Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Memahami STIFIn menurut Agama dan Ilmu Kedokteran tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Asosiasi Promotor STIFIn menyelenggarakan Stadium Generale dengan tema “STIFIn Ditinjau dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran”, Ahad (31/1/2021) via aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung di akun Youtube STIFIn Institute. Ada 3 narasumber yang hadir pada acara tersebut, yaitu: STIFIn Health Trainer dr. Hendra Agusswarman S., Founder STIFIn Farid Poniman, serta Ketua MUI Dr. K.H. Jeje Zaenudin. Dokter Hendra memaparkan hasil riset uji klinis dengan validitas tinggi yang membuktikan adanya keselarasan antara sistem operasi otak yang dominan dengan sistem organ tubuh yang dominan pada diri seseorang. Ia mengawali penjelasannya dengan memaparkan hasil penelitiannya pada 26 Agustus hingga 4 Desember 2015.

STIFIn Health tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sebelum melakukan penelitian, dr. Hendra telah berdiskusi dengan Ayah Farid Poniman mengenai STIFIn dan berkesimpulan bahwa hipotesa yang ia temukan harus dituangkan secara ilmiah. “Setelah diskusi, saya pikir, konsep ideal ini harus dipelajari lebih lanjut dan dilihat hasil nyatanya lewat penelitian,” ujar dr. Hendra. Kemudian, ia melakukan uji sampel pada 96 siswa-siswi SMP di Balikpapan untuk mendapatkan sampel yang mewakili semua Personality Genetic (PG). Ada tiga tahapan yang dilakukan dr. Hendra dalam pengumpulan data, yaitu: melakukan tes STIFIn, melakukan medical check up, dan menganalisis hasil medical check up. “Kami melakukan tes STIFIn dulu, tidak mudah ya mendapatkan jumlah sampel yang mewakili setiap personality genetic, dan tidak mudah lagi melakukan tahap penelitian selanjutnya,” kata dr. Hendra yang juga seorang Health & Wellness Consultant. Tahap penelitian selanjutnya yang ia maksud adalah pemeriksaan abdomen untuk mengetahui organ tubuh mana yang dominan dari setiap PG. “Perlu diketahui, setiap Mesin Kecerdasan dalam STIFIn memiliki organ utama. Misalnya: Sensing organ utamanya lambung, Thinking organ utamanya ginjal, Feeling organ utamanya paru-paru, Insting organ utamanya jantung, Intuiting organ utamanya adalah liver atau hati,” jelasnya. Berdasarkan hasil penelitian, dr. Hendra menemukan bahwa Feeling (F) memiliki diameter paru-paru paling dominan, khususnya di rongga dada kiri yaitu berukuran 14,35 cm. Lalu, hasil rontgen thorax (dada) juga menunjukkan bahwa di rongga dada kanan, diameter terbesar yaitu 13,90 cm dimiliki oleh Intuiting (I) karena di area ini juga terdapat organ Liver atau hati yang dominan berada di area rongga dada/perut kanan. Kemudian, analisa hasil USG abdomen (perut) menunjukkan bahwa Thinking (T) memiliki diameter rata-rata ginjal paling dominan, yaitu 14,17 cm. Sementara itu, hasil pemeriksaan darah (Hematologi) menunjukkan bahwa Insting (In) memiliki aktivitas kerja jantung dan sirkulasi darah yang dominan, ditunjukkan dengan tingginya kadar sel darah merah/entrosit, hemoglobin dan sel darah putih/lekosit (dalam batas normal). Hasil pemeriksaan darah (Hematologi) terkait Trombosit (keping pembekuan darah) menunjukkan Sensing (S) memiliki jumlah yang lebih dominan (dalam batas normal), bisa jadi untuk menunjang aktivitas S yang aktif secara fisik, terutama di bidang olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera. Dominan di angka trombosit ini membuat S memiliki kecenderungan lebih cepat pulih dari cedera. “Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan kesesuaian secara tepat berdasarkan pengukuran anatomi pada Thinking (USG Abdomen), Intuiting, dan Feeling (Rontgen Thorax),” tegasnya. Selain itu, penelitian juga menunjukkan dominasi aktivitas jantung dan sirkulasi darah pada Insting berdasarkan analisa Hematologi. Penelitian juga menunjukkan dominasi Sensing berdasarkan analisa Hematologi Trombosit untuk recovery pasca aktivitas fisik. “Perlu dipertimbangkan jenis pemeriksaan yang lebih sesuai untuk menggambarkan dominasi organ lambung pada Sensing melalui pemeriksaan endoskopi/gatroskopi sehingga lebih tepat menggambarkan dominasi organ Lambung (sistem pencernaan) pada Sensing,” harapnya. 

STIFIn Spiritual tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sementara itu, Dr. K.H. Jeje Zaenudin memotret insight dalam konsep STIFIn yang tertuang dalam buku Pancarona. Wakil Ketua PP Persatuan Islam itu membuka dengan pengertian Fitrah, Shibghah, dan Syakilah. Menyitir ayat Alquran surat ar Ruum ayat 30, surat Albaqarah ayat 138, dan surat Al Isra ayat 82-84, Dr. K.H. Jeje menjelaskan bahwa fitrah itu adalah potensi positif dan ketuhanan tentang sifat dasar manusia yang membutuhkan keterikatan dan hubungannya dengan Allah, yaitu shibghah Allah (celupan Allah). “Sementara Syakilah adalah bagaimana cara manusia menyikapi kegagalan dan kesuksesan. Setiap orang akan bekerja, berbuat berdasarkan kecenderungannya,” ujar K. H. Jeje. Konsep fitrah, shibghah dan syakilah inilah, menurut Ustaz Jeje yang mendapatkan kesesuaian relevansi dengan mesin kecerdasan dan personality genetic dalam STIFIn. Ustaz Jeje juga mengingatkan bahwa manusia juga diberikan kemudahan, namun ada yang diberikan kemudahan dalam kemudahan, ada juga diberikan kemudahan dalam kesulitan. Sementara itu, mengenai sidik jari, Alquran menjelaskan dalam surat Al Qiyamah ayat 3-5 yang menyebutkan ‘banaanah’ yaitu ujung jari tangan dan kaki manusia. Lebih lanjut, dalam Hadits Nabi saw juga diceritakan mengenai seseorang pada zaman Nabi saw yang mengetahui mengenai ilmu sidik jari. “Dengan demikian, ada korelasi antara kecenderungan, bakat, minat manusia dengan apa yang diciptakan Allah dalam ‘diri’ seseorang yaitu pada otak dan hati,” jelasnya. Manusia, lanjut Ustaz Jeje, tidak lepas dari fitrah, shibghah, dan syakilah yang ada dalam dirinya, tetapi manusia diberi kemerdekaan untuk mengikutinya atau menyelisihinya. “Islam tidak mengingkari kemampuan manusia untuk menyingkap sebagian rahasia alam yang Allah ciptakan. Islam justru mendorong manusia untuk terus meneliti dan menyingkap rahasia-rahasia Allah yang tersimpan dalam dirinya,” tutup Ustaz Jeje. 

P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sebagai keynote speaker, Farid Poniman menjelaskan bahwa konsep STIFIn sangat bisa diaplikasikan dalam segala bidang kehidupan. “Sejauh ini, hipotesa yang kita buat Alhamdulillah berjalan dengan baik, bisa dengan mudah digunakan dalam segala bidang kehidupan. InsyaAllah konsep STIFIn ini akan survive terus berlangsung dan bisa digunakan, juga tidak bertentangan dengan alquran dan hadits,” ungkapnya. Founder STIFIn ini juga mengatakan bahwa alam semesta yang diciptakan oleh Allah swt juga memiliki karakternya masing-masing. Dalam sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa malaikat takjub saat Allah swt menciptakan bumi meskipun dalam keadaan miring dan bergoyang. Lalu Allah tancapkan gunung dan bumi tak lagi bergoyang, malaikat pun kembali takjub. “Bumi itu mempunyai karakter Sensing Introvert, sementara gunung itu Intuiting. Gunung dikalahkan oleh Logam, logam itu Thinking. Kemudian Api menaklukkan Logam, api itu adalah Feeling. Lalu Air menaklukkan Api, air itu Insting. Dan apa yang dapat mengalahkan air? Yaitu Angin, angina itu karakternya Sensing Ektrovert. Ini adalah siklus tertutup yang sesuai dengan teori STIFIn,” jelas Ayah Farid. Mengetahui penciptaan langit dan bumi sangat penting, namun ternyata, Allah swt telah menciptakan karakter manusia sejak 50 ribu tahun sebelum alam semesta diciptakan. Disebutkan dalam Alquran surat al Insan ayat 1: “Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” Farid mengatakan dalam bahwa Syeikh Qadir Jaelani menafsirkan ayat tersebut bahwa yang dimaksud adalah karakter manusia sudah diciptakan sebelum Allah menciptakan dimensi ruang dan waktu. “Ini menjadi sangat menarik karena ternyata di balik pentingnya waktu, ternyata ada yang lebih penting untuk kita pelajari, yaitu mengenali karakter manusia,” ujarnya. STIFIn membagi karakter seseorang menjadi 5 Mesin Kecerdasan, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting dengan 9 Personality Genetic, yaitu penambahan Introvert dan Ekstrovert. “Lima mesin kecerdasan itu sudah mencakup semuanya, membagi habis, sangat distinctive. Begitu dibedah lagi, maka 5 itu menjadi 9 PG, ada introvert dan ekstrovert. Tidak perlu lagi mencari tambahan atau mana yang dibuang, semuanya sudah sangat solid dan signifikan,” tutupnya. [Dhey Siregar]

Konsep STIFIn Hubungan Segilima - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran
Sumber : STIFIn Depok

Mengenal Jati Diri dari Sidik Jari Dengan Metode STIFIn

Mengenal Jati Diri dengan STIFIn - tesstifin.id 081805180808
PuFGo5Vc t - Mengenal Jati Diri dari Sidik Jari Dengan Metode STIFIn

tesstifin.id – Setiap manusia memiliki potensi dalam dirinya, namun banyak yang tidak mengetahui potensi yang terdapat pada dirinya.

Yang lebih parahnya lagi, orang tua yang tidak mampu memahami potensi yang dimiliki anaknya, sehingga sering sekali orang tua memaksakan sesuatu yang bukan merupakan potensi yang dimiliki anaknya tersebut.

Di era modern seperti saat ini, banyak sekali metode untuk melihat potensi seseorang, satu diantaranya STIFIn.

STIFIn merupakan metode melihat potensi seseorang berdasarkan sidik jari, tidak hanya itu metode ini juga mampu menganalisa kepribadian, sifat pola pikir dan minat yang dimiliki seseorang.

Muhammad Ardhiansyah, Direktur STIFIn di Kota Bekasi dan Jogja yang kini mulai buka di Jambi mengatakan, metode ini merupakan kombinasi ilmu dari tokoh psikologi moderen dengan ulama Islam.

“Jadi STIFIn ini kental sekali dengan Al – Qur’an,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Ardhiansyah mengatakan, untuk ulama Islam merujuk pada lima teori otak Al Gazali dalam kitab rasail.

Di mana otak manusia itu memiliki lima bagian, otak kanan atas, otak kiri atas, otak kanan bawah, otak kiri bawah dan otak tengah.

“Jadi, metode di STIFIn ini menyempurnakan teori yang sudah ada,” katanya.

Konsep STIFIn mengunakan faktor genetik buka mengunakan Fenotipe atau kondisi saat ini, yang bertujuan untuk mencari tau mesin kecerdasan atau otak dominan yang digunakan di lima bagian otak yang di miliki seseorang.

Ardhiansyah menceritakan mengunakan sidik jari sebagai acuan dasar karena sidik jari ini memiliki banyak fungsi satu diantaranya identitas yang membedakan orang satu dengan yang lain.

Untuk STIFIn yang dicari adalah simpul atau mode yang berpola. Ternyata polanya tersebut terkorelasi dengan dominan otak sebelah mana berdasarkan penelitian.

Tes STIFIn telah diikuti oleh banyak orang yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai kepribadian dan juga bakat terpendam yang dimiliki. 

Tes ini juga bisa digunakan bagi orang tua untuk memberikan pola asuh yang lebih tepat bagi anak sesuai dengan kepribadian dan karakter yang dimiliki oleh anak.Sehingga anak menjadi lebih terarah dan mudah diarahkan. 

Tidak hanya itu, banyak yang menggunakan STIFIn untuk mengetahui pola hubungan dalam keluarga, sehingga bisa mengetahui lebih rinci bagaimana istri membahagiakan suami dan sebaliknya.

Metode STIFIn ini dikembangkan oleh Farid Poniman yang menyempurnakan metode serupa yang pernah ada.

Ardhiansyah mengatakan, hadirnya motode ini karena setiap orang itu harus menjadi orang terbaik berdasarkan potensi yang di milikinya.

“Hal ini di sebutkan dalam Al Qur’an sebanyak 6 kaliloh,” ujarnya.

Di Jambi STIFIn berlokasi di depan PTUN Jambi Jalan Kol M Kukuh No. 1, Kotabaru, Paal Lima, Jambi, Kota Jambi.

Untuk satu kali tes hanya dikenakan biaya Rp 500 ribu rupiah.

Sejarah Ilmu Sidik Jari Daktilopski

Daktilopski Sidik Jari STIFIn
Daktiloski Sidik Jari STIFIn - Sejarah Ilmu Sidik Jari Daktilopski

Sejarah Daktilopski

TESSTIFIN.id – Sejak ribuan tahun sebelum masehi kesadaran manusia sudah mengenal adanya garis papilair pada jari. Hal ini terbukti adanya peninggalan sejarah kerajaan Inive di Babilonia, yaitu orang Indian tentang ukiran kasar bentuk sidik jari pada goa batu ditepi danau KEjimkcijik Nova Scovia ( di Teluk Mexico )

 

Pada abad VII ( 650 m ) di China penggunaan sidik jari sudah diwajibkan dengan  undang-undang untuk dicantumkan dalam dokumen perceraian, surat jual-beli dengan membubuhkan sidik jari

Tahun 1686 Prof. Marcello Malpighi, di Univ. Bologna melihat adanya garis-garis bentuk : spiral dan loop

Tahun 1823 prof. Johanes E Purkinye, di Univ. Breslau : golongkan garis – garis papil menjadi 9 ( sembilan ) jenis.

Tahun 1864 Dr. Hihemiah Grew, mengamati garis – garis pada ujung jari dengan gun mikroskop.

Tahun 1903 di penjara Leavan Worth Kansas, ditemukan kesamaan data antropometry, potret wajah dari 2 orang negro bernama Will West dan Willian West tetapi sidik jari berbeda

Beberapa pendapat yang tunjukan ketidaksamaan / tidak berubahnya sidik jari

Mr. H,A, Asquith, seorang ahli statistic di Amerika Serikat terjadinya kesamaan detail antara satu sidik jari dengan yang lain adalah 1 orang dalam 54 milyard, kalau dihitung dengan ukuran waktu terjadinya 2.660.337 abad.

 

William Jenings, anggota Franklin Institute Philadelpia, mengambil sidik jarinya sendiri pada umur 27 th (1887) kemudian bandingkan dengan sidik jari setelah umur 77 th ternyata tidak terjadi perubahan

 

Surat kabar London News of The World th 1937 menyediakan hadiah  $1000 bagi mereka yang mempunyai sidik jari sama dengan sidik jari yang disayembarakan.

 

Tahun 1958, Sir William James Hersohel, seorang pembesar inggris di Bengal ( Indian ) mempergunakan sidik jari jempol yang diterapkan untuk identifikasi seorang terhukum .

 

Tahun 1892, Sir Francis Galton menulis buku fingerprints  dengan mengatakan bahwa sidik jari tidak sama dan tidak berubah semasa hidup dan dapat dirumus.

 

Tahun 1901 sejak ditemukan ilmu Daktilopski , maka sistem anthrometry yang diciptakan oleh Alponse Bertilion (th 1860) tidak digunakan dalam kepolisian karena mempunyai beberapa kelemahan yakni selain bisa terjadi kesalahan pengukuran juga tidak tepat diterapkan terhadap orang yang belum dewasa dan administrasinya sangat rumit.

Tahun 1901, Sir Edward Richard Henry kembangkan sistem Galton menjadi Galton-Henry .

Tahun 1914 sistem Galton Henry mulai dikembangkan di indonesia

Tahun 1960, sistem ini resmi digunakan oleh Polri

P43 STIFIn Test 081809280203 1 - Sejarah Ilmu Sidik Jari Daktilopski

Pengertian Daktiloskopi

Berasal dari bahasa Yunani :

Dactilos —–>>                jari jemari / garis-garis jari
Scopeen —–>>                mengamati / meneliti

“ mengamati sidik jari khususnya garis-garis terdapat pada ruas ujung jari baik tangan maupun kaki atau ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identifikasi orang.”

Identifikasi :

Usaha untuk mengenal kembali sesuatu baik benda, manusia maupun hewan.
 

Beberapa istilah dalam sidik jari
fokus point.
Delta    (outer termius) titik fokus luar
core     (inter minus) titik fokus dalam


type linnes ( garis pokok lukisan )

dua garis sidik jari yang letaknya paling dalam pada permulaannya berjalan sejajar, kemudian bersama-sama memisah, memeluk atau akan memeluk garis pokok lukisan sidik jari.


patern area ( pokok lukisan ).

Daerah / ruangan putih yang dikelilingi oleh garis tipe lines untuk tempat lukisan garis sidik jari yang diperlukan guna perumusan ( terutama pada golongan loop dan whorl )

 

Delta.
Titik / garis yang terdapat pada pusat perpisahan garis tipe linnes

 

Core.
Suatu titik tengah yang terdapat / terletak pada garis sidik jari loop yang terdalam dan terjauh dari delta.

Apendage ( garis sambungan )

Garis yang merusak garis sidik jari bila appendage tersebut menempati atau berada di suatu garis sidik jari, maka garis yang ditempati itu spoi ( mati )

inter locking loop.

Dua garis loop yang terdalam yang saling memasuki / memotong satu sama lain

Ikuti Tes STIFIn untuk Menemukan Potensi Terbesar Anda Berdasarkan Sidik Jari Anda Sekarang Juga! Tes STIFIn

Apa Itu Tes STIFIn - WA 081805180808
STIFIn Video - Ikuti Tes STIFIn untuk Menemukan Potensi Terbesar Anda Berdasarkan Sidik Jari Anda Sekarang Juga! Tes STIFIn

TESSTIFIN.id– Mungkin masih banyak sekali orang yang belum tau tentang apa itu tes STIFIn. 

STIFIn ialah singkatan dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.

STIFIn itu sendiri merupakan sebuah konsep untuk mengindentifikasi kecerdasan manusia (potensi terbesar) berdasarkan sistem operasi otak yang dominan dan dapat diketahui dengan cara memindai sidik jari.

Berdasarkan pencarian tim Fokus Muria, ada yang menjelaskan bahwa metode STIFIn terdiri dari teori psikologi, neuroscience, dan ilmu sumber daya manusia.

Metode tersebut ditujukan untuk mengenali sekaligus memahami tentang karakter dan kepribadian dari masing-masing manusia.

Hal tersebut merupakan konsep yang sering dipakai dalam hal mengidentifikasi kecerdasan manusia dengan sistem operasi otak yang dominan.

Sehingga dapat diketahui dengan memindai sidik jari.

Tes STIFIn ini membutuhkan proses scan 10 sidik jari. Tes STIFIn tersebut membutuhkan setidaknya aplikasi promotor STIFIn dan alat fingerprint.

Prosesnya tentu saja memerlukan scan sidik jari terlebih dahulu, lantas data tersebut dikirim ke server pusat untuk diolah dan menghasilkan hasil tes yang dapat didownload dan dicetak dalam bentuk sertifikat STIFIn.

STIFIn Institute adalah institusi yang secara legal dapat mengeluarkan lisensi tersebut.

Pada dasarnya, alat-alat yang tersebut di atas tidak dapat dimiliki dengan sembarang.

Sehingga tidak bisa dengan mudahnya melakukan tes STIFIn di rumah.

Sumber : fokusmuria.co.id

Anda bisa melakukan tes STIFIn melalui Promotor STIFIn yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri.

Harga STIFIn berlaku secara nasional. Tidak ada perbedaan harga. Anda bisa melaporkan bila ada harga yang berbeda.

Silakan hubungi kami, untuk informasi mengenai Tes STIFIn dan lokasi tesnya:

Tes STIFIn – Indonesia
HP/WhatsApp 0818 0928 0203

atau klik:
https://wa.me/6281809280203

5 Macam Hubungan Cinta Berdasarkan Sidik Jari

STIFIn Genetic Intelligence 081805180808 - tesstifin.id

TESSTIFIN.id – Penting dibaca untuk siapa saja terutama bagi yang belum menikah dan berencana menikah!

Konsep sidik jari STIFIn membagi otak manusia menjadi lima belahan. Masing-masing belahan memiliki jenis/tipe kecerdasan tersendiri.

Belahan otak limbik kiri: kecerdasan Sensing (S)

Belahan otak depan kiri: kecerdasan Thinking (T)

Belahan otak depan kanan: kecerdasan Intuiting (I)

Belahan otak limbik kanan: kecerdasan Feeling (F)

Belahan otak tengah bawah: kecerdasan Instinct (In)

Sensing – Thinking – Intuiting – Feeling – Instinct kemudian disingkat menjadi STIFIn.

Teori Sirkulasi STIFIn 2 - 5 Macam Hubungan Cinta Berdasarkan Sidik Jari

Kecerdasan satu dengan kecerdasan lainnya mempunyai pola hubungan tersendiri. Pola hubungan ini dibagi menjadi dua yakni hubungan MENDUKUNG dan hubungan MENAKLUKKAN. Bila digambar maka akan seperti ini:

Penjelasannya sebagai berikut:

Contoh orang Sensing (S)

Orang dengan kecerdasan Feeling (F) mendukung orang dengan kecerdasan Sensing (S).

Orang dengan kecerdasan Intuiting (I) menaklukkan orang dengan kecerdasan Sensing (S).

Bagi orang S, orang F adalah coach yang bisa membantu memaksimalkan bakat atau kelebihan dia. Orang S akan merasa kagum terhadap orang F sehingga orang S membutuhkan orang F dan tidak bisa jauh-jauh dari orang F. Di sini orang F berperan sebagai coach (guru yang lunak) bagi orang S.

Bagi orang S, orang I adalah mentor yang bisa membantu mengatasi atau menutupi kelemahan dia. Orang I melihat banyak kelemahan dari orang S sehingga orang I sering marah, jengkel, dan keras terhadap orang S. Akibatnya orang S merasa tertekan dan ketakutan pada orang I. Namun sebenarnya orang S membutuhkan orang I karena orang I adalah mentor (guru yang keras) bagi orang S.

Untuk kecerdasan yang lain, penjelasannya sama seperti di atas.

Orang Thinking membutuhkan orang Sensing tapi orang Thinking ditaklukkan oleh orang Feeling.

Orang Instinct membutuhkan orang Thinking tapi orang Instinct ditaklukkan oleh orang Sensing.

Orang Intuiting membutuhkan orang Instinct tapi orang Intuiting ditaklukkan oleh orang Thinking.

Orang Feeling membutuhkan orang Intuiting tapi orang Feeling ditaklukkan oleh orang Instinct.

Ini bisa diaplikasikan ke banyak hubungan, misal politik pemilu dan bahkan hubungan pasangan suami istri. Bahkan menurut pemahaman saya, berdasarkan konsep STIFIn ini berarti tidak ada satu pun pasangan suami istri di dunia ini yang saling mencintai. Yang ada satu mencintai dan satu dicintai.

Tingkatan pasangan suami istri yang paling ideal adalah:

Pertama, pria mencintai/membutuhkan/didukung wanita. Contoh suami S istri F. Ini adalah hubungan pasangan suami istri yang paling ideal. Pada pasangan ini, yang diuntungkan adalah suami. Memang benar ada pepatah yang bilang wanita lebih baik dicintai daripada mencintai. Dengan begini, sang suami akan berusaha bekerja keras dan berkorban apa saja untuk istri. Pria akan senantiasa melihat istrinya begitu lucu, cantik, dan tidak membosankan. Kadar cinta suami sebesar 100%. Dan karena istri merasa diperhatikan suami maka kadar cinta istri bisa meningkat sampai menjadi 99% namun tidak akan pernah bisa menjadi 100% karena istri mencintai tipe pria lain.

Kedua, wanita mencintai/membutuhkan/didukung pria. Contoh suami S istri T. Pada pasangan ini, yang diuntungkan adalah wanita. Sang perempuan merasa butuh dengan lelakinya. Istri akan melihat suaminya tampan dan menggemaskan. Hal yang perlu diwaspadai adalah karena yang mencintai adalah wanita maka bisa jadi sang pria akan melihat atau mencintai tipe perempuan lain. Untuk itu, sang istri harus melayani suami dengan baik. Dan istri sebisa mungkin tidak menyakiti hati suami. Mungkin ada yang bertanya, bagaimana mungkin wanita yang mencintai suaminya bisa menyakiti hati suaminya. Bisa saja, jika wanita itu begitu mencintai suaminya sehingga ingin berduan terus dengan suami sampai-sampai istri melalaikan tugasnya.

Ketiga, pria menaklukkan wanita. Contoh suami S istri In (instinct). Sang wanita akan sering merasa tertekan terhadap perilaku sang pria. Karena suaminya sering jengkel dan marah-marah. Namun sebenarnya itu tidak bisa disalahkan karena si suami melihat kelemahan istri. Jengkelnya itu hanyalah harapan supaya kelemahan istri bisa dikurangi. Lagipula, karena ayah adalah kepala keluarga maka tidak mengapa ayah menaklukkan ibu meskipun ibu merasa tertekan. Yang perlu diperbaiki adalah cara komunikasi suami dalam menyampaikan kelemahan istri dan istri harus bersabar menerima keluhan suami. Suami sering mengeluh kepada istri karena suami banyak melihat kekurangan istri.

Keempat, wanita menaklukkan pria. Contoh suami S istri I (intuiting). Jenis pasangan ini harusnya dihindari. Jika ini terjadi maka akan terbentuk suami-suami takut istri. Dan sang istri lah yang menjadi kepala keluarga. Sebenarnya marahnya istri untuk suami adalah baik guna menutupi kelemahan suami. Namun tetap saja suami adalah kepada keluarga sehingga istri harus hormat kepad suami. Untuk itu yang diperbaiki adalah komunikasi istri terhadap suami. Selain itu perlu melibatkan pihak ketiga misal orang F yakni orang tua atau mertua.

Kelima, pria sama dengan wanita. Contoh suami S istri juga S. jenis pasangan ini juga harus dihindari. Karena kalau sama-sama orang S maka suami istri tidak bisa saling melengkapi kekurangan satu sama lain. Mereka memiliki pola pikir yang sama sehingga dalam jangka panjang akan tercipta hubungan yang datar dan membosankan. Untuk itu perlu juga melibatkan pihak ketiga misal orang F yaitu dari orang tua atau mertua. Terus, suami juga harus meningkatkan kualitasnya sebagai orang S sehingga tercipta perbedaan dengan istri. Dan juga keduanya tidak boleh egois dan harus ada yang mengalah.

Dengan demikian, bagi yang belum menikah atau sudah menikah tetapi memiliki permasalahan di atas maka perlu dikonsultasikan supaya bisa diketahui akar masalahnya. Jangan-jangan hubungan yang tidak sehat ini karena terjalin hubungan yang tidak ideal. Namun apapun itu, jika suami istri bisa menerima dan berkompromi dengan keadaan yang sudah terlanjur terjadi maka hubungan yang tidak ideal pun seharusnya tidak menjadi persoalan. Tetaplah bersyukur dan tingkatkan nilai-nilai spiritualitas dalam diri kita.

Kreator: Abdurrahman