Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Memahami STIFIn menurut Agama dan Ilmu Kedokteran tesstifin.id 081805180808

tesstifin.id – Asosiasi Promotor STIFIn menyelenggarakan Stadium Generale dengan tema “STIFIn Ditinjau dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran”, Ahad (31/1/2021) via aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung di akun Youtube STIFIn Institute. Ada 3 narasumber yang hadir pada acara tersebut, yaitu: STIFIn Health Trainer dr. Hendra Agusswarman S., Founder STIFIn Farid Poniman, serta Ketua MUI Dr. K.H. Jeje Zaenudin. Dokter Hendra memaparkan hasil riset uji klinis dengan validitas tinggi yang membuktikan adanya keselarasan antara sistem operasi otak yang dominan dengan sistem organ tubuh yang dominan pada diri seseorang. Ia mengawali penjelasannya dengan memaparkan hasil penelitiannya pada 26 Agustus hingga 4 Desember 2015.

STIFIn Health tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sebelum melakukan penelitian, dr. Hendra telah berdiskusi dengan Ayah Farid Poniman mengenai STIFIn dan berkesimpulan bahwa hipotesa yang ia temukan harus dituangkan secara ilmiah. “Setelah diskusi, saya pikir, konsep ideal ini harus dipelajari lebih lanjut dan dilihat hasil nyatanya lewat penelitian,” ujar dr. Hendra. Kemudian, ia melakukan uji sampel pada 96 siswa-siswi SMP di Balikpapan untuk mendapatkan sampel yang mewakili semua Personality Genetic (PG). Ada tiga tahapan yang dilakukan dr. Hendra dalam pengumpulan data, yaitu: melakukan tes STIFIn, melakukan medical check up, dan menganalisis hasil medical check up. “Kami melakukan tes STIFIn dulu, tidak mudah ya mendapatkan jumlah sampel yang mewakili setiap personality genetic, dan tidak mudah lagi melakukan tahap penelitian selanjutnya,” kata dr. Hendra yang juga seorang Health & Wellness Consultant. Tahap penelitian selanjutnya yang ia maksud adalah pemeriksaan abdomen untuk mengetahui organ tubuh mana yang dominan dari setiap PG. “Perlu diketahui, setiap Mesin Kecerdasan dalam STIFIn memiliki organ utama. Misalnya: Sensing organ utamanya lambung, Thinking organ utamanya ginjal, Feeling organ utamanya paru-paru, Insting organ utamanya jantung, Intuiting organ utamanya adalah liver atau hati,” jelasnya. Berdasarkan hasil penelitian, dr. Hendra menemukan bahwa Feeling (F) memiliki diameter paru-paru paling dominan, khususnya di rongga dada kiri yaitu berukuran 14,35 cm. Lalu, hasil rontgen thorax (dada) juga menunjukkan bahwa di rongga dada kanan, diameter terbesar yaitu 13,90 cm dimiliki oleh Intuiting (I) karena di area ini juga terdapat organ Liver atau hati yang dominan berada di area rongga dada/perut kanan. Kemudian, analisa hasil USG abdomen (perut) menunjukkan bahwa Thinking (T) memiliki diameter rata-rata ginjal paling dominan, yaitu 14,17 cm. Sementara itu, hasil pemeriksaan darah (Hematologi) menunjukkan bahwa Insting (In) memiliki aktivitas kerja jantung dan sirkulasi darah yang dominan, ditunjukkan dengan tingginya kadar sel darah merah/entrosit, hemoglobin dan sel darah putih/lekosit (dalam batas normal). Hasil pemeriksaan darah (Hematologi) terkait Trombosit (keping pembekuan darah) menunjukkan Sensing (S) memiliki jumlah yang lebih dominan (dalam batas normal), bisa jadi untuk menunjang aktivitas S yang aktif secara fisik, terutama di bidang olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera. Dominan di angka trombosit ini membuat S memiliki kecenderungan lebih cepat pulih dari cedera. “Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan kesesuaian secara tepat berdasarkan pengukuran anatomi pada Thinking (USG Abdomen), Intuiting, dan Feeling (Rontgen Thorax),” tegasnya. Selain itu, penelitian juga menunjukkan dominasi aktivitas jantung dan sirkulasi darah pada Insting berdasarkan analisa Hematologi. Penelitian juga menunjukkan dominasi Sensing berdasarkan analisa Hematologi Trombosit untuk recovery pasca aktivitas fisik. “Perlu dipertimbangkan jenis pemeriksaan yang lebih sesuai untuk menggambarkan dominasi organ lambung pada Sensing melalui pemeriksaan endoskopi/gatroskopi sehingga lebih tepat menggambarkan dominasi organ Lambung (sistem pencernaan) pada Sensing,” harapnya. 

STIFIn Spiritual tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sementara itu, Dr. K.H. Jeje Zaenudin memotret insight dalam konsep STIFIn yang tertuang dalam buku Pancarona. Wakil Ketua PP Persatuan Islam itu membuka dengan pengertian Fitrah, Shibghah, dan Syakilah. Menyitir ayat Alquran surat ar Ruum ayat 30, surat Albaqarah ayat 138, dan surat Al Isra ayat 82-84, Dr. K.H. Jeje menjelaskan bahwa fitrah itu adalah potensi positif dan ketuhanan tentang sifat dasar manusia yang membutuhkan keterikatan dan hubungannya dengan Allah, yaitu shibghah Allah (celupan Allah). “Sementara Syakilah adalah bagaimana cara manusia menyikapi kegagalan dan kesuksesan. Setiap orang akan bekerja, berbuat berdasarkan kecenderungannya,” ujar K. H. Jeje. Konsep fitrah, shibghah dan syakilah inilah, menurut Ustaz Jeje yang mendapatkan kesesuaian relevansi dengan mesin kecerdasan dan personality genetic dalam STIFIn. Ustaz Jeje juga mengingatkan bahwa manusia juga diberikan kemudahan, namun ada yang diberikan kemudahan dalam kemudahan, ada juga diberikan kemudahan dalam kesulitan. Sementara itu, mengenai sidik jari, Alquran menjelaskan dalam surat Al Qiyamah ayat 3-5 yang menyebutkan ‘banaanah’ yaitu ujung jari tangan dan kaki manusia. Lebih lanjut, dalam Hadits Nabi saw juga diceritakan mengenai seseorang pada zaman Nabi saw yang mengetahui mengenai ilmu sidik jari. “Dengan demikian, ada korelasi antara kecenderungan, bakat, minat manusia dengan apa yang diciptakan Allah dalam ‘diri’ seseorang yaitu pada otak dan hati,” jelasnya. Manusia, lanjut Ustaz Jeje, tidak lepas dari fitrah, shibghah, dan syakilah yang ada dalam dirinya, tetapi manusia diberi kemerdekaan untuk mengikutinya atau menyelisihinya. “Islam tidak mengingkari kemampuan manusia untuk menyingkap sebagian rahasia alam yang Allah ciptakan. Islam justru mendorong manusia untuk terus meneliti dan menyingkap rahasia-rahasia Allah yang tersimpan dalam dirinya,” tutup Ustaz Jeje. 

P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK tesstifin.id 081805180808 - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran

Sebagai keynote speaker, Farid Poniman menjelaskan bahwa konsep STIFIn sangat bisa diaplikasikan dalam segala bidang kehidupan. “Sejauh ini, hipotesa yang kita buat Alhamdulillah berjalan dengan baik, bisa dengan mudah digunakan dalam segala bidang kehidupan. InsyaAllah konsep STIFIn ini akan survive terus berlangsung dan bisa digunakan, juga tidak bertentangan dengan alquran dan hadits,” ungkapnya. Founder STIFIn ini juga mengatakan bahwa alam semesta yang diciptakan oleh Allah swt juga memiliki karakternya masing-masing. Dalam sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa malaikat takjub saat Allah swt menciptakan bumi meskipun dalam keadaan miring dan bergoyang. Lalu Allah tancapkan gunung dan bumi tak lagi bergoyang, malaikat pun kembali takjub. “Bumi itu mempunyai karakter Sensing Introvert, sementara gunung itu Intuiting. Gunung dikalahkan oleh Logam, logam itu Thinking. Kemudian Api menaklukkan Logam, api itu adalah Feeling. Lalu Air menaklukkan Api, air itu Insting. Dan apa yang dapat mengalahkan air? Yaitu Angin, angina itu karakternya Sensing Ektrovert. Ini adalah siklus tertutup yang sesuai dengan teori STIFIn,” jelas Ayah Farid. Mengetahui penciptaan langit dan bumi sangat penting, namun ternyata, Allah swt telah menciptakan karakter manusia sejak 50 ribu tahun sebelum alam semesta diciptakan. Disebutkan dalam Alquran surat al Insan ayat 1: “Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” Farid mengatakan dalam bahwa Syeikh Qadir Jaelani menafsirkan ayat tersebut bahwa yang dimaksud adalah karakter manusia sudah diciptakan sebelum Allah menciptakan dimensi ruang dan waktu. “Ini menjadi sangat menarik karena ternyata di balik pentingnya waktu, ternyata ada yang lebih penting untuk kita pelajari, yaitu mengenali karakter manusia,” ujarnya. STIFIn membagi karakter seseorang menjadi 5 Mesin Kecerdasan, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting dengan 9 Personality Genetic, yaitu penambahan Introvert dan Ekstrovert. “Lima mesin kecerdasan itu sudah mencakup semuanya, membagi habis, sangat distinctive. Begitu dibedah lagi, maka 5 itu menjadi 9 PG, ada introvert dan ekstrovert. Tidak perlu lagi mencari tambahan atau mana yang dibuang, semuanya sudah sangat solid dan signifikan,” tutupnya. [Dhey Siregar]

Konsep STIFIn Hubungan Segilima - Memahami STIFIn dari Sudut Pandang Studi Agama dan Ilmu Kedokteran
Sumber : STIFIn Depok

STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Tes Sidik Jari STIFIn Indonesia Info 081805180808

TESSTIFIN.id -Jadi tuh, udah sering banget saya membaca status teman di Facebook yang menyebut nyebut tentang tipe thinking, tipe sensing, dan tipe feeling. Awalnya saya gak tau itu apaan. Tapi setelah beberapa kali melihat, baru engeh kalau ternyata itu dinamakan STIFIn. Lalu jadi penasaran deh apa sebenernya STIFIn itu dan apa manfaatnya kalau mengetahui tipe-tipe kepribadian kita.

Lha Alhamdulillahnya, bulan lalu tanggal 18 November 2019 saya berkesempatan untuk ikutan tes STIFIn ini. Ternyata tesnya gak yang gimana gimana dan butuh persiapan ini itu. Ya sidik jari kita aja di scan satu persatu sampai ke 10-10nya. Nah, dari sidik jari itu deh baru diperhitungkan hasilnya. Apa sebetulnya “mesin kecerdasan” yang ada di diri kita.

STIFIn Itu ...

Apa itu stifin tesstifin ID 1 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Dan baru tau juga donk aku donk kalau STIFIn itu adalah singkatan dari nama-nama mesin kecerdasan yang dimaksud. Ada Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan yang terakhir Insting. Masing-masing ini disebut mesin kecerdasan karena sebagaimana mesin kecerdasan pada komputer yang menjalankan seluruh proses dari komputer itu, STIFIn ini yang menentukan dan memengaruhi semua pemikiran dan semua tindakan yang kita lakukan selama ini. Istilah kasarnya, STIFIn ini “setelan pabrik” diri kita masing-masing.

Nah, saat “mesin kecerdasan” ini bertemu dengan “drive” atau cara kerja tubuh, jadilah yang dinamakan “karakter permanen” atau “personality genetic” kita. Drive ini intovert dan extrovert, tapi pengertiannya berbeda dengan yang sering kita dengar. Jadi, walaupun memang terpapar dengan lingkungan yang sama sekali berbeda dengan karakter permanen kita, tapi karakter ini yang akan terus menempel sepanjang usia dan sedikit banyak mempengaruhi pola pikir kita.

Hasil tes STIFIn ini nantinya akan memunculkan “karakter permanen” kita. Jadi, kalau mesin kecerdasan yang dihasilkan tadi ada 5, dengan ditambah drive, tes STIFIn bisa menghasilkan 9 personality genetic (PG) berbeda.

5 Mesin Kecerdasan

Oiya, STIFIn ini dicetuskan oleh orang Indonesia bernama Farid Poniman loh. Beliau hanya melihat kalau kita bisa mengenali diri kita sedalam-dalamnya, maka kita bisa memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita. Jadi, sesungguhnya STIFIn ini memang untuk melejitkan potensi yang ada pada diri kita. Terlebih lagi, kalau kita sudah kenal diri kita dan melejitkan potensi kita, kita bisa juga lebih mengenali karakter karakter keluarga kita, terutama suami dan anak-anak.

Jadi, selain kita jadi bisa lebih kenal dengan diri sendiri, kita juga jadi tau apa dan bagaimana yang harus dilakukan dalam menghadapi orang yang berbeda tipe dan karakter dengan kita. Setidaknya, kita jadi mengerti dan bisa menerima kalau ada orang yang berbeda 180 derajat dengan kita, baik dalam pemikiran maupun gaya belajar.

Nah, mesin kecerdasan yang telah saya sebut tadi ada 5. Ini didasarkan oleh bagian mana otak yang dominan bekerja. Saya jabarkan saja yaa:

  1. Sensing. Sensing ini artinya otak kita didominasi oleh limbik kiri. Di limbik kiri terdapat talamus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan indrawi, maka dari itu Sensing bisa disebut sebagai orang yang memiliki “kecerdasan inderawi”. Karena cenderung mudah menangkap dan merespons stimulus yang diterima melalui panca indera. Jadi, orang sensing sangat bisa mengikuti contoh dan bekerja sesuai dengan aturan dan langkah-langkah yang tertulis. Juga terkenal akan ke-ulet-annya, jadi bisa mencapai ini itu karena rajinnya itu. Untuk masalah ngeblog, kayanya sih cocoknya jadi blogger traveling atau blogger yang mereview dengan merasakan sendiri. Jadi, bukan yang berdasarkan perasaan gitu, tapi berdasarkan pengalaman sendiri 1f642 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha
  2. Thinking. Thinking ini, didominasi oleh otak bagian neokorteks kiri. Pada bagian tersebut terdapat lobus frontal yang berfungsi dalam kemampuan berpikir dan konsentrasi. Jadi, orang-orang tipe Thinking ini sangat-sangat rasional. Data atau apapun yang diberikan kepada mereka haruslah masuk akal dan haruslah sesuai logika. Karena ini juga, biasanya tipe thinking termasuk anak pintar di dalam kelas dan punya obsesi untuk menjadi yang paling pintar karena memang sangat pandai mengolah data.
  3. Intuiting. Nah, intuiting ini didominasi oleh otak bagian neokorteks kanan. Di neokorteks kanan itu terletak lobus oksipital yang berfungsi sebagai interpretasi visi. Jadi, biasanya tipe intuiting ini bekerja sesuai intuisinya dan memiliki kemampuan berpikir jangka panjang sehingga mudah menemukan terobosan baru. Istilah gampangnya, orang-orang intuiting ini biasanya orang yang kreatif.
  4. Feeling. Pusat dominasi otak feeling berada pada limbik kanan, yaitu bagian otak di mana terdapat amigdala yang berfungsi sebagai pusat emosi manusia. Maka, tipe feeling bisa dikatakan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Biasanya orang-orang feeling mudah memahami perasaan orang lain sehingga memiliki kepedulian dan empati yang tinggi. Karena hal itulah biasanya orang feeling juga banyak disenangi. Tapi, tipe feeling ini juga mudah sekali tersentuh dan tersinggung, sehingga jika memiliki kesedihan dan perasaannya terluka, akan lama sembuhnya.
  5. Insting. Nah, bagian insting ini yang menarik karena dominasi otak Insting berada pada bagian otak reptilian atau di serebelum (Midbrain) yang berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi gerakan tubuh. Karena inilah biasanya tipe kecerdasan ini mudah merespons atau spontan dan serba-bisa. Biasa juga disebut sebagai indera ketujuh yang merujuk pada nalurinya. Istilah kasarnya, tipe insting ini tipe generalis (serba bisa) tapi baik hati dan mengandalkan naluri.

Sensing extrovert Se

Saya sendiri, setelah dites waktu itu, ternyata hasilnya adalah Sensing Extrovert. Sebetulnya bagian extrovert nya memang sudah saya kenal, karena memang biasanya saya punya energi atau me-recharge energi ya dengan bertemu orang serta mengambil inspirasi ya dari lingkungan. Jadi, bagian sensing-nya ini yang baru saya tau.

Sensing itu mengandalkan indera banget. Jadi, apa-apa harus ada bukti konkritnya, apa-apa harus terlihat oleh kami baru kami percaya atau terdorong melakukan hal tersebut. Sensing juga terkenal akan keuletannya. Jadi, kami sangat sangat bisa mengikuti jadwal dan mungkin terlihat pandai karena “ulet”nya itu. Belum mau beranjak pindah mengerjakan yang lain kalau belum selesai.

Plus lagi, sensing itu cenderung kuat fisiknya. Maka gak heran banyak atlet yang ternyata mesin kecerdasannya adalah Sensing, karena memang dikenal lebih kuat secara fisik dibanding mesin kecerdasan lainnya. Karena gerak tubuh itulah yang justru menjadi modal utama kami dalam mengumpulkan ide atau inspirasi. Jadi makin engeh kenapa dulu saya bisa jadi atlet kempo, hihi.

Jangan heran juga kalau energi orang sensing terlihat tidak pernah ada habisnya. Sebenernya saya malah yang suka heran sama suami. Berhubung saya memang memiliki waktu tidur yang tidak terlalu banyak, jadinya suka bingung dengan suami yang suka tidur, ahaha. Ternyata ya memang mungkin mesin kecerdasan kami berbeda ya, hehe.

Sebagai tipe sensing yang memiliki energi yang cenderung lebih banyak dibanding tipe lainnya tadinya heran. Namun, setelah mengetahui ternyata energi itu salah satunya disebabkan memang karena mesin kecerdasannya yang sensing, ya sekarang jadi jauh lebih mengerti dengan suami yang butuh tidur lebih banyak dibanding saya.

Bagus sih ya mengetahui tipe-tipe kecerdasan begini, jadi bisa mengerti kenapa seseorang bisa bersikap atau memiliki sifat yang demikian.

Optimalkan Diri Sendiri

Jadi salah satu manfaat terbesar STIFIn ini adalah kita bisa mengoptimalkan potensi diri kita sendiri. Karena, begitu tau dan paham diri kita seperti apa, diharapkan kita jadi fokus pada kelebihan dan potensi yang kita punya, bukan pada kekurangan. Kuncinya ya itu, terus belajar dan sesuaikan apa yang ingin kita capai dengan mesin kecerdasan yang ada pada kita.

Dengan mengikuti tes STIFIn bulan lalu itu, saya jadi makin percaya diri sih untuk mengisi blog saya ini dengan hal-hal yang berbau traveling. Walaupun memang masih belum terlalu banyak ya, tapi akan saya isi terus mengenai hal itu, mulai fokus pada traveling bersama keluarga dan anak-anak. Coba cek kategori traveling di blog saya ini yaa 1f609 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Makanya lagi ya, postingan ini malah ditulis hampir sebulan setelah saya mengikuti tes itu. Karena waktu itu saya masih dikejar deadline dan mempersiapkan liburan ke Singapur. Begitu pulang liburan, lha saya malah sakit dan malah antusias untuk menceritakan pengalaman di Singapur terlebih dahulu sebelum hilang dari ingatan dan sebelum euforianya habis. Maka jadilah postingan itinerary Singapur terlebih dahulu sebelum ini, huhu.

Semoga ya langkah yang saya lakukan ini sudah benar dan sesuai dengan potensi yang ada pada saya. 1f642 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Menyesuaikan Gaya Pengasuhan

Menurut saya, salah satu manfaat lain adanya STIFIn itu adalah kita jadi lebih bisa mengerti perbedaan karakter setiap orang. Juga mengerti kenapa seseorang itu mengambil tindakan yang telah dia lakukan.

Buat saya, ini bagus banget sih untuk memperbaiki ataupun mempertahankan hubungan sebagai pasangan. Bagus juga untuk bisa menyesuaikan gaya pengasuhan kita ke anak. Karena, kita jadi gak cuma belajar mengenai karakter kita sendiri, tapi juga mengenai karakter anak.

Dengan misalnya nih ya tau anak kita tipenya apa, apakah sensing, thinking, intuiting, feeling, atau insting, kita jadi bisa belajar tindakan atau hal yang harus dipelajari untuk menghadapi bermacam-macam tipe ini.

Sensing misalnya, seperti yang sudah saya ceritakan di atas, kami itu memang cenderung memiliki fisik yang kuat. Jadi, cara untuk menghadapi anak sensing, ya diberi aktivitas fisik yang cukup banyak, demi memenuhi kebutuhan geraknya itu. Baru deh setelah itu kita ajak belajar atau “calm down” dan mengasah cara berpikirnya. Bisa juga dengan menyalurkan fisiknya tersebut ke bidang yang diminati anak.

Untuk menghadapi anak thinking yang harus menggunakan data, ya kita jelaskan dengan memperlihatkan data ke mereka. Walaupun butuh waktu untuk menjelaskan segala hal ke anak Thinking, tapi ya itu diperlukan memang agar anak thinking ini bisa kita optimalkan kecerdasannya. Jadi, buat saya, ini mempengaruhi gaya pengasuhan kita juga. Gaya pengasuhan yang disesuaikan dengan anak. “Children centered” ya istilahnya? Jadi kita yang mengikuti gaya anak seperti apa.

 

Bukan untuk Melabeli Anak

Tapi, bukannya untuk men-judge anak atau melabeli anak yaa. Bukan untuk “ooh, dia memang orang Sensing, jadi wajar gak bisa diem”, bukan. Bukan untuk dimaklumi. Iya sih untuk dimengerti, tapi bukan untuk kemudian tidak bertindak apa-apa untuk memaksimalkan kecerdasan anak yang berbeda-beda tadi.

Jadi, inilah yang menjadi salah satu tujuan adanya STIFIn, bukan untuk melabeli seseorang, namun untuk mengoptimalkan apa yang ada dalam dirinya. Jadi, kita bisa fokus pada kelebihan yang ada pada diri kita, diri anak-anak kita, dibanding fokus pada kelemahan yang ada.

Jadi, buat saya, jadi salah ketika orangtua memaklumi tindakan anak yang agak di luar norma dengan berlindung pada salah satu tipe mesin kecerdasan STIFIn ini.

Dengan mengetahui mesin kecerdasan dan drive pada anak, kita juga jadi bisa mempelajari bagaimana cara untuk mengoptimalkan “personality genetic” yang ada pada mereka. Siapa tau kita bisa menciptakan atlet atlet profesional nantinya jika anak kita memiliki mesin kecerdasan tipe sensing. Atau, siapa tau kita nantinya bisa menciptakan peneliti-peneliti yang ahli di bidangnya jika bisa mengarahkan si anak tipe thinking. 1f609 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

 

Menjadi Promotor STIFIn

Anw, selain bisa melejitkan potensi kita, STIFIn ini bisa banget lho dijadikan salah satu peluang usaha. Peluang usaha ini bisa kita peroleh dengan menjadi promotor STIFIn ataupun mengembangkan bisnisnya dengan menjadi agen bahkan membuka cabang di daerah masing-masing.

Promotor sendiri adalah profesi perorangan yang mampu untuk berhadapan dengan klien secara langsung. Berhadapan dengan klien ini maksudnya adalah dengan menjelaskan hasil tes yang didapat klien serta bisa menjadi konsultan. Jadi, promotor STIFIn adalah orang yang betul-betul paham setiap tipe kecerdasan serta seluk beluk tiap kecerdasan di STIFIn ini.

Maka dari itu, tidak serta merta hanya dalam 1x tes ataupun Workshop bisa langsung jadi promotor, tapi melalui serangkaian langkah terlebih dahulu. Agar saat menghadapi klien nantinya, promotor betul-betul siap dan betul-betul paham dengan apa yang akan disampaikan 1f642 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Untuk jadi promotor, kita memerlukan 4 langkah dnegan mengikuti 2 kali Workshop berbayar. Berbayar di sini hitung-hitung biaya investasi yaa, karena nantinya promotor pun berhak untuk mendapatkan keuntungan finansial baik dari penyediaan tes STIFIn, pun dari konsultasi atau penjelasan STIFIn kepada klien.

Harga untuk tes STIFIn ini cukup lumayan lho, 1x tes bisa mencapai 550ribu untuk perorangan. Ini sudah mencakup biaya tes, buku penjelasan, juga konsultasi. Buat saya, konsultasi langkah yang cukup penting sih. Agar kita tidak mentah-mentah menerima hasil tes tanpa ada tindakan lanjutnya. Tentu kita tes STIFIn untuk lebih mengoptimalkan diri kita kaan. Nah, kalau tidak tau apa langkah selanjutnya agar potensi kita lebih maksimal, ya jadi hanya sekedar tau saja kan? 1f600 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Nah, kalau bisnis lainnya lagi yang bisa mendapat keuntungan lebih banyak lagi yaitu dengan membuat cabang STIFIn di daerah tempat tinggal kita. Memang ini butuh modal yang lebih banyak, tapi juga akan mendapat keuntungan yang lebih banyak pula 1f642 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Dengan punya cabang STIFIn ini, manfaat yang bisa dihasilkan juga jauh lebih banyak sih. Karena, selain kita bisa mendapat keuntungan langsung melalui tesnya, kita juga bisa membantu orang untuk mengoptimalkan potensi mereka masing-masing. Lalu, bukan tidak mungkin, kita juga jadi bisa membantu keluarga jadi lebih memahami karakter tiap-tiap anggota keluarganya. Atau, kita jadi bisa membantu pasangan suami istri agar bisa lebih saling memahami pribadi masing-masing lagi dan melanggengkan pernikahan mereka.

Jadi, keuntungan yang didapat bukan hanya secara finansial, tapi juga secara sosial. Kebermanfaatan kita sebagai manusia bisa jadi lebih maksimal lagi dengan mengikuti bisnis STIFIn ini. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama bukan? 1f642 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

So, siapa lagi yang mau mengoptimalkan diri? Yuk coba tes STIFIn dan tangkap peluang usahanya 1f609 - STIFIn Melejitkan Potensi Dan Membuka Peluang Usaha

Sumber : momopururu.com

Anda bisa melakukan tes STIFIn melalui Promotor STIFIn yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri.

Harga STIFIn berlaku secara nasional. Tidak ada perbedaan harga. Anda bisa melaporkan bila ada harga yang berbeda.

Silakan hubungi kami, untuk informasi mengenai Tes STIFIn dan lokasi tesnya:

Tes STIFIn – Indonesia
HP/WhatsApp 0818 0928 0203

atau klik:
https://wa.me/6281809280203

Apa itu Bakat dan Talenta dan Kaitannya dengan STIFIn ?

tes stifin 081805180808
tesstifin.id – Apa sih bakat itu ? Bakat, kualitas atau kapasitas yang dimiliki seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan tingkat yang beragam artinya, bakat seseorang itu berbeda-beda juga kemampuannya. Bakat ini bisa diciptakan, diramalkan, dan diukur prestasinya. Jadi, seseorang bisa memiliki bakat tertentu dengan latihan, tempaan dan bimbingan seorang yang ahli di bakat tertentu.
 
Dengan kata lain, bakat ini adalah kemampuan yang bisa tercipta karena tempaan, lingkungan, kebiasaan, dan lain-lain yang bersifat fenotif. Fenotif artinya bisa indera oleh orang lain kemampuannya. 
 
Sedangkan talenta, bakat yang dibawa sejak lahir, merupakan sebuah anugerah yang diberikan Allah. Tapi talenta akan percuma jika kita tidak mengetahuinya dan mengembangkannya sesuai anugerah. Maka, lakukanlah syukur, menerima, mengetahui dan menumbuhkembangkan talenta anda.
 
Itulah sebabnya kita perlu mengembangkan masing-masing talenta yang kita miliki menjadi bakat yang luar biasa yang berkualitas dan berprestasi.
Jadi, bakat adalah sesuatu yang bisa ditempa, talenta bersifat genetik atau bawaan lahir.
 
Dalam konsep STIFIn, ada 9 pemetaan karakter manusia berdasarkan belahan dan lapisan otak dominannya. Hasil tes STIFIn, salah satu dari 9 Personaliti Genetik dan 5 Mesi Kecerdasan. Dari sana bisa diketahui apa talenta yang kita miliki sebenarnya. Sudah tes STIFIn ?
 
Kontak tes STIFIn 081805180808
STIFIn Genetic Intelligence 081805180808 tesstifin.id 1 1 - Apa itu Bakat dan Talenta dan Kaitannya dengan STIFIn ?

Menentukan Bakat dan Kemampuan Melalui Sidik Jari

Menentukan Bakat dan Kemampuan Melalui Sidik Jari

“Bahwa Islam sangat mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditujukan untuk kemaslahatan manusia, serta memuliakan ilmu tersebut dari manapun asalnya ilmu itu datang.”

Muqadimah

Pada zaman belakangan ini banyak negara menggunakan jasa Tes Sidik Jari sebagai cara mengungkap potensi diri seseorang untuk kepentingan dunia pendidikan,  seleksi karyawan, penyaluran bakat atau keahlian, dan lain sebagainya. Hal yang sama juga sudah mulai berkembang pesat di Indonesia. Sejauh pengetahuan penulis, sampai saat ini belum ada lembaga penelitan ataupun lembaga fatwa di Indonesia yang telah mengumumkan fatwa mengenai hukum penggunaan Fingerprint Test sebagai uji potensi diri. Oleh sebab itu, dapat dikatakan Dewan Hisbah merupakan lembaga fatwa pertama yang melakukan pembahasan hukum dalam masalah ini.

Adalah suatu kehormatan sekaligus amanah yang berat bagi penulis diberikan kepercayaan untuk menyampaikan makalah sebagai bahan pembahasan dalam sidang yang mulia ini. Sebelum penulis menyampaikan pembahasan, perlu disampaikan permohonan maaf jika dalam pembahasan ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat waktu yang hanya satu pekan sebagai persiapan penelitian makalah ini. Di sela-sela kepadatan tugas, hanya satu lembaga jasa Fingerprint Test yang dapat penulis teliti sebagai sample dari penelitian ini. Namun demikian, semoga makalah ini dapat dijadikan bahan awal untuk mengarahkan pada inti persoalan.

 

Mengenal Fingerprint Test

Sejak ribuan tahun yang lampau, ilmuwan telah mencoba menyingkap sifat, bakat, dan kemampuan seseorang melalui berbagai pendekatan. Pada zaman primitif, dimana alam fikiran manusia lebih didominasi oleh mitologi, manusia mencoba menyingkap tabir rahasia dirinya melalui pendekatan “ramalan” yang menghubungkan tanda-tanda tertentu pada alam dengan sifat, bakat dan nasib manusia. Tanda-tanda alam yang meliputi posisi-posisi bintang tertentu, tanggal, hari, dan bulan kelahiran diyakini menentukan nasib seseorang. Demikian juga tanda-tanda khusus dalam tubuh manusia seperti  garis telapak tangan, bentuk mata, bentuk  raut wajah, dan sebagainya.

Sekitar 3000 tahun sebelum Masehi, Kaisar Cina sudah menggunakan cap jempolnya untuk menyetempel berbagai dokumen. Demikian juga para  Kaisar Romawi menggunakan metode cap jari untuk mengidentipikasi para pelaku kejahatan. Pada abad Modern, para Ilmuwan berhasil menciptakan alat untuk memotret dan mencetak guratan-guratan yang terdapat  bukan hanya pada telapak tangan tapi juga ujung-ujung jari tangan yang sangat halus. Pertama-tama alat itu hanya digunakan sebagai alat identifikasi jati diri seseorang, terutama untuk menyelidiki pelaku kejahatan, karena setiap orang terbukti beda sidik jarinya. Belakangan, dengan kemajuan teknologi dibidang identifikasi  bentuk atau rumus dari gambar sidik jari tidak hanya dijadikan alat identifikasi jati  diri seseorang, melainkan dijadikan sebagai alat penguji untuk mengenal dan menganalisa karakter, bakat dan perilaku seseorang.   Maka muncullah apa yang disebut “Fingerprint Test” sebagai alat mendeteksi dan menganalisa minat serta bakat seseorang.

Fingerprint Test secara harfiah dapat diartikan Tes Sidik Jari. Yaitu sebuah metode untuk mengenali  karakter, bakat dan kemampuan seseorang dengan menganalisa hasil pemotoan terhadap bentuk dan pola sidik jari seseorang. Tes bakat melalui sidik jari merupakan pengembangan modern dari Ilmu Daktiloskopi, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang artinya jari jemari atau garis jemari dan scopein yang artinya mengamati. Sejak sekitar tigaratus tahun yang lalu, para ilmuwan mengembangkan penyelidikan tentang sidik jari dan proses pembentukannya pada diri seseorang. Sehingga lahirlah cabang ilmu Biologi yang disebut Dermatoglyphic (dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph yaitu ukiran). Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897) dan Noel Jaquin (1958). Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.

Menurut para peneliti, garis-garis sidik jari manusia berkembang pada masa bayi berusia 13 sampai 19 minggu dalam kandungan. Para ilmuwan sidik jari juga menemukan bukti bahwa sidik jari itu bersifat permanen, tidak berubah seumur hidup, dan tiap orang mempunyai bentuk atau pola sidik jari yang berbeda. Jadi sekiranya di dunia saat ini ada 7 Miliyar manusia, maka sidik jari mereka berbeda-beda. Kalaupun ada kemiripan, menurut para ahli itu perbandingannya satu kemiripan dari enam koma empat Miliyar. Pola sidik jari di setiap tangan seseorang juga akan berbeda-beda. Pola sidik jari di ibu jari akan berbeda dengan pola sidik jari di telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelinking.

Lebih jauh lagi, para peneliti menemukan fakta bahwa garis-garis dalam kulit, jari-jari tangan dan kaki,  memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang atau yang sering disebut sebagai “mesin kecerdasan seseorang”. Maka penyelidikan lanjutannya, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang. Artinya secara ilmiyah kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pendidikan, keahlian, dan pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut.

Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (finger print reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu:

Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorlCentral pocket loop whorlDouble loop whorl dan Accidental whorl.

Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.

Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.

Tahapan Fingerprint Test: Untuk memeriksa kecerdasan Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, seorang FT analis akan menganalisisnya.

Saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran. Jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.

Tinjauan Hukum Islam

Mengkaji Fingerprint Test dari tinjauan Islam dirasa masih sulit. Pertama, tidak ada dalil manthuq yang berkait dengan masalah ini secara langsung. Kedua, karena belum ada precedent (kasus yang dapat dijadikan sandaran qiyas) yang benar-benar sama terjadi pada masa Nabi. Oleh sebab itu perlu ditetapkan dulu identifikasi masalah yang akan dikaji dari Fingerprint Test ini. Apakah ia masuk wilayah aqidah, fikih ibadah, masalah mu’amalah, atau masalah ‘adiyah (adat istiadat)? Penulis berpendapat bahwa masalah ini dapat ditinjau dari dua aspek, aspek ‘aqadiyah (berkaitan dengan aqidah) dan aspek mu’amalah-ilmiyah. Dari aspek ‘aqadiyah karena ia menganalisis dan memprediksi sesuatu yang bersifat “ghaib” dari manusia yaitu potensi diri seseorang yang mencakup kecenderungan sifatnya, bakatnya, dan kecerdesannya. Dari aspek muamalah-ilmiyah karena ia berkaitan dengan pandangan dan sikap Islam terhadap perkembangan sains dan teknologi. Dari aspek aqadiyahnya ditarik pertanyaan penelitian hukum, “Apakah menganalisa dan memprediksi potensi diri melalui tanda-tanda khas pada bagian tubuh seseorang termasuk meramal yang dihukumi syirik sehingga diharamkan oleh Islam?. Sedang dari aspek muamalah-ilmiyah nya ditarik pertanyaan, “Apakah ajaran Islam menerima terhadap adanya penemuan-penemuan baru dibidang Imu pengetahuan dan teknologi ataukah membatasi ilmu pengetahuan dan teknologi hanya apa yang telah disebutkan oleh Al Quran dan Hadits Nabi secara Manthuq?”  Kedua pertanyaan ilmiyah inilah yang akan dijawab oleh penulis dalam paper ini.

Masalah pertama. Apakah Fingerprint Test meramalkan perkara ghaib yang diharamkan oleh syariat? Menurut Syekh Abdurahman bin Nashir bin Barak (Syarah Kitab Thahawiyah I : 170), perkara ghaib ada dua macam, ghaib mutlak dan ghaib nisbi. Ghaib mutlaq seperti Dzat Allah dan rahasia taqdir. Ghaib nisbi yaitu perkara yang ghaib pada sebagian manusia tetapi tidak pada sebagian yang lain; ghaib pada suatu zaman dan tidak pada zaman lain. Seperti ghaibnya virus, bakteri dan mikroba pada kaum primitif sehingga kalau terserang penyakit menyangkanya diganggu hantu. Zaman sekarang teknologi bisa memotret berbagai virus dan bakteri dengan alat pembesar yang berjuta-juta kali lipat. Demikian juga tentang susunan otak dalam kepala manusia dan cara kerjanya, dahulu adalah perkara ghaib, sekarang dengan teklonogi canggih, struktur otak dan cara kerjanya telah tersingkap sedikit demi sedikit. Fingerprint Test memanfaatkan teknologi untuk mengetahui keterkaitan serta pengaruh pola dan sidik jari dengan mesin kecerdasan pada sistem otak seseorang. Maka melalui penelitian serta percobaan yang beratus-ratus tahun para ilmuwan sampai pada kesimpulan bahwa rahasia bakat seseorang dapat diketahui melalui gambar sidik jarinya. Dengan demikian, potensi bakat seseorang dapat dikatagorikan sebagai “ghaib nisbi” karena ternyata dapat diteliti dan dikaji secara normal dan ilmiah.

Hal ini tentu sangat berbeda dari cara meramal yang biasa dilakukan pada zaman Jahiliyah. Pada masa Jahiliyah telah berkembang beberapa metode peramalan dan pengundian nasib, sehingga timbul istilah-istilah bagi praktek peramalan tersebut. Seperti al Kuhânah, al ‘Arrafah, al Tanjîm, Al Khathah, dan al Ramal. Meramal nasib atau perkara ghaib yang telah terjadi dimasa lampau ( yang disebut dengan kuhânah) ataupun meramal nasib dan perkara ghaib yang akan terjadi (yang disebut dengan ‘arrofah) menggunakan beberapa cara. Seperti menggunakan cara pengamatan terhadap posisi dan peredaran bintang-bintang tertentu yang disebut “al Tanjîm” atau ilmu nujûm; menggunakan garis-garis dan gambar tententu di tanah atau di kertas yang disebut “ al Khath”;  menggunakan garis-garis telapak tangan yang diebut “Qirâatul Kaff” atau “Khathul Kaff”; atau menggunakan undian dengan anak-anak panah yang disebut “Taqsîm bi al Azlâm”. Semua praktek peramalan tersebut diharamkan oleh Islam.

Salah satu ‘illat dari keharaman ramalan nasib adalah karena ia membuat praduga perkara ghaib tanpa dasar wahyu, padahal perkara ghaib merupakan hak prerogatif Allah, tidak ada satupun makhluk yang bisa mengetahuinya kecuali manusia-manusia tertentu yang dipilihnya dari para Rasul.

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا . إِلاَّ مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا. [الجن: 26، 27]

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya (Surat Al Jinn: 26-27)

{ قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ} [النمل: 65]

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : من اقتبس شعبة من النجوم فقد اقتبس شعبة من السحر زاد ما زاد : ( صحيح ) رواه أحمد ( 1 / 227 ، 311 ) ، وأبو داود ( 3905 ) ، وابن ماجه ( 3726 ) ، والبيهقي ( 8 / 138 ) وقد سكت عنه الإمام أبو داود وصححه الألباني ، وقال الشيخ أحمد شاكر : إسناده صحيح

Nabi bersabda, “Barangsiapa yang mempelajari satu bagian dari ilmu nujum berarti telah mempelajari satu cabang dari sihir. Bertambah sesuai tambahannya”.

Imam As Suyuthy (Ad Durul Mantsur, Juz III : 43) meriwayatkan dari Qatadah bahwa beliau berkata,

خلق الله هذه النجوم لثلاث زينة للسماء ، ورجوما للشياطين ، وعلامات يهتدى بها ، فمن تأول فيها غير ذلك فقد أخطأ حظه وأضاع نصيبه وتكلف ما لا علم له به  )أورده الإمام السيوطي في كتابه الدر المنثور:  3 / 43 (

Allah menciptakan nujum (bintang-bintang) untuk tiga perkara: sebagai hiasan langit; sebagai pelempar Syetan; dan tanda-tanda untuk dijadikan petunjuk. Barangsiapa yang mentakwilkannya selain itu maka sungguh ia telah salah bagiannya (menggunakannya) dan telah merendahkan kedudukannya, dan telah memaksakan diri pada perkara yang ia tidak punya ilmu padanya”.

Ketika mensyarah hadits keharaman mempelajari Ilmu Nujum, Syekh Al Utsaimin (Al Qaulul Mufid ‘Ala Kitab al Tauhid, I : 388) membagi Ilmu Nujum kepada dua katagori: Pertama, Ilmu Ta’tsîr  yaitu menjadikan posisi dan keadaan bintang-bintang tertentu sebagai dalil (penunjuk dan penyebab) peristiwa-peristiwa dan nasib-nasib di bumi. Sehingga timbul ramalan nasib: rizki, jodoh, kebernutungan dan kesialan dengan bintang atau Zodiaknya. Jenis ilmu nujum seperti ini adalah haram tanpa ada perselisihan di antara para ulama. Kedua, Ilmu Tasyîr. Yaitu ilmu perbintangan dari aspek peredarannya (astronomi) sehingga dapat diketahui cara beredarnya matahari, bulan, bintang, dna planet-planet yang lain maka diketahuilah perhitungan waktu dan tahun. Yang seperti ini tidak termasuk dari ramalan yang diharamkan.

Dari uraian di atas, terjawablah pertanyaan pertama. Bahwa “meramal”  melalui pembacaan hasil tes sidik jari, bukan peramalan nasib, melainkan mencoba mengungkap bakat yang dominan pada diri seseorang. Oleh karena itu Fingerprint Test tidak dapat meramalkan apalagi menentukan keberhasilan, kegagakan, kebahagian, ataupun kecelakaan seseorang. Kalaupun mau dikatakan sebagai mengungkap perkara ghaib, maka yang diungkap itu adalah ghaib nisbi yang memungkinkan manusia menyelidikinya dengan ilmu. Selain itu, Tes Bakat dengan sidik jari hanyalah pengembangan dari Ilmu tentang sidik jari yang telah mendahuluinya, seperti Tes Sidik Jari untuk mengetahui identitas atau jati diri dan Tes Sidik Jari untuk mengetahui DNA atau hubungan nasab seseorang yang selama ini sudah biasa dipergunakan oleh lembaga kepolisian di dunia.

 

Masalah kedua. “Apakah ajaran Islam menerima terhadap adanya penemuan-penemuan baru dibidang Imu pengetahuan dan teknologi ataukah membatasi ilmu pengetahuan dan teknologi hanya apa yang telah disebutkan oleh Al Quran dan Hadits Nabi secara Manthuq?”

Tidak ada keraguan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk mencintai ilmu dan gemar dalam penelitian.  Betapa banyak ayat yang menyuruh kaum muslimin berfikir, merenung, meneliti, sampai suruhan berkelana menyusuri jejak-jejak arkeologis dari umat-umat terdahulu untuk mendapat ilmu dan pelajaran. Al Qur’an sendiri menjanjikan bahwa Allah akan menyingkap rahasia-rahasia alam dan rahasia diri manusia sehingga manusia menjadi yakin akan kebenaran Al-Quran.

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ [فصلت: 53]

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Di antara bukti kebenaran janji Al-Qur’an itu, Allah telah menyingkap rahasia-demi rahasia yang terdapat dalam alam raya ini dengan ditemukannya berbagai teknologi yang jika ditinjau zaman dulu seakan-akan itu adalah mitos belaka. Secara khusus Al-Qur’an juga memerintahkan manusia memperhatikan diri mereka sendiri, Manusia diciptakan Allah dengan keistimewaan melebihi kebanyakan makhluk lainnya. Baik dalam postur dan struktruk tubuhnya, maupun dalam jiwa dan akal fikirannya. Adalah layak ketika Allah, Sang Penciptanya sendiri menyanjung manusia sebagai makhluk yang dimuliakan-Nya.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً [الإسراء: 70]

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Kesempurnaan fisik (jasmani) dan psychis (jiwa) manusia bukanlah terjadi kebetulan, melainkan “mahakarya”  dari Dzat Pencipta Yang Mahasempurna. Kalau pada alam raya terpendam sejuta misteri, maka pada diri manusia tersimpan sejuta satu rahasia. Karena itu, ketika Allah memerintahkan manusia memikirkan dan menyelidiki rahasia alam raya, Allah juga mengingatkan pentingnya memikirkan diri sendiri.

وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلاَ تُبْصِرُونَ [الذاريات: 21]

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Tafsir Jalalain secara sederhana tapi sangat mengena, mengomentari ayat tersebut dengan ungkapan, “{dan pada diri kalian} terdapat juga tanda-tanda kekuasaan Allah sejak awal penciptaan sampai akhirnya, serta keajaiban-keajaiban dalam susunan penciptaan kalian {tidak kah kalian perhatikan} semua itu menunjukan akan keagungan dan kekuasaan Penciptanya”. Salah satunya adalah terungkapnya rahasia yang tersimpan pada sidik jari manusia, baik pada tangan maupun pada kaki. Sebagaimana akan terlihat pada dua keterangan di bawah ini:

Pertama:  firman Allah dalam Surat Al Qiyamah,

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ . بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَه [القيامة: 3، 4]

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (Al-Qiyamah: 3-4)

Dalam kitabnya Lisânul ‘Arab, Ibnu Madhur menyatakan bahwa banânah itu seluruh jari jemari tangan dan kaki. Ketika menyingkap hikmah penyebutan jari jemari secara khusus, penjelasan para mufassir berkisar pada beberapa  cakupan pemaknaan: Pertama, penyebutan jari jemari secara khusus dikaitkan dengan penegasan kekuasaan Allah dalam mengembalikan struktur tubuh manusia sedetil-detilnya pada hari kiyamat nanti.  Dimana seluruh bagian tubuh manusia tidak ada yang terlewat untuk kembali dikonstruksi dengan utuh sampai keujung-ujung jari mereka.  Jika ujung jari itu tersusun kembali, maka logikanya seluruh bagian tubuh pasti tersusun, sebab ujung-ujung jari itu, baik kaki maupun tangan, adalah ujung dan akhir dari susunan  tubuh. Kedua, jika unsur-unsur terkecil dari tubuh seperti ujung-ujung jari jemari yang mempunyai kerumitan sangat kompleks akan kembali pada asalnya,  maka lebih mudah bagi Allah mengembalikan bagian-bagian tulang belulang tubuh yang lebih besar.  Ketiga, bahwa sekiranya Allah menghendaki Dia kuasa menjadikan jari jemari kaki dan tangan manusia seperti ujung kaki (kuku-kuku) onta dan keledai, yaitu ujung-ujung jari seseorang  jadi sejajar, rata dan sama panjang {an nusawwiya banânah} ditafsirkan {mustawiyatan}.  Sehingga sekiranya itu terjadi, maka seseorang tidak dapat berbuat banyak dengan tangannya, karena efektivitas jari-jari tangan itu karena berbeda panjangnya. Ketika semua jarinya sama panjang Pemaknaan seperti  ketiga ini, menurut Al Hâfizh Ibnu Katsir, bersumber dari Ibnu Qutaibah dan Al Zujâj.

Dengan ditemukannya fakta Ilmiyah zaman modern ini, yaitu penemuan tentang pola dan bentuk sidik jari serta keajaiban yang terdapat di dalamnya, tidaklah berlebihan jika kemudian dikembangkan pemaknaan dari ayat di atas, bahwa Allah Mahakuasa menjadikan seluruh ujung jari manusia itu sama, rata, dan sejajar, sebagaimana Dia Mahakuasa menjadikan pola dan bentuk guratan sidik jari semua manusia sama. Akan tetapi Allah SWT tidak menjadikannya demikian karena ada hikmah yang besar hendak disimpan dalam perbedaan itu. Dengan perbedaan besar-kecil dan panjang-pendeknya jari-jari ada manfaat besar agar mudah dipakai oleh manusia dalam berbagai pekerjaan seperti memegang sesuatu, makan-minum, mengepal, hinga menulis, demikian juga dengan perbedaan guratan-guratan sidik jari itu ada hikmah perbedaan-perbedaan potensi bakat dan kemampuan manusia.

 

Kedua. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim, dan yang lainnya dari Aisyah RA.

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ وَهُوَ مَسْرُورٌ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَلَمْ تَرَيْ أَنَّ مُجَزِّزًا الْمُدْلِجِيَّ دَخَلَ عَلَيَّ فَرَأَى أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ وَزَيْدًا وَعَلَيْهِمَا قَطِيفَةٌ قَدْ غَطَّيَا رُءُوسَهُمَا وَبَدَتْ أَقْدَامُهُمَا فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ الْأَقْدَامَ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ

Dari Aisyah ra  berkata, “Suatu hari Rasulullah masuk ke rumah ku dengan wajah yang ceria. Beliau berkata, “Wahai Aisyah, tahukah kamu bahwa Mujazziz al Mudliji masuk ke rumah ku kemudian ia melihat Usamah bin Zaid dan Zaid (ayahnya) sedang tidur berselimut menutupi kepala keduanya, sedang telapak kaki mereka nampak. Kemudian ia (Mujazziz) berkata, “Sesungguhnya telapak kaki-telapak kaki ini sebagiannya dari yang lainnya”. (Imam Bukhary meriwayatkan dalam Shahihnya Bab Al Qâif dan pada Bab Manaqib Zaid bin Haritsah; Imam Muslim dalam Bab Al ‘Amal biilhaq al Qâif al Walad)

 

Zaid bin Haritsah dan Usamah bin Zaid menjadi pergunjingan pada masa itu, disebabkan perbedaan keduanya. Menurut Al Marizi, Zaid itu berkulit putih sementara istrinya, Umu Aiman berkulit hitam, dan Usamah berkulit sangat hitam. Maka banyak orang munafiq menyebarkan isu yang meragukan bahwa Usamah adalah anaknya Zaid bin Haritsah. Apalagi masa Jahiliyah, kaum budak tidaklah terjamin kejelasan garis darah nasabnya disebabkan terbiasa dipergauli oleh tuannya dan siapa saja yang diizinkan tuannya. Maka ketika seorang “Qâif”, ahli garis keturunan yang biasa mengamati dan menyelidiki kemiripan seseorang memberi kesaksian bahwa Usamah benar-benar anak genetik dari Zaid, Rasulullah sangat bergembira, sebab dapat membantu memperbaiki citra Zaid dan Usamah di tengah masyarakat saat itu.  Pengamat keturunan itu menyelidikinya dari telapak kaki, tentu saja meliputi bentuk pola serta garis-garis khusus yang ada pada kaki tersebut.

Al Imam Ibnul Qayyim dalam Bab Hukmu Rasulillah wa Qadhâuhu bi I’tibâri al Qâfah wa ilhâq al nasab biha, pada jilid ke-5 dari kitabnya Zâdul Ma’ad, telah menguraikan masalah hukum al Qâfah  yaitu menetapkan hubungan nasab seseorang kepada bapaknya dengan meneliti tanda-tanda gris-garis kulit pada tangan, kaki, wajah dan sebagainya. Beliau menegaskan bahwa al Qâfah atau al Qiyafah berbeda dengan al Kuhânah (perdukunan/peramalan). Rasulullah mengharamkan perdukunan dan mengharamkan bertanya kepada mereka. Sementara beliau menyetujui metode al Qâfah. Demikian juga khalifah Umar bin Khathab dan Ali bin Abu Thalib meminta bantuan ahli Qiyafah ketika menghadapi kasus perselisihan tentang nasab seorang anak yang lahir dari seorang wanita yang dicampuri oleh dua laki-laki pada satu waktu suci.

Dua keterangan yang dijadikan contoh di atas, dapat memberi pemahaman kepada kita bahwa Al-Qur’an telah memberi isyarat adanya keistimewaan pada sidik jari manusia. Demikian juga Rasulullah SAW menerima ilmu yang berkembang masa itu dalam hal menetapkan nasab berdasarkan keahlian menganalisa tanda-tanda pada telapak kaki seseorang.  Di dunia modern saat ini telah berkembang berbagai metode dan alat-alat ilmiyah untuk mengidentifikasi jati diri seseorang hingga ke karakter, potensi bakat, minat, dan kemampuannya. Seperti Ilmu Biometric, Psychometric, Tes DNA, dan Fingerprint Test.  Islam sebagai agama wahyu yang sejalan dengan fithrah, ilmu pengetahuan, dan bersifat Universal, tentu saja tidak akan mengabaikan kenyataan-kenyataan ilmiyah yang dapat dipergunakan bagi kemaslahatan manusia. Karena itu, prinsip dasar Islam dalam bermuamalah dengan perkembangan ilmu serta teknologi mengacu kepada hadits Nabi, “Apa-apa yang merupakan urusan agama kalian, maka kembalikan kepadaku; dan apa-apa yang menjadi urusan dunia kalian, maka kalian lebih mengetahuinya”. Dengan demikian, setiap perkembangan masalah dunia asalnya adalah boleh, selama tidak menyimpang atau bertentangan dengan apa yang diharamkan agama.

 

Penutup

    1. Kesimpulan
    1. Bahwa Fingerprint Test yang digunakan untuk mengetahui potensi bakat yang dominan pada seseorang sehingga dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam mengarahkan pendidikan, minat, keahlian, dan pekerjaan yang dapat ditekuni seseorang seperti yang dijelaskan di atas tidaklah termasuk kepada meramal perkara ghaib yang diharamkan oleh Islam. Kedudukannya hampir sama bahkan lebih akurat dibanding dengan Psycho Test-Psycho Test yang telah ada. Hanya perbedaannya pada alat yang digunakan. Fingerprint Test menggunakan alat pembaca sidik jari sedang Psycho Test biasanya berupa pengisian soal atau wawancara.
    1. Bahwa kalau hasil Fingerprint Test itu digunakan untuk dijadikan alat meramal nasib: jodoh, rizki, karir, dan sebagainya dari perkara ghaib mutlak, maka termasuk pada ramalan syirik yang haram
    1. Bahwa Islam sangat mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditujukan untuk kemaslahatan manusia, serta memuliakan ilmu tersebut dari manapun asalnya ilmu itu datang. Penemuan alat deteksi sidik jari serta kaitannya dengan potensi diri manusia sejalan dengan janji Al-Qur’an bahwa Allah akan menyingkap rahasia-rahasia yang terdapat pada alam dan diri manusia sendiri. Namun demikian, sebagai sebuah produk ilmu, kebenaran dan akurasi Tes Sidik Jari tidak boleh dipandang sebagai sebuah kebenaran yang mutlak melainkan sebagai hasil ilmiyah yang nisbi.

 

Penulis: KH Jeje Zaenudin (Wakil Ketua Umum PP Persis)

 

Referensi:

Ibnul Qayyim Al Juaziyah, Zaadul Ma’ad fi Hadyi Kharil Ibaad, Juz V (Beirut: Maktabah Ar Risalah, 1994)

Al Hafizh Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’anul ‘Adhim, (Beirut: Dar el Thayibah, 1999).

Jalaludin As Suyuthy & Jalaludin Al Mahaly, Tafsir Jalalain, (Kairo : Dar el Hadits)

Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Al Qaulul Mufid Ala Kitab At Tauhid, (Maktabah Syamilah)

Ibnu Hajar Al Asqalany, Fathul Bary Syarh Shahih Al Bukhary, (Beirut : Dar el Maarif, 1379 H)

Ibnu Mandhur Al Afriqi, Lisânul Arab, (Beirut : Dar el Shadir, tanpa tahun)

Ifa H. Misbach & Tim Psikometric Research, Dahsyatnya Sidik Jari: Menguak Bakat & Potensi untuk Merancang Masa Depan Melalui Fingerprint Analysis (Jakarta: Penerbit Visimedia)

Suyadi, Rahasia Sidik Jari: Suyadi, (Jakarta: Flash Books, 2010).

Fikri Abdillah, Menyingkap Rahasia Sidik Jari, (Ziyad Books, 2011).

Penelitian langsung ke lapangan melalui wawancara dengan kepala Cabang PT. STIFin fingerprint. Tambun Bekasi.

Farid Poniman, Penjelasan Hasil Tes STIFin: Mengenal Cetak Biru Hidup Anda, (Bekasi: PT STIFin Fingerprint, 2012)

Sumber : persis.or.id