alasan saya resign, saya lelah terlibat untuk hal yang salah. Saya benar-benar ingin mencari rezeki yang tidak membuat perut saya buncit secara tidak normal. Ahaaaa.. you know what i mean lah yaaa….

Maka tentang Tipologi Fisik kesimpulannya : √  (Sesuai) 

Target: certainly (kepastian).
Selalu ingin segala sesuatu itu pasti. Ketika mendapati sesuatu yang tidak pasti dia cenderung menghindar. Sesuatu yang tidak pasti contohnya adalah permasalahan yang terkait dengan mentalitas seseorang. Orang Ti ketika bertemu dengan orang yang bermasalah dengan dirinya, dia cenderung menghindar.
“[II]

Thaaaat is absolutely true, sukanya yang pasti-pasti aja. Pertanyaan hidup adalah yang punya 2 jawaban mutlak (Yes or No). Saya bukan orang yang bersuara lantang yang  membuang waktu untuk mengeluh ini itu, protes ini itu untuk membuat perubahan. Jika saya tidak suka, ya sudah saya berhenti. Jika saya suka, saya jalani. Bertahun-tahun yang lalu, saya tidak suka dengan sistem pembinaan senior di jurusan saya. Then what? Saya tak pernah mau terlibat drama mereka, tak pernah mau tunjuk tangan berkomentar, dan seusai pembinaan saya memilih untuk tidak ikut menjadi pembina adik-adik kelas selanjutnya. Seorang teman pernah bilang “Jika kamu tidak suka dengan suatu sistem, kamu masuki sistem itu kemudian ubah dari dalam, maka kamu akan merubah sistem bertahun-tahun yang akan datang”. Tapi jawaban saya adalah “Tidak, karena semua orang punya porsi masing-masing. Jika 5 juta orang bilang bahwa negara Indonesia kacau, bukan berarti 5 juta orang itu bisa disuruh jadi pemimpin negara, puluhan orang akan mencalonkan diri jadi presiden dan kita akan susah memilihnya. Tapi kenyataannya apa? Semua orang punya porsi dan jalan hidup masing-masing, masing-masing orang menjadi pemimpin untuk perkumpulannya sendiri, atau minimal memimpin dirinya sendiri. Ada orang yang diciptakan dengan paham seperti kamu, maka porsi kamulah yang mengubah itu. Namun ada paham orang yang tidak peduli seperti saya. Saya punya bidang sendiri yang harus saya kembangkan”. Boom. What a words… hahaha.

Maka tentang Target kesimpulannya : √  (Sesuai) 

“Tabiat terhadap uang: berhitung.
Orang Ti kalo jual barang, maka sebaiknya ada uang cash, baru barang boleh dibawa. Karena kalo konsinyasi (barang dibawa dulu, bayar belakangan), ketika klien bermasalah dengan keuangan, Orang Ti ini akan enggan untuk menagih. Ingat , orang Ti sukanya menghindar ketika ketemu dengan orang yang bermasalah dengan dirinya. Lha kalo ada orang yang tidak bayar utang dengan dirinya, kmd dia tidak mau ketemu dengan orang tersebut, maka uang tersebut tidak akan terbayar. Kalo memang harus ada klien yang bayarnya tempo (bayar dibelakang), maka harus buat SOP penagihan. Dan dia angkat pegawai khusus ngurusi penagihan uang tersebut”
[II]

Nah itu juga benar sekali, saya itu perhitungan. Dalam segi keuangan, saya suka punya planning yang banyak bahkan punya aplikasi khusus sendiri untuk menghitung pengeluaran. Saya selalu berat meminjamkan uang tapi susah menolak. In the end, males nagih. Lalu? Ya kalau dihitung piutang orang ke saya sejak saya kerja, mungkin saya sudah bisa beli TV kualitas bagus. Tapi? Kelakuan orang suka macam-macam,… kadang ada yang lupa memang kalau punya utang, sudah lama tak ketemu eh tiba-tiba komen status saya bukannya mau ngembaliin duit tapi ngajakin jalan-jalan. Ada yang sudah menghilang tak tahu rimbanya, ga ada kontak medsos, nomer whatsapp tidak aktif. Ada yang kalau di WA ga bales-bales, kirain ganti nomer, tapi beberapa hari kemudian ikut nimbrung di grup angkatan, kan minta ditabok itu namanya kan ya??? Tapi apa benar orang yang berhutang suka lupa? So anyone, siapa saja yang merasa saya pernah berhutang pada anda, tolong ingatkan saya ya. Saya sih ingatnya ga punya utang. Tapi tak tahulah. Sekarang jadi males minjamin uang lagi semenyedihkan apapun keadaan orangnya. O iya, bagi yang perlu uang, pinjam via aplikasi aja, sudah banyak iklannya kok, kalau jumlahnya ga puluhan juta mah masih bisa. Jadi jangan merepotkan orang dengan minjam ke orang lain yaah… Jika kamu coba pinjam sama saya, nilai kamu akan berkurang drastis 80% di mata saya. Jadi yang lagi pedekate, mutlak akan saya tolakin. Jauh-jauh lah sono.

Perhitungan : Iyap,

Tabungan : Ada, tapi ga banyak. Nah????

Mungkin itu pertanyaan yang timbul jika kita bertemu dengan orang perhitungan. Sudah berapa memang punya tabungan? Untuk ini saya tidak punya tabungan. Bisa dibilang begitu. Karena tabungan saya ada pada Allah. Yup. Semenjak kenal Bang Assad di buku Notes from Qatar 2  yang mengajarkan saya keutamaan sedekah, saya punya budget khusus untuk sedekah, terkadang untuk jumlah yang saya tidak hitung lagi. Ini pernah saya gambarkan dalam tulisan tentang Manfaat Sedekah .  Tapi itu memang benar, benar-benar investasi, karena walaupun saya tak punya tabungan dengan jumlah yang berarti, semua urusan saya Alhamdulillah dimudahkan. Contohnya sudah lama sekali saya ingin kamera karena suka ambil foto, dan tetiba keinginan menjadi kuat sekali di Desember 2017. Dan syukurnya keinginan itu terwujud di awal tahun (Januari 2018), saya membeli kamera dengan harga cukup menguras kantong. Apakah dari tabungan? Tidak. Itu adalah rezeki yang tetiba numpuk dengan izin Allah. Disaat otak saya lelah kerja, ditambah masalah personal yang mengharuskan saya harus keluar dari zona itu, Allah dengan mudahnya memberi kerjaan baru disaat kebanyakan orang bilang “Cari kerja itu susah loh”. Itu contoh kecil, belum lagi urusan-urusan lain yang seolah dibuat mudah untuk saya. Dan rahasianya hanya satu. Disaat kamu tidak perhitungan dalam memberikan uang di jalan Allah, maka Allah pun tidak perhitungan dalam menjamin rezeki kamu. Itulah yang membuat saya tidak takut menjelajah kemanapun. Karena di saat saya menginginkan sesuatu, saya berusaha dan selalu bersyukur, Insya Allah akan diberikan yang terbaik untuk saya.

Maka tentang Tabiat terhadap uang kesimpulannya : √  (Sesuai) 

“Orang Ti merupakan sosok yang mandiri. Tetapi dia lebih suka menyimpan rahasia pribadinya“[II]

Absolutely true. Sedikit cerita, dalam keluarga inti, saya orang pertama yang berani merantau ke Jakarta dari Padang tanpa mengenal saudara di Jakarta hanya untuk pengalaman kerja dan tantangan baru. Mama sampai menangis melepas saya di bandara. Bulan pertama (September 2015) harus numpang dulu di kosan teman (Special Credit to; Arini Hidayah), dengan gigih ngapply kerjaan dengan target minimal 20 lowongan sehari. Masih ingat dulu tiap masuk ke supermarket dan sejenisnya, ketika saya pegang produk yang saya lihat bukan harganya, tapi nama pabriknya, kemudian saya catat dan tanya sendiri dalam hati “Saya sudah pernah apply kesini belum ya?”. Kemudian bulan kedua saya pindah ke kosan teman lain (2nd Special Credit to Risha Mustika), kegiatan saya saat itu hanya memenuhi undangan interview yang datang bertubi-tubi setelah bulan sebelumnya saya kirim lamaran bertubi-tubi. haha.  Apa saya takut? Alhamdulillah tidak sama sekali. Hanya butuh waktu 1 minggu bagi saya untuk memahami transportasi Jakarta. Dan selama saya pegang Map, peta busway dan peta KRL di Handphone, saya anggap hidup saya selamat. Saya bisa kemanapun sendirian. Dan sekarang sudah tahun ketiga saya hidup di Jakarta. And everything is under control.

Urusan pribadi? Itu cukup jadi urusan saya. Karena itu saya tak suka ditanya-tanya apalagi oleh orang yang baru kenal. Tak jarang saya diemin orang baru yang suka nodong nanya2 tentang “Sudah punya pacar belom? Kapan rencana mau nikah? Ada yang kamu suka ga?”. Ada saatnya saya ingin cerita dengan orang yang saya percaya. Dan jika itu bukan kamu, berarti ya kamu belum beruntung. Jadi tak usah bertanya. Karena saya pada dasarnya memang tak punya perasaan. Jika saya tak suka, saya tunjukkan kalau saya tak suka, saya diam dan tak mau bicara pada kamu. Sudah baca yang di atas kan? Bahkan saya tak jarang lebih suka menghindar.

Maka tentang Kemandirian dan Rahasia kesimpulannya : √  (Sesuai) 

“Mengadili secara hitam putih namun mudah diprovokasi. Gaya bahasa Ti ini kaku, tidak suka bertele2, tidak suka menggunakan prolog dalam berbicara, to the point, akhirnya ketika menilai orang juga hitam putih. Ketika memberi sanksi kpada bawahan juga berdasarkan data yang dilihat saat itu, tanpa ada pertimbangan kontribusi yang bersangkutang selama bekerja diperusahaan tersebut. Sehingga atasan / boss yang Ti ini terkesan kurang hangat kepada karyawan / bawahan. Untuk kekurangan Ti yang mudah diprovokasi, silakan teman-teman yang Ti memberi masukan,”[II]

So, they said that “Saya tak suka basa basi, always straight to the point, mudah diprovokasi, dan yess.. Those are all true. Well, salah satu alasan saya pindah ke Jakarta adalah “Bagi orang Minang, Basa basi adalah adat”. Orang Minang itu katanya pintar berkata-kata, pintar negosiasi, tak heran banyak orang Minang yang sukses jadi pedagang. Karena pendekatannya ituloh, Luar biasa. Namun tidak untuk saya. Jika saya mau bilang tidak mau, ya kata-kata yang keluar hanya “Tidak mau”, saya tidak bisa mengembangkannya menjadi 2 paragraf (But sometimes I can). Tapi tetap saja. Kebanyakan saya tidak mau. Maka dari itulah saya tidak berbakat jadi pedagang.

Namun jika dibilang orang Ti itu “terkesan kurang hangat kepada karyawan / bawahan”, I don’t think so. Pada saat menjadi Supervisor sekitar 2 tahun yang lalu, di saat saya punya sekitar 20an bawahan, atau saat menjadi Apoteker Pendamping di salah satu Apotik dengan sekitar 7 orang bawahan, saya cukup menjadi orang yang lembut di mata mereka, dan (sayangnya) bahkan terkesan terlalu lunak sehingga mereka dengan leluasanya dapat memberikan pendapat bahkan protes. Dalam mengadili, saya juga mempertimbangkan peran mereka selama bekerja dan tidak langsung memberi sanksi. Silakan tanya, mereka sedih dan bahkan ada yang nangis saat saya memutuskan resign. Hehe…

Maka tentang Gaya Bahasa kesimpulannya : √  (Sesuai)

Tapi tentang menjadi Bos kesimpulannya : X (Tidak/Belum sesuai)  

Testimoni STIFIn 3434s3 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Nah, mengacu kepada Pilihan Sekolah/ Profesi, hal ini sempat membuat saya bingung bertahun-tahun. Kenapa?

Well, saat SMA, saya saaaangat menyukai seni musik, tari, drama dan bahasa asing. Dan jujur, saat memilih jurusan di waktu SNMPTN (sekarang = SBMPTN or whatever), Jurusan Farmasi terpikir karena suatu saat, di saat saya sedang dalam perjalanan ke tempat saudara (read : travel), saya mendengar lulusan farmasi punya masa depan yang cerah, mempunyai kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional obat, kosmetik dan makanan dengan gaji yang fantastis. Well, karena itu, tak ada salahnya mencoba, maka saya taruhlah Jurusan Farmasi menjadi pilihan 1, dan Jurusan Bahasa Inggris di pilihan 2. Dahulu saya pikir saya hanya akan lulus di pilihan 2 karena saya tidak ikut bimbel seperti siswa kebanyakan, karena itu “mahal”. Saya belajar dengan setumpuk buku contoh soal SNMPTN yang dipinjam dari perpustakaan sekolah, terkadang belajar kelompok dengan teman-teman yang berpemikiran sama, dan selebihnya hanya belajar di rumah tanpa henti. And tadaaaa… Surprisingly, saya lulus di pilihan 1. Alhamdulillah. Awalnya memang senang, tapi setelah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa farmasi apalagi mengalami pembinaan yang Nauzubillah “rese”, saya sempat terpikir nak pindah jurusan saja. Sempat mengutarakan niat pindah ke orang tua, namun Ibu saya hanya menjawab “Emang kamu pikir uang masuk ke perguruan tinggi kemarin mama ambil dari pohon?”. Maka dengan sedih saya terima saja nasib yang (menurut saya) tidak mujur itu. Tapi sekarang saya sadar, Allah itu tahu apa yang terbaik untuk saya. Seharusnya dulu saya bersyukur saja. Karena kalau bukan jadi lulusan farmasi, mungkin saya tidak akan sampai di sini. Menulis untuk saya, dan untuk kalian yang punya banyak waktu luang untuk membaca tulisan orang kurang kerjaan ini. LOL.

Tapi saya penasaran, apa yang mendasari saya suka seni? Karenaaaa.. seni itu harusnya dominan otak kanan, dan saya dominan otak kiri, tak ada unsur otak kanan sama sekali, (Jika saja hasil stifin saya adalah dominan tengah-tengah / Insting, mungkin akan lebih masuk akal). Okay, look at this theory :

STIFIn dan Golongan Darah - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Katanya :

  • Golongan darah A diasosiasikan seperti orang Thinking artinya golongan darah A menyuruh seseorang untuk melakukan seperti seorang Thinking
  • Golongan darah B diasosiasikan seperti orang Intuiting artinya golongan darah B menyuruh seseorang untuk melakukan seperti seorang Intuiting
  • Akan tetapi golongan darah ini hanya menentukan stimulus awal atau respon awal terhadap sesuatu, karena setiap keputusan akan kembali pada mesin kecerdasan anda, dengan kata lain golongan darah memberikan respon spontan, labil dan sementara, dan ketika diproses lebih lanjut, mesin kecerdasan akan lebih dominan. (Sudrajat, Adjat, -Tidak ada tahunnya).

So, anggapan golongan darah sebagai pembawa sifat sudah diyakini oleh orang Jepang sejak tahun 1930 nan silam (Anonim, Halodoc 2018). Kamu bisa baca sifat manusia berdasarkan golongan darah disini.  Okay. Golongan darah saya B. Jika dilihat dari gambar di atas, golongan darah B membawa sifat golongan Intuiting/Otak Kanan/Otak seni dan kreatifitas yang gambaran umumnya dapat kamu baca disini. Well, tampaknya golongan darah saya menarik-narik otak saya untuk nyaman dengan seni. Dan di saat saya tanya pada mentor Stifin saya “Apakah saya bisa menjadi seniman?” Dia bilang “Bisa, profesi seni yang paling cocok untuk orang Thinking adalah StandUp Comedy, karena kalian suka mengkritik, berfikir, dan berkomentar tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain,”. Lalu bagaimana dengan seni musik dan yang lainnya? Untuk menjawab itu, lihat gambar di bawah ini :

Konsep STIFIn Teori Strata Genetik - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

So, walaupun saya Thinking, golongan darah saya menyuruh saya untuk berlaku seperti Intuiting, namun sifatnya labil dan sementara. Ketika diproses lebih lanjut, yang memberi keputusan tetaplah mesin kecerdasan saya yaitu Thinking, See? Dalam Teori Strata Genetik di atas, Golongan darah menempati ranking terbawah dalam hal memandu seseorang untuk berprilaku. Maka dari itu, saya akhirnya sadar bahwa itulah yang terjadi saat saya ingin mencoba menjadi musisi. Di saat saya belajar gitar atau keyboard, saya sudah berusaha belajar, ikut les, tapi tak pernah bisa mahir. Disaat orang-orang bisa mengingat dan mengidentifikasi chord tertentu dalam suatu lagu hanya dengan mendengar saja, saya bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas perbedaan nada La dan Si dalam gitar. Sampai sekarang saya hanya bisa memainkan chord dasar, dan saat ingin membawakan lagu, saya harus nyontek chord nya dahulu untuk bisa lancar. Dan yang paling menyedihkan, saya sudah belajar gitar dari 10 tahun yang lalu tapi saya tak pernah bisa memainkan chord rumit. Aaaaaah ya sudahlah, saya memang ditakdirkan untuk menjadi peneliti.

Maka tentang Pilihan Profesi kesimpulannya : √  (Sesuai, Alhamdulillah tidak salah jurusan )
Testimoni STIFIn 34343 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Sehubungan dengan pilihan profesi yang sudah saya bahas sebelumnya, untuk menjadi lebih berhasil saya harus memiliki ilmu yang spesifik/spesialis. Setelah dipikir-pikir, ternyata menguatlah keinginan untuk menempuh S2 kembali. Mumpung syarat-syarat sudah mendekati lengkap, hmm… tinggal rekomendasi sih, it’s okay, I’m working on it. Wish me luck, fellas. 1f600 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

So, the answer of a question in the beginning is :

A. Mau lanjut kuliah lagi 

atau jika gagal dapat beasiswa tahun ini, lanjut saja ke Plan B :

B. Mau fokus pengembangan karir 

atau mempertimbangkan Plan C

C. Getting Married

(Hahahahahha, But naaaaaaa….. no I’m not joking ;))

Okay, ngomong-ngomong soal Plan C, I need to talk about some important thing i worked hard to find out,

“Bisakah menentukan jodoh yang cocok dengan Stifin?” 

So, to answer that “Special” question, let’s see a pict below :

Teori Sirkulasi STIFIn 2 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Jadi, menurut Teori Sirkulasi di atas, panah tebal merah berarti Mendukung dan panah hitam berarti menaklukkan. Logikanya begini :

Pasangan yang cocok untuk saya (T) adalah In atau F. Kenapa?

  1. Panah merah dari T ke In menggambarkan bahwa saya mendukung. Bagaimana mungkin? Nah, T merupakan orang yang cukup keras kepala dan dominan. In merupakan seseorang dengan bakat yang banyak sekali, multitalenta dan terkadang bingung untuk memilih bakat mana yang akan difokuskannya. Maka saya (T) adalah orang yang akan selalu mendukung dan memberi semangat In untuk memilih bakat apa saja yang dia suka asalkan dia mendalaminya.
  2. Panah hitam dari F ke T berarti F menaklukkan T. It means that saya yang keras kepala senantiasa akan luluh oleh F yang menghujani saya dengan kasih sayang dan perasaan yang dalam.. ceileeeee….

Now let’s talk about my past romance experiences.

Dari dahulu hingga sekarang, saya akan cenderung suka kepada lelaki yang cerdas dan berbakat tapi tidak begitu dominan, atau lelaki yang super lembut (bukan ngondek) dan romantis. Jika ada kombinasi keduanya, itu lebih baik. Nah, dari dahulu jika melihat lelaki yang cerdas dan berbakat tapi tidak tahu mau mendalami apa, atau tidak tahu bakat mana yang akan di asah untuk masa depannya, itu adalah rezeki nomplok. Why? Karena saya dengan semangat menggebu-gebu akan membawa dia untuk berfikir bakat mana yang paling dominan yang dia suka, kemudian mengenalkan dia dengan prestasi atau peluang apa yang dapat dia pakai untuk mengembangkan bakatnya, yang kemudian akan membawa dia ke lahan kesuksesan. But sometimes, kebanyakan lelaki tipe itu yang ketemu dengan saya adalah either dia dede emesh (berondong) or lelaki yang lebih tua yang belum siap nikah. Itulah sebabnya saya sering terlibat dengan brondong. LOL. Atau, saya juga akan cenderung tertarik dengan lelaki yang memperlakukan perempuan dengan sangaaaaat lembut dan romantis. Yang suka memberi kejutan-kejutan manis, yang suka nyanyiin lagu yang sweet, yang super perhatian, yang kalau saya meledak-ledak akan bikin tenang. Yeaaaah… jangan kebanyakan bahas itu ah. nanti baper. LOL.

Nah, bagaimana dengan tipe lainnya?

  1. Tipe S yang panah tebal merahnya ke saya (T) atau I yang panah hitamnya diarahkan dari saya boleh dibilang tidak ideal. Tipe S akan mendukung apapun keputusan saya, even di saat saya memiliki tahta (Sesuai Chemistry T) yang lebih tinggi, dia akan bilang Oke karena otaknya tak akan peduli dengan tahta, yang penting dia menghasilkan uang yang banyak (Sesuai Chemistry S). Sedangkan Tipe I adalah tipe yang saya taklukkan, nantinya jika saya punya suami S atau I, maka akan menjadi suami-suami takut istri. LOL.
  2. Tipe T juga tidak akan ideal. Karena kami sama-sama mencari tahta, keras kepala, mandiri, tidak mau kalah dan sebagainya sehingga akan ada masanya nanti dimana kami akan sering bertengkar hanya untuk memutuskan sesuatu. Akan sangat susah untuk mencari mana yang harus mengalah duluan.

Namun lebih dari pada itu, yang paling penting dari semua itu adalah Iman. Mau dapat suami dengan tipe kecerdasan macam apapun, kalau iman dan ibadahnya bagus ya rumah tangga akan baik-baik saja. Eaaaaaa…. I just haven’t found that right man, and wish me luck, again.. 1f600 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Last but not least :

Andai saya salah jurusan atau salah pekerjaan, harusnya saya Thinking tapi kerja menjadi Marketing, atau kerja menjadi Musisi. Apakah bisa sukses? 

Menurut mentor saya = “Tergantung”

Well, sebelum masuk ke penjelasan, saya punya kisah khusus. Saat dahulu kerja di Apotik, yang notabenenya harus berhubungan dengan manusia setiap hari, ada beberapa hal yang menjadi kendala. Sebelumnya, pekerjaan yang ideal untuk Thinking Introvert bukanlah yang berhubungan dengan manusia. Kami bisa tahan dengan target dokumen segunung, perhitungan yang susahnya selangit, atau alat-alat yang metode pembelajarannya sulit. Tapi tidak dengan manusia. Jika bicara tentang pekerjaan –> Pada dasarnya ada suka ada duka, itu wajar, masalahnya adalah, saya susah mengontrol emosi supaya sifat “Sarkastik”, insting untuk melawan dan ceplas ceplos tidak keluar saat menghadapi pasien yang emosi jiwa. Namun, semua tetap harus dihadapi. Jadi, berusaha sabar setiap hari itu adalah perjuangan batin yang hebat untuk orang Introvert seperti saya. Sungguh. Namun yang menjadi masalah adalah: saat itu saya sering sakit-sakitan. Kamu bisa lihat koleksi obat-obatan saya (yang sekarang syukurnya tidak terminum lagi) pada gambar di bawah ini :

img 20180522 034255 hht1643810216 obat - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Man, seriously, setiap bulan saya harus langganan Alpara, Paratusin, Sanmol, Bodrex karena selalu terkena Demam-Batuk-Flu atau Lansoprazole karena maag. Terutama saat PMS yang notabene daya tahan tubuh sangatlah rendah. Padahal tenaga dan mental yang fit sangat dibutuhkan untuk pekerjaan ini. Sampai-sampai penyakit tersebut menjadi langganan pertanda disaat saya akan datang bulan. Dammit. I felt weak. Saat itu sempat bingung dan mikir “Oh, mungkin saya tidak cocok untuk udara kota Depok” atau “Oh, mungkin daya tahan tubuh saya segitu rendahnya sampai selalu tertular penyakit pasien setiap berhadapan muka”. Dan ow, saya harus konsumsi vitamin atau herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Tapi tetap saja penyakit itu datang dan menyelesaikan urusannya sampai selesai (Dari Radang-demam-flu-batuk-sembuh, padahal saat mau radang saya sudah minum antiradang, tapi tetap saja siklusnya tidak berhenti, kemudian demam dan siklus lainnya datang). Kenapa ini harus saya pertanyakan?? Karena dahulu, saat bekerja di pabrik obat di wilayah Jakarta Selatan, saya bisa hitung riwayat penyakit saya, 1 x Demam-Batuk-Flu dan 1 x Diare (Karena salah makan) dalam 10 bulan total saya di sana. Kerjaannya? oooo jangan ditanyaaaaaa… jauh lebih berat daripada di Apotik. Saya kerja berangkat jam 8 pagi pulang jam 9 malam (Akhir2 jabatan saya bandel pulang lebih awal = jam 6 atau 7 sore), apalagi kalau ada isu sidak, saya harus (istilahnya) nginap di kantor untuk menyelesaikan dokumen yang tidak beres-beres. Apakah nginap di kantor itu tidur? Tentu saja tidak, paling tidur hanya 2 jam. Dan hey, padahal di kontrak kerja hanya sampai jam 5 sore. Saya heran kenapa kerjaan tak habis-habis.

But then, mentor saya menjelaskan hal yang menarik.  Coba lihat gambar ini :

STIFIn Thinking tesstifin.id  - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

See? Pada mesin kecerdasan Thinking, jika kita benar-benar menjalani hidup (Kerjaan, didikan, cita-cita) sesuai dengan karakter Thinking, maka potensi yang kita punya adalah 100%. Dimana kita akan mencapai kekuatan maksimal pada profesi itu. Contoh, saya yang merupakan orang Thinking akan dapat mencapai kepuasan dan kekuatan maksimal apabila jadi Peneliti atau Teknisi. Dan jika saya fokus, saya akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Nah, bagaimana jika saya yang Thinking bekerja pada lahan orang Feeling? Seperti saya yang dahulu bekerja sebagai Apoteker Pelayanan yang harus bertemu, berempati, dan berinteraksi langsung dengan manusia setiap hari? Jawabannya bisa. Tapi potensi maksimal yang bisa otak saya berikan hanya 20%. Mari kita ibaratkan jam kerja saja. Dalam 24 jam-8 jam untuk tidur = 16 jam. Kekuatan maksimal saya untuk bekerja dan berinteraksi dengan manusia hanya 20% x 16 jam yaitu = 3.2 jam. So, apa yang terjadi jika saya memaksakan diri berinteraksi dengan manusia lebih dari 3 jam 12 menit? Otak saya akan kelelahan, atau bahasa mentor saya “Aura” saya merasa “Exhausted“, sehingga terkadang membuat fisik dan mental kelelahan sehingga di saat cuaca tidak baik dan daya tahan tubuh tidak bagus, saya akan sering sakit. Coba bayangkan waktu itu saya menghabiskan waktu lebih dari 8 jam, 6 hari dalam seminggu untuk berinteraksi dengan beragam manusia. Wajar saja saya sering sakit. Dan jika saya dikelilingi oleh orang Feeling, yang katanya berseberangan auranya dengan saya, penyakit saya hanya akan menjadi makin parah. Well, Apotik dan Rumah Sakit adalah tempat dimana pegawainya harus mempunyai empati, simpati dan sifat peduli yang tinggi (Itu lahan orang Feeling, Man! Not me! Kok baru sadar sih saya??!). Bahkan saat apotik saya punya slogan “I Care”, jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya adalah manusia yang punya slogan “I don’t Care“. Oh Man, orang Thinking itu tidak bisa bicara basa basi dan bermanis-manis, karena di saat bicara kami tidak peduli dengan tanggapan dan perasaan lawan bicara kami. That’s why it hurts, it hurts me deeply.  Now let’s see me here. That’s why I chose to get out, couldn’t take that anymore, I was so sorry my job-mates, sorry for leaving you that way, you are still awesome. But I still have right to make a choice for the sake of my own comfort and my own future :)). Sekarang saya bekerja di bidang yang hampir sama dengan sebelumnya. Bidang pelayanan, tapi tidak berhadapan langsung dengan manusia. Paling hanya interaksi lewat telepon. Dan apa saya pernah sakit lagi? Alhamdulillah ini sudah memasuki bulan ke 6 dan saya belum pernah sakit lagi. Just so you know, saya tak minum vitamin lagi. Doakan saja saya selalu sehat yah.

Wait, kembali pada keterangan gambar di atas, saya bisa kok bekerja di bidangnya Sensing (Marketing) atau Intuiting (Musisi), tapi potensi yang dapat saya capai dan gunakan hanya 40%. Sama sekali tidak maksimal. Tapi jangan khawatir. Semua teori itu tidak mutlak. Karena sebetulnya, mesin kecerdasan hanya berperan 20% dalam pengaturan dan pembentukan kehidupan kita. 80% nya lagi adalah lingkungan. Jadi, jika kamu adalah Thinking Introvert juga, tapi kamu sangat ingin menjadi musisi, kamu suka dan mahir bermain musik, kamu bisa sukses. Asalkan kamu yakin sekali dan lingkunganmu sangat mendukung.

Konsep STIFIn Kondisi Anda Saat Ini - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

Kesimpulannya, dari segitu banyaknya hal tentang saya dalam versi saya Vs teori Stifin dari mentor saya, hanya 1 hal yang tidak sesuai. Bagaimana dengan kamu? Masing-masing orang mungkin akan mempunyai hasil yang berbeda, tergantung dengan lingkungannya. Kenapa saya memiliki banyak kecocokan dengan teori Stifin? Simply because I grew up with Thinking Introvert way. Jadi yaaaaa… semua potensi dan pola pikir saya berkembang sebagai seorang Thinking. Sebetulnya bisa saja saya berkeras ingin mencoba menjadi musisi, tapi toh tak pernah bisa. Karena lingkungan saya tak pernah mendukung dan mengarahkan saya untuk itu, sebaliknya, lingkungan saya selalu mendukung untuk menjadi Awesome-Nerd, dan entah kenapa, Allah memberikan jalan hidup yang sejalan dengan itu.

Well, ini mungkin menjadi artikel dan curhatan terpanjang seumur blog saya, but it’s okay, see ya fellas… Do what you are supposed to do… 1f600 - Hasil Test STIFIn (Thinking Introvert) Vs Pengamatan dan Pengalaman, Seberapa Akuratkah?

 

References:
[I] Anonim, “Mesin Kecerdasan + (Introvert dan Ekstrovert) = Personility Genetic”, Diakses tanggal 22 Mei 2018, http://cerdasbrain.blogspot.co.id/2014/12/mesin-kecerdasan-introvert-dan.html
[II] Talangkeramat, 2015, “MK STIFIn: Thinking Introvert (Ti)”, Diakses tanggal 22 Mei 2018, https://humamawwab.wordpress.com/2015/01/28/thinking-introvert
[III] Tsunami, Jay, 2015, “Pengaruh Golongan Darah terhadap karakter”, Diakses tanggal 22 Mei 2018, http://stifindaeng.blogspot.co.id/2015/01/stifin-jay-tsunami-pengaruh-golongan.html
[IV] Anonim, “Golongan Darah tidak Seperti Mesin Kecerdasan, Kenapa…?, Diakses tanggal 22 Mei 2018, http://cerdasbrain.blogspot.co.id/2014/12/golongan-darah-tidak-seperti-mesin.html
[V] Anonim, 2014,”Memilih Jodoh Menggunakan Konsep Stifin”, Diakses tanggal 22 Mei 2018, http://tesstifin.com/memilih-jodoh-menggunakan-konsep-stifin/
[VI] Harya, Andhika, 2012, “Stifin, Fingerprint Analysis”, Diakses tanggal 22 Mei 2018, https://www.slideshare.net/andhikaharya/stifin-introduction

Hasil Tes STIFIn Intuiting extrovert Ie

Hasil Tes STIFIn Intuiting extrovert Ie - 081805180808 tesstifin.id
sertifikat stifin Intuiting extrovert Ie tesstifin.id 081809280203 - Hasil Tes STIFIn Intuiting extrovert Ie

Intuiting extrovert

tesstifin.id – Ie adalah singkatan dari Intuiting extrovert. Jika huruf I berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan I adalah salah satu diantara 5 MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Ie sudah menjadi identitas kepribadian. I ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Intuiting extrovert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan indera keenam (intuisi) yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Sistem operasi pada tipe Ie berada di belahan  otak bagian atas di sebelah kanan atau disebut sebagai otak besar kanan atau diringkas otak kanan. Pada otak kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kanan abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ie.

Lapisan yang berwarna abu-abu memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung sel otak lebih sedikit. Kerapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi bergerak dari luar ke dalam. Hal ini menyebabkan punya badan’ ketika memiliki ide yang bagus dibawa mendarat ke bumi agar bisa lebih diterima oleh masyarakat atau lingkungannya.

b. Tipologi Fisik

Mesin Kecerdasan Intuiting (I) sesungguhnya identik dengan perut panjang. Mereka memiliki perut yang panjang dimana di dalamnya terdapat usus yang panjang. Perut panjang tersebut rupanya merupakan ciri-ciri dari tipe I yang mengolah  makanan menjadi tenaga anaerobik dan disimpan dalam otot yang berwarna putih.

Tenaga anaerobik yang terdapat pada otot putih ini merupakan tenaga yang tidak stabil dan meledak-ledak. Itulah mengapa jenis tenaga ini akan bagus untuk melakukan sprint dengan kecepatan tinggi. Tenaga anaerobik merupakan tenaga yang eksplosif. Tentu saja otot putih ini mesti sering digunakan supaya otot berkembang dan memiliki kapasitas menyimpan tenaga anaerobik yang lebih banyak.

Tipe Intuiting extrovert menjadi lebih tidak stabil karena ketersediaan baterai (charger) yang ada di luar dirinya menyebabkan tipe ini seperti memiliki daya ledak yang eksplosif seketika. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang astenis (jangkung) dan tipis, tipe Ie juga memiliki kepala yang lebih pipih mengarah ke belakang sehingga memudahkan menyerap aspirasi horizontal tanpa kehilangan orientasi vertikalnya. Hal diibaratkan seperti alien yang mendarat ke bumi. Selain umumnya tipe I memiliki bentuk bahu yang seolah-olah ibarat roket yang dipandu oleh kepalanya, khususnya otak kanannya.

Dalam proses pencernaan, makanan secara rakus diolah oleh perut panjang dan disimpan pada otot putih dari tipe I sebagai tenaga anaerobik. Tenaga anaerobik ini memiliki kemampuan untuk sprint, yaitu bergerak secara eksplosif namun kemudian habis.

Pada tipe dengan kemudi extrovert (e) bahkan daya eksplosif tersebut cepat habis karena sumber energinya datang dari luar dan memang tidak memiliki kemampuan untuk menempuh jarak jauh. Penggunaan untuk jarak jauh hanya mungkin menggunakan tenaga aerobik.

Itulah mengapa orang I kurang suka main otot. Tipe ini pada dirinya hanya tersedia lebih banyak otot putih dan kurang memiliki otot merah yang mengandung tenaga aerobik. Tipe I lebih suka menggunakan kepala, namun jenis kepala sebelah kanan yang tidak membuat merengut seperti kepala sebelah kiri, kepala kanan justru lebih nyeleneh.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliranperilaku) kepribadian Ie mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapanke pribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh 10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • inspiring,
  • solver,
  • benchmarker,
  • expressive,
  • respectful ,
  • assemblies,
  • detective,
  • seletive,
  • diesel,
  • romantic

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Ie memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: ibarat detektif yang hebat menginvestigasi maka dia harus berjarak dengan lingkungannya, memuja misi pribadinya namun enggan terbebani dengan hubungan yang mendalam, intuisi, dan kreativitasnya meluas namun ada kalanya tipe ini lari secara asketis atau melakukan pesta pelampiasan.

Selain itu, tipe Intuiting extrovert dapat meng-assembling ide-ide besar dengan idenya sendiri untuk menjadi lebih bernilai namun  sayangnya ia bergantung pada mastermind-nya, selalu ingin perubahan secara kontekstual dan progresif namun tidak menyadari api permusuhan yang menentangnya. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Intuiting extrovert ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan kreativitas meruang (spatial) yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan spatial atau disebut Spa-Q (Spatial Quotient).

Tipe Intuiting extrovert memiliki kelebihan yang berfungsi otomatis dalam cara kerjanya, yaitu terbiasa diantara ruang gerak yang terbuka di sekitar lingkungannya. Inovasi berarti menciptakan peluang baru dalam berbisnis. Kelebihan dari tipe ini dalam mempertemukan inovasi baru dengan kehendak kekinian yang boleh jadi masih tersimpan dalam bentuk potensi, menyebabkan ia menjadi pembaharu inovatif yang lebih diterima masyarakat.

Meskipun demikian, Ie tidak menyerah begitu saja dengan kemauan pasar, akan tetapi mengajak pasar kepada sesuatu yang baru. Pada saat yang sama, tipe ini mampu mengukur dan membawa orientasi pasar pergi sejauh yang masih mampu dijangkau. Pada bagian itulah tipe Ie mampu meng assembling ide murni menjadi ide pasar. Tipe ini mampu meng assembling berbagai ide untuk dirakit ulang menjadi ide baru yang berorientasi pasar.

Dalam hal mengelola keuangan, tipe Ie merasa ada sesuatu yang salah jika tidak punya uang untuk berinvestasi pada kemajuan dirinya. Selalu ada alokasi untuk membeli masa depannya. Ia selalu berpikir kemajuan yang dibelanjakan dari sekarang.

STIFIn Intuiting Extrovert - Hasil Tes STIFIn Intuiting extrovert Ie
Intisari Intuiting extrovert tesstifin.id 081805180808 - Hasil Tes STIFIn Intuiting extrovert Ie

e. Kemistri

Jalur keberhasilan tipe Intuiting extrovert adalah jalur kata. Karena kemistri kata akan selalu melekat kepadanya. Kata yang berupa ilmu dan gagasan merupakan panggilan jiwa dari tipe ini. Seseorang dengan tipe Ie memiliki kemampuan mendatangkan kata karena memiliki radar untuk menangkap kata. Begitu juga sebaliknya, kata juga akan lebih suka datang kepada tipe ini. Kata telah menjadi pasangan hidup bagi tipe Ie.

Akan tetapi, kata yang diperoleh tipe ini harus didaratkan di bumi dengan jalan mengolahnya menjadi ide yang membumi dan dapat diwujudkan sesuai keperluan pasar. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan mendaratkan kata bagi tipe ini yaitu jika kata tersebut dapat diolah menjadi aktivitas bisnis.

Wujud keberhasilan bagi tipe Ie adalah jika idenya dapat ditransformasi menjadi bisnis. Aktivitas bisnis ini sesungguhnya merupakan wadah yang tidak hanya berfungsi untuk mengkonkritkan idenya, tetapi juga untuk mengkapitalisasi asetnya. Semakin banyak tipe ini memiliki ide dan aset diri yang dikapitalisasi menjadi aktivitas bisnis, maka semakin cemerlang hidupnya.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala kanan yang bagus, tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan berkelas yang membutuhkan kualitas yang bersumber dari sumberdaya kreativitas yang dimilikinya.

Jika digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan indera keenam, maka fungsi kepala kanan akan membuat tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan necis yang tidak kotor oleh keringat. Hal itu juga yang membuat tipe I memilih peran sebagai sutradara di belakang layar, yang memberi ide dan inspirasi kepada para pemain di lapangan atau di panggung.

Jika tipe I dikemudikan dari luar-menjadi tipe Ie-akan muncul sifat ingin selalu berinovasi dengan jenis inovasi yang bisa diterima oleh lingkungannya. Hal tersebut membuat tipe Ie menyukai peran sebagai seorang reformer (pembaharu) yang membawa ide murni sebagai sumber perubahan, namun diassembling dengan selera pasar.

Kemampuan tipe ini menangkap bahasa langit atau memprediksi kejadian, menangkap ide, dan kemudian dibenturkan  dengan kenyataan yang ada di bumi, menjadikan tipe Ie lebih yakin berbisnis.

Selain itu, tipe Intuiting extrovert memiliki daya assembling untuk mempertemukan antara  kemurnian dan kenyataan, sehingga menjadikan tipe ini lebih berani mengambil risiko. Hal itulah membuat tipe Ie sangat berminat menjadi pengusaha atau pebisnis yang sejatinya berani menghadapi risiko gagal.

g. Target & Harapan

Kegemaran tipe Intuiting extrovert untuk berinovasi, memerlukan ruang gerak yang leluasa untuk mematangkan idenya. Tipe ini akan merasa hampa jika tidak bisa mencipta sesuatu untuk lingkungannya.

Harapan dari tipe Ie yaitu ingin selalu bertumpu pada kesempatan untuk mencipta dan berinovasi sehingga ruang bisnis di sekitarnya berhasil diwarnainya dengan aneka pembaharuan.

h. Arah Merek

Ukuran keberhasilan tipe Intuiting extrovert terletak pada bisnis yang dijalankannya. Basis bisnis tipe ini bukanlah datang dari kerja keras melainkan kerja kreatif yang menghasilkan nilai tambah yang besar. Sehingga wajar jika karya cipta tersebut dijual pada pasar berkelas dengan harga tinggi. Otomatis tipe ini akan memiliki marjin yang tinggi.

Dengan kemampuan kreativitas, diolah menjadi inovasi, dimatangkan dengan proses assembling, baik ide-ide lain ataupun di-assembling dengan ekspektasi pasar, maka akhirnya sosok dari tipe Ie sangat layak diberi merek sebagai pencipta marjin keuntungan bisnis.

Tipe Intuiting extrovert dapat ditantang untuk memenangkan persaingan di pasar ‘lautan merah’ yang berdarah-darah. Selain itu, tipe ini memiliki kemampuan menciptakan peta persaingan baru di ‘lautan biru’ yang belum terjamah.

Naluri bisnis tipe Intuiting extrovert memiliki karakter dan optimisme yang kuat untuk bermain di pasar berkelas. Tipe ini yakin bahwa kreativitas, inovasi, dan kemampuan assemblingnya membuatnya pantas mendapatkan marjin yang tinggi.

i. Cara Belajar

Proses belajar dari tipe Intuiting extrovert cenderung lebih cepat dari usianya. Dalam proses belajarnya, tipe ini justru selalu mencoba mencari tema di balik buku yang dibacanya. Selain itu, tipe ini akan mampu menemukan konsep yang tersembunyi dari apa yang dipelajarinya, melebihi kemampuan jenis-jenis kecerdasan yang lain. Oleh karena itu, jika ingin membuat tipe Ie belajar dengan baik, maka ia harus dipermudah dalam merumuskan tema yang sedang dipelajari.

Supaya kemampuan kreatif dari tipe Ie menyala, maka perlu difasilitasi dengan peraga bongkar pasang. Kecerdasan spasial dari tipe ini akan merekam hal tersebut menjadi pelajaran yang kreatif.

Tipe Intuiting extrovert mampu membumi dan beradaptasi, sehingga ia juga perlu diberikan cara belajar sebagaimana kebanyakan orang,  yaitu dengan melatih soal untuk mendapatkan pengalaman yang terpola dalam pikirannya.

Untuk memotivasi tipe Intuiting extrovert haruslah seseorang yang lebih kreatif dari dirinya. Yang diperlukan oleh tipe ini memang sesuatu yang sukar dan mahal, yaitu ruang gerak sesuai dengan minatnya. Sementara minat dari tipe Ie adalah di bidang kreatif yang senantiasa berubah.

Menciptakan ruang gerak yang seperti itu terkadang tidak terdapat di sekolah dan di tempat kursus. Seringkali orang tua harus mendisain sendiri untuk memastikan minat dari tipe Ie tergembleng secara maksimal dan naik dari satu tahap ke tahap yang lain tanpa ia kehilangan semangatnya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Intuiting extrovert sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini yaitu kewirausahaan/investasi, pendidikan/pelatihan, sastra, cinematrografi, spionase/kepolisian.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan/profesi yang sesuai untuk tipe Intuiting extrovert sebagai berikut: marketer/iklan agency, lifestyle/mode, bisnis-penerbangan, agro-forestry, seniman, pengusaha, lagu, reengineering, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), penyembuh, cenayang, dll.

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Intuiting extrovert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, : mengarang, perut panjang, perubahan, dan rakitan.

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik (karena perutnya panjang) atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat dan meledak-ledak, jenis jurusan atau profesi yang memiliki jiwa perubahan, dan memiliki ciri merakit atau mendaratkan ide brilian yang datang dari langit untuk didaratkan ke bumi sesuai keadaan masyarakat atau selera pasar.

1#P0304

Baca juga ini :

Kemistri STIFIn

Keunggulan Tes STIFIn Tes Sidik Jari STIFIn Indonesia Info 081805180808

tesstifin.id – Inspirasi Konsep STIFIn, tema Kemistri Kepribadian dengan STIFIn bersama Solver Hari Sanusi, STIFIn Man

Hasil Tes STIFIn Thinking introvert

Hasil Tes STIFIn Thinking introvert Ti
P24 THINKING - Hasil Tes STIFIn Thinking introvert

Thinking introvert

tesstifin.id – salah satu dari 9 hasil tes STIFIn yaitu : Ti adalah singkatan dari Thinking introvert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5 MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan enis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Ti sudah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Thinking introvert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Sistem operasi pada tipe Ti berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam.

Otak kiri putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ti. Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung sel otak lebih banyak. Kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam ke luar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi membiayai sendiri keperluan untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kiri datang dalam diri tipe Ti sendiri.

b. Tipologi Fisik

Mesin kecerdasan Thinking (T) sesungguhnya identik dengan tulang. Mereka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (konstitusi) yang piknis, terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan volumenya lebih kecil dibanding tipe lain sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain.

Akibatnya, tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesanakemari. Itulah mengapa disebut piknis. Terlebih lagi tipe Thinking introvert ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya, sehingga menyebabkan tipe Ti ini seperti memiliki tulang yang bertenaga. Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun secara umum Mesin Kecerdasan T malas bergerak. Padahal seharusnya MK ini mudah bergerak. Hal ini disebabkan tenaga yang tersedia dari MK ini cenderung disedot oleh kepala. Penggunaan energi dapat memakan energi yang besar sehingga MK ini malas bergerak.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku), kepribadian dari Thinking introvert mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • expert,
  • on time,
  • scheduled,
  • independent,
  • focus,
  • thorough,
  • mechanistic,
  • prudent,
  • responsible,
  • scheme

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Thinking introvert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: sangat logis namun jika mentok malah bergantung pada faktor x, mengelola secara hebat namun penakut untuk keluar dari zonanya, di balik kemandiriannya tipe ini menyimpan rahasia dan ‘masking’, sebenarnya ia agresif tapi juga ingin ‘diladeni’.

Selain itu, tipe Ti mengadili secara hitam-putih, namun mudah diprovokasi, jeli dan objektif namun terkadang gagal menangkap kontekstualitas gambaran besarnya, menjadi mesin profit yang mahir namur sering terjebak oleh hal-hal sepele. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik, maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Thinking introvert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara mendalam dalam wujud penguasaan teknologi, mesin, dan mekanika yang melebihi jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan teknik atau disebut TQ (Technical Quotient).

Tipe Ti memiliki kelebihan yang otomatis berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa efektif. Tipe ini memperlakukan pekerjaannya dengan output per standar yang harus tinggi. Pekerjaan tipe ini mesti efektif dan menghasilkan kepastian yang tinggi pula. Pada akhirnya tipe Ti akan mengelola proses dan menata sistem sehingga pada akhirnya aktivitas berjalan dengan cara yang penuh kepastian.

Cara membelanjakan pengeluaran dari tipe Ti juga harus efektif. Termasuk dalam berbagi pun, tipe ini sangat berhitung. Tipe ini lebih suka diminta menyumbang pikiran dibandingkan mengeluarkan uang jika dalam pertimbangannya dianggap tidak efektif.

e. Kemistri

Dengan kekuatan pada spesialisasi, kepakaran, kemampuan otak kiri, kemandirian, karakter yang seperti tulang (atau ibarat besi yang kokoh), bahkan keberadaan tulang yang lebih dominan dibanding ukuran badan, menjadikan orang Ti akan jauh lebih sukses kalau ia memiliki tapak untuk menekuni aktivitasnya.

Tipe Thinking introvert jangan menjalankan usaha yang tidak memiliki tapak/markas/kantor/bengkel permanen. Hal tersebut akan menyebabkan usahanya tidak stabil dan tidak terstruktur. Tipe ini harus memulai dari lokasi tertentu dan menumbuhkembangkan hingga besar.

Lokasi itulah tapak yang akan membuat tipe Ti meraih tahta sebagai kekuasaannya. Kebesaran tapaknya akan sejalan dengan kebesaran tahtanya atau kekuasaannya. Pada dasarnya, tipe ini memang menjadi orang yang paling bertahta, sepanjang ia berusaha mencari dimulai dari tapaknya.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala yang dominan, tipe T lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesaikan masalah hingga tuntas. Ia dapat menyusun serangkaian logika sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

Hal inilah yang membuat tipe T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tanggung jawabnya dapat  diselesaikan dengan baik. Kemudian jika kemampuan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh maka akan melahirkan kepribadian yang teguh dan keras kepala.

Jika tipe T -dikemudikan dari dalam ke luar- menjadi tipe Ti – akan muncul sifat yang lebih mandiri. Hal itu membuat tipe ini menyukai peranan sebagai orang yang menguasai masalah dan dapat bekerja sendiri seperti seorang pakar.

Kepakaran dari tipe ini menjadi lebih spesifik, misalnya seperti seorang spesialis. Hal ini disebabkan cara kerja kemudinya yang datang dari dalam ke luar dirinya sehingga ia memiliki mesin pendorong sendiri untuk menekuni atau menggali masalah secara khusus dan mendalam.

g. Target & Harapan

Target kerja dari tipe Thinking introvert adalah menghasilkan kestabilan dalam penuh kepastian. Kemampuan pengelolaan tipe Ti sangat bagus. Ia mampu mengkalkulasi segala macam unsur yang akan menimbulkan kesalahan yang diperkirakan mengganggu kerjanya. Dan mencari jalan keluar setiap masalah dengan belajar kepada informasi yang direkamnya. Pengharapan dari  tipe ini terletak pada kemampuan pengelolaannya yang efektif, menjalankan tugas sehingga ia semakin layak diberi otoritas yang lebih besar.

h. Arah Merek

Bagi tipe Thinking introvert, kepakaran (expertise) menjadi merek dirinya. Dengan kepakarannya, tipe ini akan ‘kepake’ kemana-mana. Tarif per jam dari tipe ini akan menjadi semakin mahal karena kepakaran tersebut. Masyarakat luas atau pasar pada umumnya akan menyebut nama tipe ini ketika mencari pakar di bidang tertentu.

i. Cara Belajar

Pada umumnya, tipe Thinking introvert tidak mengalami masalah dalam hal belajar. Pada umumnya, materi pelajaran memerlukan cara kerja otak yang menalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada tipe ini, ia sudah terbiasa bacaan untuk mendapatkan dan intisari bacaannya.

Otak kiri dari tipe Ti selalu memerlukan ‘fooding’ dengan cara berpikir, atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhir-nya menyebabkan tipe Ti menjadi orang yang paling lahap  membaca buku pelajaran dan sekaligus menjadi orang yang tingkat penguasaannya paling tinggi terhadap isi pelajaran.

Meskipun tidak dimotivasi, tipe Thinking introvert sudah dengan sendirinya memiliki kemandirian untuk belajar. Tetapi untuk meningkatkan atau memelihara motivasinya, tipe ini dapat didorong dengan cara memberikan rekognisi dari orang yang dihormatinya. Rekognisi berbeda dengan pujian.

Rekognisi lebih menyerupai sebagai penghargaan atau pengakuan bahwa pada dirinya ada kemajuan dan diberikan oleh orang yang dihormatinya, seperti ibu-bapaknya atau gurunya atau seniornya atau bahkan dari lawan yang diseganinya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Thinking introvert sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu riset dan teknologi, informasi teknologi, pertambangan, konstruksi, kesehatan, garmen.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang manufactur, bisnis properti, peternakan, peneliti, fabrikan, perminyakan, pengeboran, programmer, dokter, apoteker, kimiawan, konsultan managemen, teknokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, atlit (pertandingan), dll.

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Thinking introvert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan mendalam. Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi yang betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (seperti atlit balap sepeda, taekwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta  bidang bidang yang memerlukan kedalaman atau spesialisasi seperti insinyur atau teknokrat.

sertifikat stifin thinking introvert ti tesstifin.id 081809280203 - Hasil Tes STIFIn Thinking introvert

Baca juga ini :

Silakan hubungi kami, untuk informasi mengenai Tes STIFIn dan lokasi tesnya serta layanan STIFIn lainnya:

Tes STIFIn Indonesia
HP/WhatsApp 0818 051 80808

atau klik:
https://wa.me/6281805180808

Hasil Tes STIFIn Intuiting introvert Ii

Hasil Tes Intuiting introvert Ii

Intuiting introvert

tesstifin.id – Salah satu hasil tes STIFIn adalah Ii adalah singkatan dari Intuiting introvert. Jika huruf I berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan I adalah salah satu diantara 5 MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Ii sudah menjadi identitas kepribadian. I ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana hasil tes STIFIn dari Intuiting introvert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan indera keenam (intuisi) yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Sistem operasi pada tipe Ii berada di belahan otak bagian atas di sebelah kanan atau disebut sebagai otak besar kanan atau diringkas otak kanan. Pada otak kanan tersebut – yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini- berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Otak kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ii.

Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung sel otak lebih banyak. Kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi bergerak dari dalam ke luar. Hal ini menyebabkan yang punya badan’ ketika memiliki ide yang bagus seperti diberi mesin roket untuk terbang ke angkasa bersama ide tersebut.

b. Tipologi Fisik

Mesin Kecerdasan Intuiting (I) sesungguhnya identik dengan perut panjang. Mereka memiliki perut yang panjang dimana di dalamnya terdapat usus yang panjang. Perut panjang tersebut rupanya merupakan ciri-ciri dari tipe I yang mengolah makanan menjadi tenaga anaerobik dan disimpan dalam otot yang berwarna putih.

Tenaga anaerobik yang terdapat pada otot putih ini merupakan tenaga yang tidak stabil dan meledak-ledak. Itulah mengapa jenis tenaga ini akan bagus untuk melakukan sprint dengan kecepatan tinggi. Tenaga anaerobik merupakan tenaga yang eksplosif. Tentu saja otot putih ini mesti sering digunakan supaya otot berkembang dan memiliki kapasitas menyimpan tenaga anaerobik yang lebih banyak.

Tipe Intuiting introvert terlebih lagi karena ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya menyebabkan tipe Ii seperti memiliki daya ledak yang kuat. Selain memiliki bentuk (konstitusi) fisik yang astenis (jangkung) tebal, orang Ii juga memiliki tubuh sebagai penunjang bagi kepalanya untuk pergi terbang jauh bersama gagasannya. Oleh karena itu, pada tipe Intuiting secara umum sering kali memiliki bentuk bahu yang miring, seolah-olah ibarat roket yang dipandu kepalanya, khususnya otak kanannya.

Dalam proses penceranaan, makanan secara rakus diolah oleh perut panjang dan disimpan pada otot putih dari tipe I sebagai tenaga anaerobik. Tenaga anaerobik ini memiliki kemampuan untuk melakukan sprint. Bergerak secara eksplosif namun kemudian cepat habis. Pada tipe I dengan kemudi introvert (i), hal tersebut masih bisa didorong hingga mampu mencapai jarak menengah, namun tetap tidak bisa digunakan untuk jarak jauh. Penggunaan untuk jarak jauh hanya mungkin jika memakai tenaga aerobik.

Itulah mengapa tipe I kurang suka main otot. Tipe ini tahu bahwa pada dirinya hanya tersedia lebih banyak otot putih dan kurang memiliki otot merah yang mengandung tenaga aerobik. Tipe ini lebih suka menggunakan kepala, namun jenis kepala sebelah kanan yang tidak membuat merengut seperti kepala sebelah kiri. Kepala kanan tipe ini justru lebih nyeleneh.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian dari tipe Intuiting introvert mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut konsep STIFIn, ke sepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • learner,
  • assertive,
  • perfectionist,
  • scholar ,
  • hard to please ,
  • proud,
  • optimistic ,
  • deep,
  • insistent,
  • capable selling,

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Intuiting introvert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: berpikir positif namun  sekaligus mengkhayal ala ‘time tunnel’ seolah-olah semua bisa terjadi, menyenangkan sebagai mitra bisnis namun tidak suka bicara pribadi, percaya diri sangat tinggi namun memacu ‘mesin’nya terlalu cepat seolah tanpa rem.

Selain itu, tipe ini terlihat atraktif dan estetik namun melewati zamannya, mahir membuat konsep dan sekaligus menguasai pekerjaan hilirnya namun menjadi terlalu masa-bodoh dengan lingkungannya, terbuka dengan perbedaan pendapat namun tetap keras kepala dengan keyakinannya.

Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Intuiting introvert ini memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan kreativitas dan intuisi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan kreatif atau disebut CQ (Creativity Quotient).

Tipe Ii memiliki kelebihan otomatis berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa mencari Kualitas tersebut diciptakan dari pangkal, sehingga Ii sangat getol mencari penemuan-penemuan atau penciptaan-penciptaan baru.

Kelebihan tipe Ii justru terletak pada orientasinya untuk mengadakan sesuatu yang sebelumnya belum ada. Tipe ini mencari kepuasan. Jika karya ciptaannya kemudian diakui sebagai penemuan baru, maka hal tersebut menjadi kepuasan yang tak terhingga bagi tipe ini. Demikian juga tabiatnya terhadap uang, tipe Ii akan membelanjakan dan menginvestasikan uangnya untuk segala sesuatu yang dapat meningkatkan kualitas dirinya atau karya ciptaannya, agar ia memperoleh kepuasan secara berkelas.

e. Kemistri

Disain keberhasilan hidup seseorang dengan tipe Intuiting introvert ditandai dengan kemampuan menjalankan program untuk menginkubasi ciptaannya. Tipe ini tidak pernah kehabisan ide karena radar vertikalnya diberi roket dari dalam. Secara umum, Mesin Kecerdasan Intuiting memiliki kemistri kata yang berupa ilmu dan gagasan. Bagi tipe ini, ilmu dan gagasan tersebut akan begitu mudah dimunculkan. Namun ide saja tidak cukup. Ide tersebut harus diterbangkan setinggi-tingginya.

Proses menerbangkan ide dimulai dengan cara mematangkan ide, lalu dibuatkan infrastuktur untuk menerbangkan ide tersebut. Wujud konkrit mematangkan ide dan mempersiapkan infrastrukturnya yaitu, jika ide tersebut telah mewujud menjadi program dengan segala pranatanya. Semakin banyak program yang bisa digarap tipe Ii untuk merealisasikan mimpi dan gagasannya, tipe ini semakin menemukan jati dirinya.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala kanan yang bagus, tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan berkelas yang membutuhkan kualitas yang bersumber dari sumberdaya kreativitas yang dimilikinya.

Jika digabungkan dengan kecerdasan yang berbasiskan indera keenam, maka fungsi kepala kanan akan membuat tipe I lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan necis yang tidak kotor oleh keringat. Hal itu juga yang membuat tipe I memilih peran sebagai sutradara di belakang layar yang memberi ide dan inspirasi kepada para pemain yang berada di lapangan atau di panggung.

Jika tipe I dikemudikan dari dalam -menjadi tipe Ii- akan muncul sifat ingin serba sempurna. Hal itu membuat tipe Intuiting introvert menyukai peran sebagai seorang penggagas yang menginisiasi (memulakan) pekerjaan dengan target melakukan perubahan atau memberi nilai tambah pada pekerjaannya.

Secara umum, kemampuan menangkap bahasa langit atau memprediksi kejadian membuat tipe Intuiting berani mengambil risiko. Hal inilah yang membuat tipe ini sangat berminat menjadi pengusaha atau pebisnis yang sejatinya berani menghadapi risiko gagal.

g. Target & Harapan

Kesungguhan untuk menciptakan sesuatu yang baru menjadikan tipe Intuiting introvert hanya akan puas jika menghasilkan sesuatu yang signifikan (berbeda secara nyata). Tipe ini berharap dapat selalu mencipta sesuatu yang baru sehingga pada akhirnya secara akumulatif, ia berhasil mengubah keadaan dirinya atau lingkungannya secara signifikan.

h. Arah Merek

Dengan kemampuan untuk selalu mencipta, memberi nilai tambah, menghasilkan perubahan yang signifikan, dan menjaga kesempurnaan, tipe Ii memiliki merek yang melekat pada dirinya sebagai sosok yang memiliki kualitas kerja yang tinggi.

Tipe Intuiting introvert tidak mementingkan kuantitas (volume) tapi justru sangat mementingkan kualitas (menghasilkan marjin yang besar). Sehingga, kesungguhan untuk menjaga kualitas kerja menjadi jaminan bagi orang lain yang ingin bekerjasama dengan tipe ini.

i. Cara Belajar

Dalam proses belajar, tipe Intuiting introvert selalu berfokus untuk memahami konsep. Upaya memahami konsep tersebut tidak mudah, maka tipe ini perlu dibantu dengan ilustrasi, grafis, dan film, yang akan memudahkan baginya untuk  memahami konsep dari setiap pelajaran. Selain itu, proses belajar dari tipe ini juga dapat ditransfer dari bahasa tubuh si pengajar.

Tipe Intuiting introvert akan menyukai dosen atau guru yang ekspresif dalam berkomunikasi baik dari aspek konten pilihan kata ataupun dari cara penyampaiannya. Konten pelajaran yang disukai tipe ini adalah konten yang dapat menggugah keingintahuan atau memberi inspirasi baru baginya. Tipe ini juga menyukai cerita-cerita petualangan yang fiktif karena hal itu akan membuka cakrawala fantasinya.

Pemberian motivasi bagi tipe Ii cukup dengan ditantang melihat masa depan yang lebih baik. Tipe Ii memiliki
optimisme yang kuat dan juga keras kepala untuk memperjuangkan kemauannya. Dengan memvisualkan ‘big picture’ tentang masa depannya, maka akan lebih mudah bagi tipe ini untuk membangun sendiri rute keberhasilannya. Demikian pula dalam kegiatan belajar, tipe ini akan lahap membaca buku jika sudah melihat manfaat bagi dirinya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Intuiting introvert sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu : marketing/periklanan, lifestyle/mode, penerbangan, agroforestry.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang sesuai untuk tipe Ii sebagai berikut : pengusaha/investor, bisnis pendidikan/pelatihan, penulis sastra, cinematografis, detektif, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, reengineering, proyeksi, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertandingan, penyembuh, cenayang, dll.

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Ii adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: mengarang, perut panjang, perubahan, dan murni.

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik (karena perutnya panjang) atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat dan meledak-ledak, serta jenis jurusan atau profesi yang bernapaskan perubahan signifikan, radikal, dan memiliki ciri mencuri kemurnian ide atau menerbangkan ide menjulang ke langit yang tinggi.

Kontak Tes STIFIn 081809280203

Sertifikat STIFIn Intuting introvert Ii - Hasil Tes STIFIn Intuiting introvert Ii

Baca juga ini :