Mengenal Struktur DNA, Otak, Organ, dan Strata Genetik

Konsep STIFIn | Struktur Otak, DNA

Struktur Otak

– Komposisi otak tengah terdiri dari Corpus Collosum (berfungsi sebagai penyangga otak; serat terbesar), Midbrain (penghubung keseluruhan otak; terdiri dari dua batang yang menyatu sebagai penyambung Thalamus dan Ganglia Basal), Pons (menjadi “jalan tol”/penghubung antar belahan otak), Medulla (pusat/sumber gerakan, jalur komunikasi), Cerebellum (pusat keseimbangan tubuh), Spinal atau Batang Otak (mengatur denyut jantung dan pernafasan). Selain itu dilengkapi dengan Sumsum tulang belakang (sebagai pengatur reflek gerakan). Untuk mengingat komposisi otak tengah ini, maka disingkat CMPM CS (Corpus Collosum, Midbrain, Ponds, Medulla, Cerebellum, Spinal)

Komposisi otak limbik atau sistem limbik terdiri dari Girus Singuli (pengendali dan pemimpin sistem limbik), Ventrikel Lateral (rongga cairan otak), Ganglia Basal (integrator gerakan), Putamen (meregulasi gerakan), Amigdala (pusat emosi), Hipokampus (pembentukan memori jangka panjang), Thalamus (pusat pengaturan indrawi), Hipothalamus (pengendali homeostasi seperti suhu, lapar, haus, bau, takut, dan seks), Kelenjar Hipofisis (produsen hormon tubuh). Untuk mengingat komposisi otak limbik ini, maka disingkat GIVE GANGPUTAM HITAHIHI (Girus Singuli, Ventrikel Lateral, Ganglia Basal, Putamen, Amigdala, Thalamus, Hipothalamus, Hipofisis).

Komposisi otak neokortek terdiri dari Lobus Frontal (fungsi intelektual0, Lobus Oxipetal (interpretasi visi), Lobus Parietal (Kesadaran Sensorik dan Asosiasi), Lobus Temporal (fungsi memori dan auditori). Untuk mengingat komposisi otak limbik ini, maka disingkat FROX PARTEM (Frontal, Oxipetal, Parietal, Temporal).

Kapasitas Hardware

Kapasitas hardware atau kapasitas otak merupakan kapasitas yang diukur berdasarkan jumlah sel otak dan dendrit otak yang tersambung sehingga memungkinkan perjalanan impulse di otak semakin baik. Kapasitas hardware akan menentukan IQ seseorang, maka kapasitas hardware dapat diukur seberapa kapasitasnya melalui tes IQ.

Selain melalui tes IQ, kapasitas hardware juga dapat ditaksir dengan mengukur volume besar kepala. Setidaknya bisa dengan mengukur lingkar kepala. Jika lingkar kepala di bawah 65 cm, bisa dikatakan IQ-nya di bawah rata-rata. Sedangkan jika di atas 65 cm, bisa dikatakan IQ-nya di atas rata-rata. Jadi sebetulnya, anak normal dengan ukuran kepala yang besar, berpeluang memiliki nilai IQ yang tinggi, pengukuran seperti ini hanya taksiran dan akurasinya bisa saja kurang.

Cara lain lagi untuk mengukur kapasitas hardware adalah dengan menghitung ridge counting pada sidik jari kesepuluh jari subjek. Yang membedakan STIFIn dengan alat tes bakat berbasis fingerprint lainnya adalah, STIFIn melalui sidik jari mengukur Operating System (software) otak, sedangkan alat tes sidik jari lain malah mengukur Hardware otak dengan cara melakukan ridge counting pada guratan-guratan sidik jari.

Kapasitas Hardware adalah genetik hereditary (diturunkan). Jadi bisa dibilang IQ anak kita diturunkan dari IQ orangtuanya atau kakek neneknya. Selain itu, kapasitas hardware adalah genetik yang menempati urutan keempat, artinya kontribusi kapasitas hardware terhadap prestasi seseorang, itu berada pada posisi keempat di bawah drive, MK dan gender.

Sumber : stifin.com